Home / PERSIS SOLO / Catatan Redaksi

Jumat, 12 Maret 2021 - 12:40 WIB

[MANAJEMEN] PERSIS SOLO BUTUH KOMPETITOR, SEKARANG ADA BHAYANGKARA FC

Hijrahnya Bhayangkara FC ke Kota Solo sedikit membuat masyarakat bola kota bengawan membicarakannya, tim bertabur bintang tersebut bahkan juga melakukan pendekatan pada masyarakat Solo dengan mengubah namanya menjadi Bhayangkara Solo FC.

The Guardian, julukan Bhayangkara mencoba mengambil simpati masyarakat Solo agar mau memberikan dukungan pada kiprah mereka selama berada di Solo. Sejumlah aksi sosial dilakukan olehnya, diantaranya melakukan pembagian ribuan sembako pada masyarakat kota Solo.

Aksi mendekati suporter ini yang sering diabaikan oleh manajemen Persis Solo, klub yang sejatinya sekarang ini menjadi cinta matinya ribuan anak muda Solo dan sekitarnya. Klub yang mampu menggerakkan ribuan massa dari satu daerah ke daerah lain ketika Persis Solo bermain. Namun, selama ini manajemen Persis Solo seolah menjaga jarak dengan suporternya,, bahkan kadang usulan dan kritik tidak dihiraukan.

Kehadiran Bhayangkara FC tidak selalu harus disikapi negatif oleh suporter Persis Solo, justru saat ini manajemen Persis Solo membutuhkan kompetitor yang bisa dijadikan pembanding dalam mengelola sebuahkub sepakbola profesional. Meskipun memang kehadiran Bhayangkara FC juga  pemicu friksi di kalangan grassroot suporter.

Baca Juga   GIBRAN INGIN TURNAMEN PIALA WALIKOTA SOLO DIGELAR

“Konteksnya adalah soal manajerial tim, bukan soal dukungan. Kalau dukungan, saya masih yakin Pasoepati masih setia mendukung Persis Solo. Kalaupun ada rumor pengurus suporter mau bantu dukungan ke BFC, tapi saya masih yakin pilihan¬† grassroot adalah Persis Solo,”ujar Abidin Nacha, pembina Pasoepati Klaten.

“Hal yang krusial saat ini adalah pada pengelolaan yang selama beberapa tahun terakhir ini seolah masih berjalan jauh dalam koridor kinerja profesionalisme. Bahwa owner mampu mampu membayar gaji pemain, itu benar, namun sepakbola profesional ada beberapa aspek lain yangjuga harus diperhatikan. Lihatlah sekarang Persis Solo tidak punya toko resmi selama lima tahun terakhir, itu baru satu kasus belum aspek yang lain”, lanjutnya.

Baca Juga   KAESANG PANGAREP: PERSIS SOLO LIGA 1 HARGA MATI

Sebenarnya Persis Solo bisa “ngangsu kawruh” pada klub Bali United yang saat ini sudah menjadi salah satu role model pengelolaan klub sepakbola profesional di Indonesia. Namun, tetap saja membutuhkan trigger untuk dijadikan motivasi lebih dalam mengelola sebuah klub sepakbola profesional.

Dalam catatan redaksi, Persis Solo sempat mempunyai kompetitor di Solo, yakni saat muncul klub sepakbola bernama Persis Gotong Royong. Namun karena klub tersebut juga jauh dari kata profesional, kinerja manajemen Persis Solo juga tidak bisa dikataklan profesional juga meskipun pada akhirnya mereka yang berhasil survive di akhir kompetisi.

“Saat ini mungkin waktu yang tepat bagi owner baru Persis Solo untuk membuktikan diri, ada Bhayangkara FC sebagai trigger, sebagai pemicu sekaligus pembuktian diri bahwa manajerial Persis Solo di tangan owner yang baru berubah menjadi lebih profesional. Ayolah Persis Solo, buktikan!!tegas AbidinNacha

Share :

Baca Juga

Catatan Redaksi

Cukup Joko Riyanto, Jangan Ada Kisah Serupa!

PERSIS SOLO

HARI INI, LAUNCHING JERSEY PERSIS SOLO

PERSIS SOLO

Polemik Musim Lalu dan LPI

PERSIS SOLO

Persis Amankan Satu Poin di Purbalingga

PERSIS SOLO

Bermain di Padang, Solo FC Tumbang

PERSIS SOLO

Walter Brizuella Berharap Bisa Gabung Persis Solo

PERSIS SOLO

Bakti Sosial Pasoepati Mboergadoel di Panti Darul Falah

PERSIS SOLO

KISAH SANDI SUTE DENGAN PERSIS SOLO RESMI BERAKHIR