Pagelaran putaran final kompetisi Liga Joss Indonesia 2009-2010 yang berlangsung di kota Solo, memang telah berakhir. Selain sukses digelar di kota bengawan, ternyata putaran final tersebut sangat menyedot banyak sekali animo penonton dari kota Solo dan sekitarnya, termasuk animo suporter tim kontestan yang bermain di semifinal dan final. Momentum ini ternyata tidak hanya melahirkan jawara liga Indonesia Divisi Utama saja, karena jika kita mau menilik ke tribun penonton, ternyata pagelaran putaran final tersebut juga memberikan ajang tersendiri bagi kelompok-kelompok suporter untuk dapat saling bersilaturahmi dari tribun stadion Manahan, Solo.

Boromania hadir dengan membawa lebih dari 10.000 orang ke stadion Manahan Solo.
Lihat dan dengarkanlah bagaimana suporter Boromania (suporter Persibo) yang kerap kali mendendangkan lagu untuk menyapa ramah suporter tuan rumah, Pasoepati Solo. Tidak mau ketinggalan, suporter Deltamania juga melakukan hal sama yakni memberi salam lewat lantunan lagu yang juga ditujukan kepada Pasoepati.

Deltamania tetap tertib dan damai meski Deltras Sidoarjo gagal menjadi jawara liga.
Hebat! Hingar-bingar suara dentuman drum dan ditambah nyanyian khas suporter seakan telah menjadi sebuah mega orkestra musik. Apalagi dalam pertandingan final yang berlangsung kemarin malam, terdapat tiga kelompok suporter yang berada di dalam satu stadion dengan jumlah orang yang terbilang sangat banyak. Kekhawatiran akan bisa terjadinya sebuah gesekan antar orang per orang maupun per kelompok, bisa saja dimaklumi. Namun apa yang terjadi sesungguhnya, kekhawatiran tersebut ternyata tidaklah terbukti.

Bertukar syal, simbolisasi dari sebuah persaudaraan antar kelompok suporter.
Baik Deltamania maupun Boromania, telah berhasil menjadi tamu yang santun bagi Pasoepati. Mereka datang ke kota bengawan dengan membawa misi perdamaian, menjaga persahabatan dan mempererat persaudaraan antar kelompok suporter. Dari stadion Manahan, terjadilah simbolisasi luar biasa diantara ketiga kelompok suporter, Pasoepati, Deltamania dan Boromania. Jeda waktu pertandingan final kemarin malam, digunakan oleh beberapa perwakilan ketiga kelompok suporter untuk memamerkan keharmonisan hubungan mereka. Saling bertukar cindera mata berupa syal, seakan menjadi hal yang sangat sepele namun kaya akan makna. Persaudaraan pun didapat saat itu juga!

Snex Semarang turut hadir ke stadion Manahan untuk menyaksikan pertandingan final.
Akhirnya, Pasoepati mengucapkan terima kasih kepada semua kelompok suporter (Boromania, Deltamania, Persiramania, Spartacks, The Kmers’, Snex Semarang) yang telah berkenan hadir ke stadion Manahan di kota Solo dalam memeriahkan dan mensukseskan putaran final kompetisi Liga Joss Indonesia 2009/2010. Tidak ada kerusuhan dan tidak ada pertikaian, persaudaraan ini harus dijaga sampai kapanpun!
Photos & Text : Adjiwae Onengisme




