Home / Opini

Minggu, 28 November 2010 - 16:52 WIB

Pasoepati Harus Berani Tinggalkan Rasis

Nyanyian  rasis yang ditujukan Pasoepati kepada eks pelatih Persis Solo, Suharno,  masih menyisakan tanda tanya. Suharno yang merasa tidak bersalah kemudian seakan mendoakan buruk untuk Persis Solo.

Alhasil setelah hasil seri melawan Persikab di stadion manahan tahun lalu itu, Persis Solo menuai hasil buruk. Kemenangan terakhir Persis Solo adalah ketika menghadapi Mitra Kukar di stadion Manahan tahun lalu.

Rasis itu Racun

Nyanyian rasis di Stadion Manahan memang seperti sudah menjadi menu wajib saat mendukung Persis Solo. Berbeda jauh beberapa tahun yang lalu saat pasoepati hanya menyanyikan lagu pembakar semangat untuk tim Persis Solo.

Banyak orang tua sekarang sudah mulai enggan mengajak anak-anak mereka datang ke stadion Manahan karena takut anak mereka pintar bernyanyi lagu dengan kata-kata kotor.

” Saya sekarang jarang datang ke Stadion melihat Persis Solo bermain mas, istri saya marah-marah karena anak saya  di rumah nyanyiane misuh-misuh seperti di stadion Manahan” ujar seorang bapak kepada redaksi.

Terlepas dari benar dan tidaknya sumpah serapah yang di berikan Suharno musim lalu, Pasoepati memang sudah saatnya memperbaiki diri saat mendukung Persis Solo.

Dukungan dari tribun seharusnya meneror tim lawan bukan mengelu-elukan suporter tim lain yang saat itu bahkan tidak bermain melawan Persis Solo. Love Persis Hate Racism!!!!!

Share :

Baca Juga

Opini

Refleksi: Suporter Irlandia yang Tak Berhenti Bernyanyi

Opini

[Artikel Pembaca] Suara Suporter Seharusnya Dihargai

Opini

Andre Jaran: Seharusnya Pemain Sudah Tidur di Mess

Opini

Kompetisi Profesional, Bagaimana Nasib Klub Asal Solo?

Opini

Selamat Datang Di Solo Teman..

Opini

Optimisme Pusamania Borneo FC

Opini

2012 Klub SepakBola Tanpa APBD, Beranikah Pemerintah?

Opini

Solo (Seharusnya) Menjadi Barometer Sepak Bola di Jawa Tengah