
Siang itu, Minggu, 27 Desember 2009, segerombolan anak berkaos merah tampak berada di sekitaran lampu rambu lalu lintas di kawasan Delanggu, kabupaten Klaten. Keberadaannya adalah untuk mencari tumpangan gratis kendaraan yang akan membawa mereka sampai ke kota Solo. Baik truk, maupun mobil bak terbuka, satu per satu mereka datangi untuk sekedar meminta ijin menumpang. Jika tidak diijinkan, mereka pun berpindah ke mobil/truk lain yang juga tengah berhenti di lampu merah. Hari Minggu yang menjadi hari libur sekolah, menjadikan anak-anak tersebut bisa berkesempatan untuk hadir di kota Solo, menyaksikan dan memberikan dukungan langsung bagi tim sepak bola Persis Solo yang mana hari itu akan bertanding melawan Deltras Sidoarjo. PASOEPATI, itulah tulisan satu kata yang jelas terbaca di kaos merah yang mereka kenakan. PASOEPATI memiliki arti sebagai sebuah kelompok suporter sepak bola dari tim Persis Solo. Haru, meski nama PASOEPATI lebih identik dengan hiruk pikuk masyarakat kota Solo, namun di balik semua itu ternyata kebesaran nama PASOEPATI juga tidak lepas dari dukungan masyarakat kabupaten Klaten. Mungkin tidak hanya Klaten semata, tapi juga dukungan dari masyarakat kabupaten Boyolali, Salatiga, Karanganyar dan Sukoharjo. Dukungan luas dari berbagai daerah, menjadikan PASOEPATI sebagai salah satu kelompok suporter terbesar di Indonesia. » Selengkapnya..








