Home / Opini

Selasa, 31 Mei 2011 - 08:32 WIB

Siapkah Persis Solo Tanpa APBD Musim Depan

pasoepati, aset berharga Persis Solo dalam mengarungi kompetisi musim depan

Mulai tahun 2012 Pemerintah Daerah di larang untuk memberikan subsidi dana APBD kepada tim Sepakbola profesional. Aturan ini tentu saja bagai petir di panasnya siang hari bagi klub yang selama ini menggantungkan pembiayaan klub pada dana hibah APBD.

Siapkah Persis Solo dengan kondisi ini? Dua musim tanpa APBD sudah di jalani tim kebanggan wong Solo ini, namun hasilnya mengecewakan. Selama dua musim berkompetisi tanpa APBD tim Persis Solo menjadi juru kunci selama dua musim berturut-turut.

Namun torehan dua musim menjadi juru kunci itu di dapat dalam kompetisi saat tim yang menjadi lawan Persis Solo  masih mendapatkan suntikan APBD dari pemerintah daerahnya.

Bagaimana musim depan?

Musim depan (jika Persis Solo benar tidak terdegradasi ke divisi satu) bisa jadi lain ceritanya jika semua tim bertanding dalam keadaan sama-sama tidak mendapatkan dana hibah dari APBD pemerintah daerah.

Problem finansial bisa jadi akan merembet ke banyak tim mulai musim depan saat APBD benar-benar di larang, bukan hanya Persis Solo saja yang mengalami krisis finansial.

Terlepas dari polemik di hentikannya APBD untuk klub  sepakbola profesional, Suporter dan manajemen tim perlu duduk bersama untuk mensiasati problem yang akan di hadapi di kompetisi mendatang.

Suporter harus di libatkan oleh manajemen dalam pemecahan masalah finansial tim karena bagaimanapun mereka (suporter) adalah aset terbesar yang di miliki klub dalam sepakbola profesional.

Selain itu manajemen juga harus bisa menggandeng sponsor yang bisa menjadi partner dalam membiayai Persis Solo berkompetisi. Hal yang tidak mudah mengingat dua musim terakhir sulit sekali mendapatkan sponsor untuk laskar Sambernyawa.

” Kami ingin prestasi yang lebih baik, dengan prestasi mungkin dukungan kami selama ini serasa di hargai” jelas sigit omponx.

Tidak mudah mengelola sebuah tim sepakbola profesional yang punya suporter super fanatik seperti pasoepati. Tuntutan klub bisa berprestasi dalam keadaan finansial yang bermasalah tentu bukan hal yang mudah di atasi.

Namun apapun itu, Pasoepati berhak mendapatkan prestasi terbaik dari klub yang di dukungnya karena sudah berjuang allout memberikan dukungan. (AN)

Share :

Baca Juga

Opini

Kompetisi Profesional, Bagaimana Nasib Klub Asal Solo?

Opini

Nyanyian Rasis, Masih Layak Kah?

Opini

Lebih Bangga Dengan Jersey Timnas

Opini

2012 Klub SepakBola Tanpa APBD, Beranikah Pemerintah?

Opini

Selamat Datang Di Solo Teman..

Opini

Kopdar Pasoepati, Efektifkah?

Opini

[Artikel Pembaca] Suara Suporter Seharusnya Dihargai

Opini

Persis Solo Tanpa APBD, Peran Pasoepati Semakin Besar