Persis Solo kembali meneruskan torehan kekalahan ketika bermain di Bandung usai menelan kekalahan 1-2 dari tuan rumah Persikab Bandung, sabtu (10/3) sore di stadion Jalak Harupat.

Suasana konferensi pers setelah pertandingan Persikab – Persis Solo
Dua gol yang dilesakkan pemain Persikab, Ridwan dan Rinaldi, hanya mampu dibalas satu gol lewat tandukan Ferry Anto di menit akhir pertandingan.
Menanggapi kekalahan yang diderita timnya sore ini, pelatih Persis Solo, Junaidi mengeluhkan kurangnya pressing yang dilakukan pemainnya pada pemain lawan.
“Strategi pressing ketat pada pemain lawan yang saya rancang gagal terlaksana dengan baik, pemain tengah juga kurang koordinasi” ujar Junaidi seusai pertandingan.
Menurut Junaidi, Persis bermain baik sepanjang 30 menit awal babak pertama. Namun karena kurangnya kesabaran pemain dalam menekan tim tuan rumah, strategi yang sudah dirancang pelatih pun menjadi buyar.
“Pressing yang kurang membuat para pemain muda Persikab seperti mendapat angin segar. Para pemain akhirnya terpancing mengikuti irama permainan tim lawan” lanjut Junaidi.
Sementara itu, Pelatih Persikab Bandung Encang Ibrahim tidak bisa menutupi kegembiraannya usai anak asuhnya sukses mengalahkan tim Persis Solo.
“Alhamdulillah susaha payah akhirnya tim muda kami bisa menang. Hasil yang luar biasa karena di tim Persis banyak pemain berpengalaman” ungkap Encang Ibrahim.
Dengan kekalahan ketiga yang dialami Persis Solo, peta persaingan di grup 2 kompetisi Divisi Utama LPIS menjadi semakin menarik karena selisih poin antar tim tidak terpaut jauh.
“Grup ini menjadi menarik karena semua tim masih punya kesempatan menjadi yang terbaik. Yang jelas hasil ini akan menjadi evaluasi buat kami di putaran kedua nanti. ” pungkas Junaidi.


