Dua pemain pilar Persis Solo masing-masing Budiana dan Katno diperkirakan bakal absen saat skukatnya melawat ke Semarang menghadapi tuan rumah PSIS Semarang. Sementara itu tiga pemain baru Persis yaitu Bayu Pradana (gelandang), Bayu Sunarto (belakang) dan Ibrahim Ibnu Anas (striker) rencananya dibawa ke Semarang meski surat pengesahan mereka belum turun.

Katno, akan absen saat bertandang ke stadion jatidiri selasa (1/3) nanti
”Budiana terkena akumulasi dua kartu kuning sehingga tidak bisa dimainkan. Sedangkan Katno yang sekarang ini baru dalam taraf pemulihan fisik akibat cedera kondisinya baru 70% baik. Karena itu saya berharap tiga pemain baru itu Selasa (1/3) besok sudah bisa dimainkan,” ujar Pelatih Persis, Achmad Sukisno.
Menurut Sukisno jika ketiga pemain baru itu sudah bisa diturunkan pihaknya cukup terbantu. Namun bila mereka belum bisa diturunkan, pihaknya akan mencari pemain pengganti. Guna mengecek kesiapan pemain dan menyiapkan tim ke Semarang, Sukisno Senin (28/2) pagi ini akan melakukan latihan di Stadion Sriwedari.
Terpisah, Sekretaris Manajer Persis, Sapto JP memastikan skuatnya tetap berangkat ke Semarang guna menghadapi PSIS pada laga Divisi Utama putaran kedua Grup 2 di Stadion Jatidiri. Kemungkinan pada laga lawatan itu pihaknya akan mengusung 18 pemain.
”Semarang kan tidak sejauh Tangerang, jadi kalau di Tangerang kami membawa 15 pemain, kemungkinan kami nanti akan membawa 18 pemain. Karena dari segi dana yang dikeluarkan kan tidak sebesar kalau ke Tangerang,” ujar Sapto. Ditanya soal target, dia menjelaskan jika tiga pemain baru tersebut sudah bisa diturunkan, skuatnya berusaha keras mencuri poin. Lebih lanjut Sukisno berharap skuatnya bisa bermain dengan disiplin tinggi saat menghadapi PSIS. Sebab berdasar evaluasi kekalahan Haryadi dkk di Tangerang kemarin, banyak pemainnya tak bermain disiplin.
”Waktu di Tangerang itu kondisi anak-anak lelah sekali, sehingga idealnya mereka harus bermain simpel, tetapi yang terjadi sebaliknya. Nanti ketika menghadapi PSIS saya minta anak-anak juga bermain disiplin dan simpel,” terang Sukisno. (ian/espos)


