Home / Statistik Persis Solo

Kamis, 1 Mei 2014 - 13:11 WIB

[Statistik] Kemenangan Yang Hambar

Persis Solo sukses menaklukan Persip Pekalongan sore kemarin 29/4. Dengan kemenangan ini membuat klub kebanggan wong Solo aman di posisi 2 klasemen. Walaupun demikian, apa yang dibawa pulang selepas pertandingan tidak hanya 3 poin tapi juga kekhawatiran.

Bagaimana tidak, jika kemenangan atas Pekalongan ini mesti dipastikan pada menit-menit akhir pertandingan, itu pun lewat titik putih. Persis memang juga pernah menang dengan gol tunggal di akhir laga, sewaktu di Purwodadi, namun jalannya yang berbeda. Kali ini permainan sangat membosankan. Bahkan bagi Pasoepati, untuk berharap menang saja rasanya tak pantas karena permainan Persis yang seperti kemarin. Persis tampil tanpa arah.

Hilangnya Wahyu di lini tengah bisa dimasukan faktor atas ‘kegagalan’. Hal ini terlihat gambar berikut :

Statistik

Posisi tengah yang biasa dihuni Wahyu sangat jarang terjamah bola. Akbar yang didaulat menggantikan Wahyu tidak sangggup mengganti peran Wahyu karena bertipikal bertahan. Pun dengan Fandi, pemain yang begitu menonjol dalam 2 laga tandang menjadi kurang kelihatan. Masalahnya adalah saat di Purwodadi dan Rembang Persis dalam posisi menerima tekanan dan cenderung bertahan. Lain soal ketika melawan Pekalongan dimana Persis harus menyerang karena bermain di kandang sendiri.

Minimnya kreasi lini tengah digantikan oleh terobosan dari posisi wingback. Selama pertandingan posisi ini sering menjadi pos yang mengawali serangan walaupun hasilnya juga tidak maksimal. Cirelli dan Hendri menjadi pemain yang paling aktif melepas umpan yakni 38x selama pertandingan. Khusus Hendri, setelah kembali ke pos aslinya yakni wingback kanan penampilannya pun turut membaik. Dipertandingan ini, Hendri-lah pemain yang berpenampilan paling baik. 97% akurasi umpan, 100% dalam duel udara, 1 intercept dan 4 clearence.

Baca Juga   [Statistik] Javad Moradi, Nyawa Lini Tengah Persis Solo

Statistik

Aliran bola yang kurang lancar dari lini tengah ini jelas berpengaruh dengan kinerja lini depan. Ferryanto yang dijadikan ujung tombak praktis kurang mendapat pelayanan dengan baik. Selama pertandingan El Tigre tak sekalipun membahayakan gawang kiper lawan. Hanya melepaskan 1x percobaan shot, itu pun bisa diblok pemain belakang Pekalongan. Melakukan 12x passing dalam kurun 90 menit itu juga menjadi bukti betapa tak berdayanya topskor Persis Solo musim lalu.

Di babak kedua, Persis semakin disulitkan dengan strategi parkis-bus-sak-terminale yang diterapkan Persip Pekalongan. Persip menaruh semua pemainnya di area pertahanan mereka, dan hanya menyisakan 1 di depan. Praktis Persip hanya mengandalkan serangan balik saja. Tercatat 3x serangan balik yang dilancarkan laskar Kalong namun tanpa hasil yang positif. Dibabak kedua Persip tanpa shot on goal. Persip rela melewatkan kesempatan menyerang dan mencetak gol demi menjaga bus yang mereka parkir tetap pada tempatnya.

Situasi ini membuat pihak Solo frustasi. Coach wid memasukan Yanuar untuk menemani Ainudin dan kapten Ferryanto di depan, 3 striker dimainkan. Lalu Tinton masuk menggantikan Windu. Andrid juga harus dipaksa menekan pertahanan Persip layaknya seorang striker, namun hasilnya tetap nihil.

You play drama, you got karma

Pertandingan yang membosankan. Bukan hanya faktor permainan buruk Persis namun juga sepakbola yang dimainkan Persip .

Akhir-akhir ini pasti kita sering mendengar istilah semacam cattenacio, parkir bus dan segala macam julukan untuk strategi bertahan yang diterapkan suatu klub. Biasanya yang menerapkan strategi itu ialah klub yang memang merasa tidak unggul dari lawannya lalu memilih cara aman dan pragmatis. Tentu bisa dipahami semua cara itu jika masih dalam kiridor fairplay.

Baca Juga   PERSIS SOLO WAJIB KALAHKAN PSIR REMBANG ATAU GAGAL LOLOS DELAPAN BESAR

Tapi bagi siapapun yang hadir di Manahan kemarin pasti dibuat jengkel dengan banyak aksi mengulur waktu dari pemain Persip. Atas kejadian ini, sampai-sampai kami harus mencatat apa yang seharusnya tidak dicatat : aksi pura-pura cedera pemain Persip. Puncaknya di babak kedua, ada 8 aksi diving pemain Persip. Aksi ini tetap dilakukan walaupun harus berujung 2 kartu kuning.

Tetapi bagaimanapun juga, inilah cermin sepakbola kita sekarang. Berbeda dengan strategi pragmatis ala Mou misalnya, adalah sesuatu yang halal berdasar strategi dan kejeniusan membaca permainan lawan. Bukan aksi tipu-tipu dan berpura-pura cedera untuk menghabiskan waktu. Toh, akhirnya Persip takluk lewat gol penalti Cirelli diujung laga yang sekaligus mengakhiri drama dari Pekalongan. Persis 1 – 0 Persip.

***

Kemenangan yang hambar, Ferryanto yang bukan Ferryanto dan permainan tim yang tanpa arah. Semoga tak terulang lagi di pertandingan selanjutnya. Lelah karena seminggu harus menjalani 3 pertandingan mungkin bisa dimaklumi untuk menjadi alasan lain atas permainan buruk sore kemarin. Tapi menjadi tidak benar ini dijadikan tameng untuk menangkis kritikan untuk bermain lebih baik lagi dalam sisa kompetisi yang ada. Karena ISL butuh perjuangan yang lebih dari ini.

Share :

Baca Juga

Statistik Persis Solo

[Statistik] Kinerja Pemain Persis Solo Saat Mengalahkan Mojokerto Putra

Statistik Persis Solo

[Statistik] Hadapi PSIR, Persis Solo Berani Bermain Terbuka dan Disiplin

Statistik Persis Solo

[Statistik] Meski Menang, Persis Miskin Determinasi

Statistik Persis Solo

[Statistik] Persis Solo vs Persires Banjarnegara

Statistik Persis Solo

[Statistik] Persis Solo vs PSIS, Lemah di Lini tengah

Statistik Persis Solo

[Review] PSGC Ciamis vs Persis Solo

Statistik Persis Solo

[Statistik] Persis Solo vs Psis Semarang, Dihukum Tendangan Bebas (lagi)

Statistik Persis Solo

[Statistik] Menilik Kekuatan Baru Persis Solo