Home / PERSIS SOLO

Minggu, 24 April 2011 - 18:43 WIB

Solo FC Lengah Jelang Akhir Pertandingan


Stevan Racic selalu mendapat pengawalan ketat dari sejumlah pemain Jakarta FC.

Solo FC harus menahan malu karena kekalahan kandangnya dari tim tamu Jakarta FC. Dalam lanjutan komeptisi Liga Primer Indonesia yang berlangsung Minggu (24/4) sore di Stadion Manahan, tim asuhan Branko Babic harus menyerah dengan skor tipis 0-1. Adalah pemain tengah Jakarta FC, H. Bayon, yang berhasil mencetak gol semata wayang timnya di menit ke-82. Inilah kekalahan ketiga Solo FC di kandang sendiri setelah sebelumnya Ksatria XI juga dikalahkan oleh Persema Malang dan Aceh United.

Baru satu menit pertandingan berlangsung, petaka sudah menghampiri kubu Solo FC. Pemain andalan Solo FC, Muhammad Analis, mengalami cedera patah tulang setelah terjadi benturan keras dengan salah seorang pemain lawan. Kejadian ini memaksa Branko Babic memasukkan Edy Subagyo untuk mengganti M. Analis yang harus dilarikan ke rumah sakit.

Lepas dari cedera M. Analis, permainan Solo FC terlihat langsung agresif. Menit keenam Yunet Hardiyanto langsung mengancam gawang Jakarta FC melalui eksekusi tendangan jarak jauhnya. Namun sayang, bola masih terbang tipis di atas gawang lawan. Diserang lini pertahanannya, membuat Jakarta FC tak tinggal diam. Dalam sebuah skenario serangan, Emanuel de Porras yang berhasil masuk ke kotak penalti Solo FC terpaksa harus dilanggar oleh penjaga gawang Aleks Vrteski. Wasit pun lantas menunjuk titik penalti untuk kubu tim tamu. De Porras yang ditunjuk sebagai eksekutor nyatanya malah gagal mencetak gol karena bola hasil tendangannya berhasil dibendung oleh Aleks Vrteski.

Setengah jam berlalu, giliran Zarko Lazetic yang mendapat peluang mencetak gol. Melalui eksekusi bola mati yang terjadi di depan kotak penalti, Zarko melepaskan tendangan yang mengarah ke gawang. Namun sayang, datangnya bola berhasil dihalau oleh penjaga gawang Jakarta FC, Rahmat. Selang tiga menit atau di menit ke-33, pemain Jakarta FC Leonardo juga memberikan ancaman setelah tembakannya hanya menyamping kiri dari gawang Aleks Vrteski. Skor tanpa gol pun menutup jalannya laga di babak pertama.

Pada babak kedua menit 63, Zarko Lazetic berhasil mengirimkan umpan matang di muka gawang lawan. Tapi sial, tak ada satu pun pemain Solo FC yang berhasil memanfaatkan peluang tersebut. Menit ke-65, giliran penyerang bengal Stevan Racic yang melakukan tendangan first time dari luar kotak penalti, namun arah bola masih melambung semeter di atas mistar gawang.

Jakarta FC bukan tanpa peluang. Di menit ke-70 pemain tengah H. Bayon mengancam gawang Solo FC melalui tendangan kerasnya. Namun belum maksimal karena bola tembakannya membentur pemain Solo FC dan hanya mengakibatkan tendangan sudut. Baru di menit ke-82, tembakan H. Bayon menuai hasil. Mendapat sodoran umpan matang dari sektor kiri, H Bayon yang berada di depan kotak penalti langsung melepaskan tendangan keras yang membuat bola melaju kencang ke gawang Solo FC. Aleks Vrteski sudah berusaha menghalau datangnya bola, namun gagal dan bola pun masuk ke gawang. Jakarta FC memimpin satu gol dari tim tuan rumah.

