Home / PERSIS SOLO

Minggu, 22 April 2012 - 02:25 WIB

Faktor Emosi Pemain menjadi Pemicu Kegagalan Persis

Arnaldo Villalba harus menerima kartu merah akibat emosinya yang tak terkontrol selama pertandingan. Villalba mendapat kartu merah setelah melakukan tindakan provokasi kepada pemain PSS Sleman, Marwan Muhammad.

“Sudah jatuh, masih tertimpa tangga,” peribahasa tersebut saat ini lebih pantas dialamatkan kepada tim sepak bola kebanggaan masyarakat kota bengawan, Persis Solo. Target untuk mencuri poin di Sleman akhirnya pupus setelah tim Samber Nyawa ini harus mengakui kekalahannya dari tuan rumah PSS Sleman dengan kedudukan akhir 2-0. Seakan belum lengkap dengan penderitaan yang diterima Persis Solo, wasit Nendi Rohadi yang memimpin pertandingan pun turut pula melengkapi penderitaan Persis dengan memberikan sebuah kartu merah untuk penyerang Persis, Arnaldo Villalba.

Kegagalan Persis mencuri poin di Sleman menurut pelatih Persis, Junaidi, lebih dikarenakan emosi anak-anak Persis yang lepas kontrol selama bertanding. Emosi para pemain seakan meledak di lapangan yang membuat permainan menjadi tidak bisa berkembang. Emosi yang tinggi juga turut menjadi sebab para pemain Persis kerap melakukan pelanggaran dan protes berlebih kepada wasit. Akibatnya, tempo permainan Persis pun tidak berjalan secara stabil.

“Aku memberikan apresiasi dari permainan anak-anak Persis karena semangat bermain mereka sangat tinggi. Tapi sayangnya tidak terkontrol dengan emosi mereka sendiri. Semangat bermain mereka sangat tinggi, tapi diiringi emosi yang juga tinggi maka hasilnya mereka malah lepas kontrol,” ujar Junaidi seusai pertandingan.

Masih menurut Junaidi, emosi yang tinggi dari para pemain Persis bisa muncul karena beberapa sebab. Salah satunya bisa karena kepemimpinan wasit yang kurang adil sehingga mengundang protes berlebih dari para pemain Persis yang merasa dirugikan. Emosi tinggi pemain Persis pun juga bisa muncul akibat faktor psikologis pemain yang bersangkutan.

“Faktor psikologis ya bisa dari kita sendiri atau karena faktor lain seperti pressing wasit karena tidak adil dalam memimpin pertandingan. Ya banyak faktor yang bisa membuat kita mengalami emosional tinggi. Sebenarnya hal itu bisa diredam dengan cara pemain mau saling mengingatkan agar bisa bermain lebih sabar dan lebih tenang,” sambungnya.

Emosi yang berlebihan dari para pemain Persis akhirnya mencapai klimaksnya di menit ke-62 ketika wasit Nendi Rohadi memberikan kartu merah kepada Arnaldo Villalba setelah pemain tersebut melakukan tindak provokasi usai dirinya dilanggar keras pemain PSS. Keluarnya Villalba jelas merupakan bentuk kerugian bagi Persis disaat tim tersebut sedang berjuang untuk dapat mengejar ketertinggalannya dari PSS Sleman.

“Kita mendapat kartu merah, dan dengan kartu merah itu kita jadi bermain dengan 10 orang saja. Padahal di babak kedua, aku berpikir kita harus lebih menyerang lagi,” ujarnya lagi.

Selain emosi pemainnya yang tidak bisa terkontrol, pelatih Junaidi turut pula menyoroti kinerja wasit Nendi Rohadi yang bertugas memimpin pertandingan tersebut. Menurut penilaiannya, wasit Nendi Rohadi gagal memimpin pertandingan dengan baik karena masih adanya ketidak adilan yang ia terima selaku tim tamu. Pressure wasit yang diberikan kepada Persis dirasakan terlalu tinggi. Junaidi bahkan memberikan contoh bentuk ketidak adilan wasit Nendi Rohadi yang menganulir gol yang dicetak oleh Ilham Hasan di menit akhir pertandingan.

“Wasit memang susah ya, aku tidak tahu mengapa kualitas wasit di putaran kedua ini tidak lebih baik dari putaran pertama lalu. Bedanya sekarang ini pressure wasit terhadap tim tamu tinggi sekali. Aku merasakannya sejak kami bermain di Kediri. Tapi, ya inilah sepak bola,” pungkas Junaidi. (adjiwae)

Share :

Baca Juga

PERSIS SOLO

Sponsor Besar Datang, Alap – Alap Sambernyawa Siap Terbang

PERSIS SOLO

Cepat Sembuh, Gianini!

PERSIS SOLO

Pasoepati Serahkan Bantuan Korban Erupsi Gunung Kelud

PERSIS SOLO

Nurdin Halid: Ini Sudah Takdir

PERSIS SOLO

Pasoepati Welcome ke Suporter Semarang

PERSIS SOLO

Ujicoba Sebelum Play Off?

PERSIS SOLO

Harapan Dan Kritikan Pasoepati Menjelang Laga Persis Solo – Persiraja

PERSIS SOLO

JANGAN ADA SANKSI LAGI DI BABAK 16 BESAR