SOLO – Membutuhkan dukungan moral dari suporter dalam empat laga kandang, Persis Solo harus menelan kekecewaan karena mendapatkan sanksi dari komdis PSSI berupa pertandingan tanpa penonton saat menjamu Sragen United dan Persiba Bantul.

Tak cukup di situ, derita masih ditambah berupa poin Persis Solo pun dikurangi tiga serta denda yang harus dibayarkan ke komdis senilai Rp. 100 juta. Pun juga harus menerima dinyatakan kalah WO dari PSIR Rembang.

Hukuman tersebut seolah menjadi pukulan telak bagi para pemain yang akan melakoni duel menghadapi Sragen United, Minggu (30/7/2017) sore di Stadion Manahan.

Dari segi teknis, tidak ada masalah berarti karena secara permainan, M Wahyu dkk mampu memperagakan permainan yang bagus saat melakoni laga tandang dan kandang. Hanya faktor psikis yang mungkin mengganjal karena mesti kehilangan tiga angka hasil kerja keras mereka selama ini.

Namun, jika para pemain mampu mengatasi tekanan ini, kekuatan Persis Solo bisa jadi semakin bertambah karena semangat para pemainnya yang berlipat ganda.

Pelatih Persis Solo, Widyantoro mencoba mengatasi situasi pelik yang tengah dialami timnya tersebut dengan menyuntikkan motivasi pada anak asuhnya.

“Jangan menyerah sebelum pertandingan berakhir, itu bukan jiwa Laskar Sambernyawa,”pesan Widyantoro pada para pemainnya.

Ya, hanya semangat itulah yang bisa menjadi kunci Persis Solo untuk mengatasi Sragen United. Meski tim berjuluk Gajah Purba tersebut memiliki 6 pemain baru jebolan Liga 1, namun secara teknis Persis Solo lebih unggul dari segi kekompakan tim.

Bisakah para pemain Persis Solo bangkit dan meraih kemenangan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.