Home / PERSIS SOLO

Sabtu, 5 Mei 2012 - 05:42 WIB

Selama 2 Bulan Pemain Persis Belum Terima Gaji

Foto : Para pemain Persis tetap tampil fight melawan Persepar Palangkaraya meski gaji mereka selama 2 bulan belum dibayar oleh pihak manajemen tim Persis.

Keterlambatan pembayaran gaji pemain sepertinya menjadi masalah utama tim Persis Solo dalam beberapa waktu belakangan ini. Tidak adanya kepastian pembayaran hak pemain tersebut, disadari atau tidak telah merambat ke permainan tim Persis di lapangan pertandingan. Kegagalan Persis Solo mengalahkan Persepar Palangkaraya di kandang sendiri, Minggu (29/4) lalu, turut pula menyeret masalah gaji sebagai salah satu biang penyebab kegagalan Persis untuk menang.

Secara psikis, keterlambatan gaji jelas telah mengganggu konsentrasi para pemain Persis. Akibatnya, pemain menjadi kurang fokus dalam menjalani sebuah pertandingan. Hasil imbang melawan Persepar, jelas membuat langkah Persis Solo semakin gontai untuk bisa merangkak naik ke posisi atas klasemen wilayah II. Meski peluang untuk finish di urutan dua besar belum tertutup, namun perjuangan Persis untuk mewujudkan ambisinya tersebut tidaklah mudah.

Pelatih Persis Solo, Junaidi pun mengakui hal tersebut. Meski peluang belum sepenuhnya tertutup, Persis Solo bisa saja kembali bangkit di empat pertandingan tersisa, asalkan dengan satu syarat yakni seluruh elemen di tim Persis Solo dan juga pihak konsorsium memiliki komitmen terhadap tim Persis itu sendiri. Artinya, semua permasalahan yang ada di tim harus segera diselesaikan agar para pemain benar-benar bisa terkonsentrasi langsung ke kompetisi yang sekarang ini sedang dijalani.

“Kita masih punya peluang asal dengan keadaan bahwa semua elemen tim seperti manajemen dan konsorsium harus memiliki komitmen. Artinya seperti permasalahan gaji seperti sekarang ini harus bisa segera diselesaikan. Kalau tidak lekas selesai, aku sendiri akan angkat tangan. Terus terang aku sendiri tidak bisa berpikir dengan situasi pemain yang seperti sekarang ini,” ujar Junaidi.

Seperti diketahui, tertundanya pembayaran gaji sudah sejak beberapa pekan lalu dikeluhkan oleh para pemain. Mereka mengaku sulit untuk bisa berkonsentrasi ke pertandingan jika apa yang seharusnya menjadi hak mereka belum dipenuhi oleh pihak manajemen tim. Hingga saat ini, terhitung sudah dua bulan gaji yang belum dibayarkan oleh manajemen kepada para pemain Persis Solo. Dan alangkah menjadi lucu jika disaat hak pemain belum terbayarkan, para pemain tersebut masih harus dituntut pihak manajemen untuk tetap tampil habis-habisan dalam sebuah pertandingan.

“Aku berharap sekali permasalahan gaji bisa lekas terselesaikan. Pemain perlu dukungan, pemain perlu dorongan moral dan motivsi yang lebih besar lagi. Janganlah lari dari tanggung jawab, berikanlah hak pemain. Kita tidak bisa dituntut untuk terus dapat bermain bagus dan menang, tetapi hak pemain tidak dipenuhi.”

“Pemain itu memiliki pemikiran yang tinggi sekali. Mereka tidak bisa maksimal bermain dan bertanding karena fokus mereka juga mengarah ke sana (gaji). Mereka juga memikirkan kebutuhan untuk biaya keseharian, biaya keluarga, biaya bayar sewa kontrakan atau kebutuhan lainnya. Kalau pemain sudah bicara seperti itu, bagaimana pemain bisa bermain lebih fight? Secara psikis, pemain sudah terganggu karena permasalahan gaji yang tertunda sekian lamanya,” sambung Junaidi.

Sampai kapan permasalahan tertundanya pembayaran gaji pemain ini akan berakhir? Jika semakin lama permasalahan ini tak kunjung terselesaikan, maka bukan tidak mungkin perjalanan Persis di sisa kompetisi ini akan berjalan semakin gontai. Target promosi di musim depan pun bisa jadi hanya menjadi sebuah angan-angan tanpa bisa diwujudkan. #SaveOurPersis


Warning: preg_split(): Unknown modifier 'p' in /home/pasoepat/public_html/wp-content/themes/Detak Terkini/functions.php on line 183

Share :

Baca Juga

PERSIS SOLO

Rudy Inginkan PT SIP Segera Berikan Laporan

PERSIS SOLO

Nnana Onana: Aku ingin Cetak Gol di Manahan

PERSIS SOLO

[Uji Coba] Persis Solo vs Persebo: Saatnya Pemain Pelapis Beraksi

PERSIS SOLO

[Statistik] Yunet dan Wahyu, Mampu menghidupkan Lini Tengah Persis Solo

PERSIS SOLO

Dibanding Rival, Persis Solo Kalah Agresif di Bulan Ramadhan

PERSIS SOLO

Solo FC Lengah Jelang Akhir Pertandingan

PERSIS SOLO

Laskar  Sambernyawa Lolos ke Babak Delapan Besar

PERSIS SOLO

18 Pemain Dibawa ke Purwodadi