Home / PERSIS SOLO

Rabu, 29 Mei 2013 - 21:48 WIB

Strategi Jitu Widyantoro Jadi Kunci Kemenangan Persis

Salah satu Pasoepati Anak yang menyaksikan laga Persis Solo yang menjamu Persekap Pasuruan di Stadion Manahan Solo, Rabu (29/5) sore. Foto : Asef Dwi Nugroho

Kemenangan telak 3-0 yang didapatkan Persis Solo atas lawannya Persekap Pasuruan, Rabu (29/5) sore, tak terlepas dari keberhasilan strategi jitu pelatih Widyantoro yang berhasil meredam permainan cepat yang ditunjukkan oleh para pemain Persekap. Mengetahui lawannya tampil agresif, Widyantoro justru menerapkan strategi bertahan di sepertiga lapangan dan lebih mengandalkan serangan balik. Hasilnya, Persis sukses mempecundangi Persekap dengan tiga gol tanpa balas di pertandingan babak pertama.

“Strategi dan instruksi yang saya buat Alhamdulillah bisa berjalan di lapangan. Saya perintahkan agar para pemain tidak mengikuti gaya permainan Persekap yang cenderung memainkan permainan bertempo cepat. Kami bermain dengan sangat baik, bertahan, merebut bola lalu melakukan serangan balik yang kemudian berbuah gol,” ujar Widyantoro di sesi jumpa wartawan seusai pertandingan.

Untuk menjalankan strateginya di lapangan, pelatih Widyantoro pun terpaksa harus menggeser posisi beberapa pemainnya. Beberapa kali Tinton yang biasanya bermain di sektor sayap, justru harus menopang jantung lini tengah Persis. Tak hanya itu, Hendri yang semula berposisi sebagai pemain belakang juga terkena imbas pergeseran posisi menjadi seorang gelandang bertahan. Pola ini diperagakan Persis guna memberikan kekuatan di lini tengah tim sebagai poros pembangun serangan.

“Saya menggunakan taktik bertahan dan langsung menyerang balik jika pemain kami mampu menguasai bola. Kami menerapkan pola 4-1-3-2 dengan menempatkan Hendri di pos gelandang bertahan. Strategi kami berjalan baik dan Alhamdulillah kami mampu membuat tiga gol.”

“Kemenangan ini jelas kami persembahkan untuk Pasoepati karena selama ini mereka telah mendukung kami begitu sangat luar biasa,” paparnya.

Terkait dimainkannya dua pemain muda Persis, yakni Waskito Chandra dan Shidiq, pelatih Widyantoro sendiri mengaku bahwa hal tersebut ia lakukan karena terbatasnya para pemain cadangan di Persis sore tadi. Selain itu, Widyantoro juga memberikan kesempatan untuk pemain mudanya menambah jam bertanding di pertandingan reguler.

“Pemain cadangan kami sangat terbatas. Di bangku cadangan cuma ada 4 pemain. Dengan situasi seperti itu saya pun memasukkan pemain-pemain muda di sisa waktu 10 menit akhir pertandingan agar mereka bisa menambah jam bertanding,” sambungnya.

Setelah meraih kemenangan di pertandingan sore tadi, Persis sendiri tidak lantas harus hanyut dengan euforia kemenangan kandang. Pasalnya, jadwal pertandingan yang padat kini harus dihadapi Persis di tiga pertandingan sisa sebelum paruh musim ini berakhir. Yang terdekat, hari Minggu (2/6) nanti giliran tim PSBI Blitar yang akan bertamu ke stadion Manahan Solo menantang Persis. Ketatnya jadwal pertandingan seperti ini membuat Widyantoro harus pintar-pintar dalam menjaga kondisi timnya agar target memuncaki klasemen di akhir paruh musim bisa dicapai.

“Besok kami akan langsung melakukan latihan rutin. Kami harus tetap menjaga kondisi tim ini karena dalam dua minggu ini Persis harus melakukan empat kali pertandingan. Kami mencanangkan target menutup paruh musim kompetisi dengan memuncaki klasemen,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

PERSIS SOLO

Away ke Banjarnegara, Persis Solo Krisis Lini Belakang

PERSIS SOLO

Persis Solo Raih Kemenangan Perdana

PERSIS SOLO

PPSM Ungguli Persis Di Babak Pertama

PERSIS SOLO

[Statistik] Persis Solo vs PPSM: Bermain di Manahan, Sejarah Berpihak ke Tuan Rumah

PERSIS SOLO

Full Time: Persis Solo Gagal Kalahkan Borneo FC

PERSIS SOLO

Gol Roger Batoum Bawa PSCS Kalahkan Persis Solo

PERSIS SOLO

Wiwid: Musim Ini Lebih Berat

PERSIS SOLO

Latihan Bersama, Persis Taklukan AT Farmasi