Di menit akhir pertandingan, Solo FC hampir saja berhasil menyamakan kedudukan setelah eksekusi tendangan bebas dari Stevan Racic hanya membentur tiang kiri gawang Jakarta FC. Bola yang memantul selanjutnya mengenai tangan salah seorang pemain Jakarta FC. Sayang, kejadian tersebut tidak dilihat oleh wasit. Beberapa pemain Solo FC lantas melakukan protes kepada wasit yang tidak memberikan penalti bagi Solo FC. Hingga akhir pertandingan, skor pun tetap bertahan 0-1 untuk kemenangan tim tamu.

Kubu Jakarta FC mengakui kunci kemenangan timnya ada pada solidnya permainan timnya. Baik pemain lokal maupun pemain asing bisa saling mengisi di lapangan. Kubu Jakarta FC juga menilai bahwa permainan bagus dari penjaga gawang Solo FC membuat timnya kesulitan dalam mencetak gol.

“Di babak pertama pertandingan saling jual beli serangan, baik Jakarta FC maupun Solo FC. Solo FC bermain bagus, hanya mungkin kurang beruntung. Jakarta FC sendiri juga banyak peluang, De Porras dua kali dan  H. Bayon satu kali, tapi semuanya gagal menjadi gol. Kiper dari Solo FC hari ini bermain bagus. Kunci kemenangan kami adalah kesolidan pemain di lapangan. Antara satu pemain dengan pemain lain bisa saling mengisi. Secara garis besar permainan tim Jakarta FC sudah berjalan sesuai dengan instruksi pelatih,” ujar Ardhi Tjatoko selaku manager tim Jakarta FC.

Sedangkan dari kubu Solo FC, menanggapi kekalahan timnya, manajer tim Totok Supriyanto berpendapat bahwa pertandingan menjadi sulit bagi Solo FC karena tiga pemain intinya mengalami cedera. Muhammad Analis, Dhian Fachrudin dan Yunet Hardiyanto memang dibekap cedera serius dalam laga hari ini. Bahkan M. Analis dan Dhian Fachrudin terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit terkait cederanya. Sedangkan Yunet meski cedera tetap dipaksa bermain hingga pada akhirnya harus digantikan oleh Bahroni Fadli.

“Hasil yang kami raih bukan hasil yang kami inginkan. Dan saya kira pertandingan sore hari ini merupakan pertandingan yang sangat sulit untuk Solo FC, dimana beberapa pemain kita mengalami cedera. Untuk M. Analis mengalami patah tulang dan pada jam 7 malam ini akan dilakukan operasi. Secara hasil kami kecewa karena tidak bisa memenangkan pertandingan sore ini. Cederanya Analis, Dhian dan Yunet sangat berpengaruh  pada laga sore hari ini. Kami kecewa dengan hasil ini, tapi tentunya kami juga menghargai perjuangan para pemain dimana pemain juga sudah berjuang maksimal,” ujar Totok di sesi jumpa pers bersama wartawan. (adjiwae)

 


Warning: preg_split(): Unknown modifier 'p' in /home/pasoepat/public_html/wp-content/themes/Detak Terkini/functions.php on line 183

Share :

Baca Juga

PERSIS SOLO

Persis Solo vs Persip Pekalongan, Tanpa Gol di Babak Pertama

PERSIS SOLO

”Diklat Persis Harus Ada Promosi Dan Degradasi”

PERSIS SOLO

19 PEMAIN DIREKRUT, FREDDY MULI MASIH BUTUH BEK DAN KIPER

PERSIS SOLO

OVER PEDE, PERSIS SOLO KALAH TELAK DI BALIKPAPAN

PERSIS SOLO

Dikritik Mandul, Ferryanto Siap Berikan Pembuktian

PERSIS SOLO

Tour De Bali, Solo FC Siapkan Amunisi

PERSIS SOLO

Fenomena: Sebuah Fanatisme dan Loyalitas dari Pinggiran

PERSIS SOLO

Persis Di Divisi Berapa?