Home / PERSIS SOLO

Kamis, 27 Maret 2014 - 10:27 WIB

Widyantoro: Semua Lawan Saya Anggap Berat

widyantoro

Target maksimal diusung oleh manajemen Persis Solo menghadapi bergulirnya kompetisi Divisi Utama 2014 yang akan segera dihelat pada 15 April mendatang. Tak tanggung-tangung, 30 poin ditargetkan untuk diraih Persis Solo selama melakoni 14 laga penyisihan di grup 4.

Menurut manajer Persis Solo, Totok Supriyanto, selama melakoni putaran pertama penyisihan grup 4, manajemen menargetkan 15 poin harus bisa diamankan. Target tersebut dianggapnya bisa direalisasikan mengingat Persis mempunyai 4 kali laga kandang dan 3 laga tandang.

“Di putaran pertama saya rasa 15 poin harus diamankan agar bisa bertahan di papan atas, saya yakin Persis Solo pasti bisa,”ujar Totok Supriyanto.

Sementara itu, pelatih Persis Solo, Widyantoro memilih fokus mempersiapkan timnya agar bisa meraih hasil maksimal dalam setiap laga yang dilakoni Persis Solo. Target yang diberikan manajemen pun siap diembannya dengan baik agar Persis Solo mampu lolos dari fase penyisihan grup.

Tak ingin jumawa dengan materi pemain bagus dan persiapan tim yang cukup lama, Widyantoro memandang semua tim punya kesempatan yang sama. Untuk itulah dirinya memilih mematang persiapan timnya agar anak asuhnya siap bertarung dalam kompetisi Divisi Utama yang dikenal keras dan melelahkan.

“Semua lawan saya anggap berat, namun yang paling berat adalah melawan diri kita sendiri. Lebih baik kita fokus dengan tim ini, bekerja keras dan bekerja keras agar bisa meraih hasil maksimal,”terang Widyantoro.

Share :

Baca Juga

PERSIS SOLO

Solo FC Ingin Beri Kado Untuk Pasoepati

PERSIS SOLO

PERSIS Bertekad Lanjutkan Kompetisi

PERSIS SOLO

[Galeri Foto] Persis Solo Jr. vs Persipur Jr.

PERSIS SOLO

Tandang ke Ngawi, Widyantoro Siapkan Skema Baru

PERSIS SOLO

Manajemen Akhirnya Dapatkan Mess Untuk Pemain

PERSIS SOLO

[Galeri Foto] Persis Solo vs Persibangga

PERSIS SOLO

GOL RUDIYANA DAN TRI HANDOKO BAWA PERSIS SOLO PUNCAKI GRUP 4

PERSIS SOLO

Away Cilacap: Wowot Akumulasi Kartu Kuning, Tinton Balik ke Kesatuan