Teka-teki kapan akan dilangsungkannya musyawarah cabang (Muscab) PSSI Solo sepertinya akan segera terjawab. Hal ini didasari dari hasil pertemuan antara pihak PSSI pusat dengan sejumlah tokoh sepak bola Solo yang berlangsung Jum’at (25/1) malam di Loji Gandrung.
Dalam pertemuan tersebut tampak hadir Deputi Sekjen PSSI Bidang Kompetisi Saleh Ismail Mukadar, Ketua Umum KONI Surakarta Gatot Sugihartono, pengurus harian Pengcab PSSI Solo, serta perwakilan klub-klub internal Persis. Dari hasil pertemuan tersebut didapatkan kesimpulan bahwa muscab Persis Solo yang selama ini ditunggu-tunggu bisa saja segera dilaksanakan tanpa harus menunggu ijin dan rekomendasi dari PSSI pusat.
Dalam penjelasannya, Saleh Ismail Mukadar memaparkan bahwa untuk menggelar musyawah cabang hanya diperlukan rekomendasi dari Pengprov, atau dalam hal ini Pengprov Jateng. Sementara PSSI sebagai induk organisasi tertinggi tidak lagi mempunyai wewenang memberikan rekomendasi secara langsung hingga ke tingkat pengcab.
“Di atasnya Pengcab Solo itu masih ada Pengprov PSSI Jateng. Di peraturan yang baru, PSSI tidak boleh ikut campur dengan Pengcab daerah. PSSI hanya bisa terhubung dengan pengurus provinsi atau Pengprov. Jadi ketika muscab ingin digelar, maka harus berkoordinasi dengan Pengprov. Tentang kapan muscab Solo bisa diadakan, itu bukan lagi jadi wewenang PSSI,” ujar Deputi Sekjen PSSI Bidang Kompetisi, Saleh Ismail Mukadar.
Sementara itu di bagian lainnya, koordinator klub internal Persis Solo, Teddy Agung Sulistyo berharap kepada PSSI agar kekisruhan sepak bola Indonesia saat ini bisa lekas terselesaikan. Dengan selesainya kemelut konflik sepakbola, maka secara otomatis juga akan memberikan dampak yang baik bagi persepakbolaan di tingkat daerah.
“Sebaiknya PSSI segera menyelesaikan segala konflik yang saat ini sedang terjadi. Karena jika dari petinggi sudah baik maka kita yang berada di bawah ini pasti juga akan mengikuti. Mau kemana, ISL maupun IPL asalkan tidak abu-abu seperti kondisi sekarang ini,” ujar Teddy Agung Sulistyo.