[Statistik] Menilik Kekuatan Baru Persis Solo

persis solo 2015

Persis Solo akhirnya merasakan kembali manisnya sebuah kemenangan di laga kandang. Melawan PPSM Magelang (22/3) di Stadion Manahan, tim asuhan Aris Budi Sulistyo unggul dengan skor 3-0. Hasil yang pantas karena sepanjang pertandingan Persis Solo begitu menguasai laga. Andrid Wibawa menjadi bintang pada game kemenangan ini dengan sumbangan 1 gol dan 1 assist.

Berbeda dengan laga uji coba sebelumnya, kelebihan Persis tahun ini yakni seluruh lini mampu terorganisir dengan baik. Salah satu masalah musim lalu yang terbiasa memulai serangan dari lini tengah rupanya tidak ditemui, paling tidak di pertandingan ini. Lini belakang Persis menyumbang 30 jumlah operan Persis dalam pertandingan kemarin. Pasangan center-back, Gusripen dan Roy mampu dimaksimalkan perannya dalam memulai serangan.

Khususnya Gusripen, pemain ini kerap pula melepaskan umpan langsung ke daerah sepertiga PPSM melewati gelandang Persis Solo, dimana saat itu, Anggo dan Andika mendapat pressing dari gelandang PPSM. Gusripen mencatatkan 24 passing sukses dan 3 longball sukses, hal yang jarang dilakukan bek Persis sebelumnya. Dalam bertahan, pemain kelahiran Kampar Riau ini juga mengoleksi 10 sapuan, dan 5 intersep. Disiplin.

Peran Gusripen itu jelas menjadi solusi atas strategi PPSM yang berupaya menumpuk pemain di tengah agar Persis tak mampu mengembangkan permainan. Sekali lagi Ia pantas mendapat kredit dari perannya kemarin sore.

Sektor full-back yang diisi oleh Hendri Aprilianto dan Qoiron Sandy pun juga kerap bahu-membahu membangun serangan. Di pertandingan ini, Sandy mantan kapten Persik U-21 ini mencatatkan 2 kali umpan silang sukses. Karena aksinya yang mobile, Ia dilanggar sebanyak 4 kali. Sementara Hendri begitu leluasa maju sampai pertahanan PPSM. Pemain jangkung ini hampir saja mencetak gol andai saja sundulannya tak dimentahakan kiper Magelang. Sebuah key-pass juga ia ciptakan di babak pertama.

Utak-atik posisi pemain masih dicoba oleh pelatih Aris Budi. Pemain yang paling sering diganti posisinya adalah Ferryanto. Di awal pertandingan, pemain yang biasa bermain sebagai target-man ini dioperasikan sebagai sayap kanan, sebentar kemudian berganti posisi dengan Andrid di sayap kiri. Setelah Andika ditarik mundur ke belakang, Ferry dimajukan jadi second-striker dibelakang Indra Gunawan. Baru setelah Indra Gunawan ditarik keluar untuk diganti Abdi Gusti, kapten Persis ini kembali diposisikan sebagai striker. Hal yang sama juga dialami Dedi yang memang sudah sering berpindah posisi dari gelandang tengah menjadi winger. Sedangkan Andika Nampak begitu leluasa kala bermain dibelakang striker, Ia mencatatkan 1 tembakan ke gawang.

Pada menit ke 14, suatu kericuhan di mulut gawang PPSM membuat kiper kesulitan melihat bola yang di bawa Dedi. Dedi lantas melepaskan bola yang diarahkan ke tiang jauh, sebelum bola sampai meluncur ke gawang, Ferryanto sukses membelokan bola dan akhirnya peluang itu berbuah gol untuk Persis.

Duel seru sempat tersaji diawal babak di lini tengah. Disitu ada Anggo Julian di kubu Persis, melawan imam Sahid Albana yang juga merangkap kapten PPSM. Imam didukung pemain gaek Nova Zaenal sempat beberapa kali membuat peluang, 2 kali Ia tercatat bahkan mengancam gawang Johan lewat tendangan jarak jauh. Hal itu terjadi kala Anggo masih berpasangan dengan Dedi di tengah. Setelah dedi digeser ke sayap untuk diganti posisinya oleh Andika, Persis berbalik kuasai lini tengah.

Ini adalah kali kedua bagi Anggo Julian bermain untuk Persis Solo, sejak yang pertama minggu lalu kala melawan Sriwijaya FC. Namun Ia sudah membuktikan diri bahwa mantan pemain PSS Sleman ini bisa diandalkan dan sanggup menjadi jendral di lini tengah Persis. Ia menjadi pemain persis yang melakukan operan terbanyak dengan 34 kali usaha yang sukses. Ia juga rajin berduel dengan lini tengah PPSM, dengan koleksi 1 kartu kuning dari 5 kali pelanggaran. Masuknya Abdi Gusti jadi tak begitu kentara perannya karena sejak menit awal Anggo sudah dipercaya untuk mengkomandoi area tengah. Abdi yang bermain pada babak kedua ini hanya melakukan 13 passing saja. Peran Abdi Gusti kali ini sangat timpang dibanding perannya ketika Anggo belum masuk, ketika melawan Persiba Bantul ia bahkan melakukan 51 kali passing dalam pertandingan itu.

Ainudin yang masuk di pertengahan babak kedua langsung nyetel dengan Andrid, Agung Budi. Kombinasi pemain muda ini membuat serangan Persis nampak lebih hidup. Pada akhir babak kedua, tepatnya memasuki 2 menit tambahan waktu, Andrid dengan akselerasinya sukses mencetak 1 gol dan satu menit berselang Ia juga memberikan assistensi kepada Ainudin Devira. 2 gol yang membuat Persis mengukuhkan keunggulan menjadi 3-0 atas tamu asal Magelang.

8 Responses

  1. everywhere

    Spesialis pinalti wae dibanggakne 😀
    semusim ngegoalke 9/10 nek stengahe pinalti yo jik kalah karo igun 😀
    Mending yanuar karo ainudin liyane coret 😀

  2. nit not

    feriyono ki kok isih di pasang to yooo, finishing touch elek duel kalah loh
    isih mending kito chandra wani duel
    mending kito – ainudin opo mas mantan yanuar wkwk

  3. Formasi paling ideal menurutku lho 4-5-1.

    *Agung pras

    *Hendri *Gusripen *Roy *Qoiron Sandy

    *Anggo julian *Abdi Gusti

    *Andrid *Dedi Cahyono *Bayu Nugroho

    *Ainuddin Devira

  4. Strikere jik apik ainuddin ..
    Coba sering dipasang pasti lebih joss dibanding igun…
    Ainuddin punya kecepatan dan tendangan yg bagus…
    Tdk ada salahnya menjadikan dia starter …

  5. everywhere

    Musim wingi Onana karo Javad sing marai performa mudun.
    Cirelli karo Mbom malah joss!
    Mugo” ugik gabung , jane siji meneh isnaini (seleksi martapura)/april hadi(seleksi psm)

Leave a Reply

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.