Persis Solo gagal memenuhi ambisinya mencuri poin di kandang Persik Kediri setelah pada pertandingan Minggu (8/4) sore, tim asuhan Junaidi ini harus menerima kekalahan 0-1 lewat gol penalti Oliver Makor di menit ke-23. Kekalahan Persis ini menyulut komentar miring dari pelatih Junaidi terkait wasit yang memimpin pertandingan.
Junaidi, menyoroti kinerja wasit Munadi
Wasit Munadi menuai protes dari tim Persis usai wasit tersebut memberikan tendangan penalti bagi Persik dan juga memberikan kartu merah untuk pemain Persis, Ari Yuganda. Sebelumnya, wasit dan hakim garis menganggap tidak terjadi hand ball di kotak penalti Persis dan pertandingan tetap dilanjutkan. Namun karena mendapat protes keras dari sejumlah pemain Persik, wasit pun segera merevisi keputusannya dan menunjuk titik putih tanda tendangan penalti untuk Persik.
“Ya pertandingan sebenarnya ramai, kita saling serang di babak pertama. Tapi ya kita kecelakaan saja pemain kita terkena kartu merah dan wasit berikan tendangan penalti,” ujar Junaidi di sesi konperensi pers seusai laga.
“Saya nggak ngerti sama wasit, dia itu punya pengalaman atau tidak. Wasit bodoh dia, seharusnya kalau sudah memutuskan A ya harus tetap A, bukan malah berganti B,” lanjut Junaidi penuh menggebu-gebu.
Junaidi memang sangat menyayangkan kepemimpinan wasit di laga sore tadi. Namun terlepas dari itu semua, Junaidi memberikan apresiasi tersendiri bagi kedua tim yang telah memperlihatkan pertandingan yang menarik dan maksimal.
“Pemain kedua tim sebenarnya sudah tampil memuaskan, penuh sportifitas. Tapi sayang tidak dibarengi dengan kualitas wasit yang baik. SDM wasit sekarang harus diperbaiki,” pungkasnya.