Trauma yang dialami para pemain Persis Solo ketika mendapatkan intimidasi berupa penyerangan bis yang mereka tumpangi saat akan menjajal rumput Stadion Segiri, Sabtu (24/10/2014) sore, nampaknya masih begitu membekas.
Hal itu diakui oleh allenatore Persis Solo, Widyantoro ketika ditanya perihal kesiapan anak asuhnya menghadapi laga tanding ulang melawan Borneo FC yang kabarnya dijadwalkan pekan ini.
“Rasa khawatir itu masih membekas, apalagi ini urusannya keselamatan pemain,”ujar Widyantoro.
Sebagai orang yang bertanggung jawab penuh atas performa para pemain di lapangan, dirinya mengaku sudah berusaha membesarkan hati anak asuhnya agar mampu mengatasi tekanan yang dilancarkan kubu rival Persis Solo.
“Di setiap kesempatan selalu saya beri motivasi untuk pemain, mereka bisa memberikan yang tebaik untuk klub ini,”lanjutnya.
Selain masalah tersebut, Wiwid, sapaan akrab Widyantoro, mengaku sudah memperbaiki kinerja timnya di atas lapangan. Masalah transisi pemain serta finishing touch yang buruk saat uji coba melawan UNSA sudah dievaluasi pelatih asal Magelang tersebut.
Dirinya pun yakin dengan sisa waktu yang dimilikinya, para pemain bisa menunjukkan performa yang impresif setelah mendapatkan suntikan motivasi dan latihan yang intensif.
“Masih perlu pematangan. Sebenarnya bisa dimatangkan lewat uji coba, namun kalau tiba-tiba jadwal rematch keluar dan harus bertanding di pekan ini, tentu kita yang akan kerepotan,”tandasnya.



