Enam laga tersisa dan masih berkutat di zona degradasi, itulah nasib yang tengah dihadapi tim Persis Solo pada kompetisi BRI Super League 2025/2026, bersaing ketat dengan Madura United dan Persijap Jepara yang juga melakukan revolusi besar komposisi tim usai mendapatkan hasil buruk di paruh pertama kompetisi.
Bersaing dengan dua kompetitor tersebut bukanlah hal mudah, mereka mampu menampilkan kejutan di partai krusial akhir musim. Madura United berhasil mengalahkan Persebaya Surabaya pada pekan ke-28, sementara Persijap Jepara menggulung tuan rumah Semen Padang.
Milomir Seslija, pelatih spesialis paruh musim, yang saat ini menangani Persis Solo menorehkan hasil positif sejak memegang tim, namun Milo lebih sering mendapatkan hasil seri ketimbang memenangi laga. Pembuktian pelatih asal Bosnia hanya tinggal tersisa enam pekan, tekanan meninggi dan bahkan pada laga menghadapi Arema FC, Milo bersitegang dengan Dimitri Lima.
Tidak ada lagi waktu untuk berdebat perihal performa pemain, semua yang ada di tim Persis Solo harus melakukan segalanya agar tim kebanggaan Solo ini bisa terus eksis di kompetisi tertinggi sepakbola Indonesia.
“Yang paling penting untuk dimengerti oleh semua pemain adalah mereka harus memberikan segala yang mereka mampu lakukan untuk tim ini, nasib Persis Solo ada di lapangan,”tegas Abidin Nacha, founder PasoepatiNet.






