Home / Statistik Persis Solo

Jumat, 19 September 2014 - 22:31 WIB

[Review] PSGC Ciamis vs Persis Solo

Statistik PSGC

Pelatih PSGC, Budiman Yunus langsung mengancam akan membantai Persis dengan skor 5-0 di Ciamis, setelah timnya menelan kekalahan telak di Manahan. Memang tak ada salahnya mencanangkan target. 5 gol atau bahkan 10 gol sekalipun boleh saja, walau kecil kemungkinan mengingat Persis Solo bukanlah tim sembarangan yang baru saja promosi ke divisi utama tahun kemarin. Tetapi itulah reaksinya atas kekalahan yg menyakitkan sekaligus memalukan. Kalah 5-2 adalah sebuah prestasi buruk bagi tim yang digadang-gadang bisa lolos ke ISL tahun ini, apalagi itu terjadi dihadapan bupati Ciamis beserta jajarannya yang menyempatkan hadir langsung ke Solo di tengah kesibukannya sebagai abdi masyarakat Ciamis. Budiman juga merasa perlu berkata demikian karena ingin membakar semangat anak asuhannya agar tampil beringas pada hari pertandingan. Tetapi akhirnya justru ucapan itu menjadi bumerang, salah satu faktor yg membuat laskar Galuh malah tampil penuh beban ketika hari ‘pembantaian’tiba (16/9).

Berbeda dengan pertandingan pertama di Manahan dimana PSGC bermain mengandalkan longpass yang diarahkan ke Linkers, pada pertandingan di Ciamis, mereka lebih memaksimalkan sayap mereka dalam membangun serangan.

Ketidakhadiran Linkers cukup merubah cara bermain anak asuh coach Budiman. Londho satu ini adalah actor penting saat PSGC sanggup mencetak 2 gol di Manahan. ia sanggup menjadi pembagi bola bagi flank Rosian dan Arip Budiman dan sekaligus pemain yg sanggup menarik pemain bertahan yg baik. Alur serangan PSGC adalah dari Morris ke Linkers untuk lalui dilanjutkan Arip atau Rosian. Tanpa Linkers, PSGC tampak kesusahan dalam menciptakan peluang. Morris Power dipaksa untuk mengisi peran yg ditinggal Linkers dengan bermain agak kedepan.

Baca Juga   Beragam Cara Pemain Persis Solo Manfaatkan Libur Latihan

Sisi kiri yg di huni Fandi Edi adalah area yg disasar oleh PSGC diawal babak pertama. Melalui Yanmul alias Yana Mulyana, PSGC mencoba masuk ke pertahanan Persis. Bek kanan asli Ciamis ini sukses melakukan 3x crossing pada awal babak pertama. Melalui pemain nomor 3 ini, memudahkan flank PSGC yang diisi Rosian untuk bisa menusuk kotak penalti Persis. Namun usaha yang dilakukan belum membuahkan gol. Serangan PSGC tidak begitu membah

Setelah itu, PSGC merubah arah serangan ke sisi kanan pertahanan Persis yang diisi pemain senior Dwi Joko. 1 umpan silang sukses mengarah ke gawang, beruntung Agung Prasetyo tampil gemilang dengan menepis sundulan keras. Sedangkan Persis hanya sesekali mencoba melakukan serangan balik lewat memanfaatkan Agung ‘Wowot’ Budi lewat lubang yg ditinggal Morris. Namun Praktis Persis sangat minim serangan, karena Bayu Nugroho yang biasa menjadi tumpuan dijaga ketat oleh pemain belakang PSGC.

Menjelang babak pertama rampung, Arozi mampu membawa PSGC unggul 1 gol lewat tendangan kerasnya. Ini merupakan kali kedua bagi Persis harus kemasukan gol menjelang babak pertama usai. uniknya, pencetak golnya sama-sama pemain dengan nomor punggung 5. Sebelum Arozi, ada Novrianto pemain PSPS yang melakukannya pada pertandingan kedua Persis di babak 16 besar ini. Babak pertama usai dengan keunggulan Ciamis 1 gol atas Solo.

Final Third PSGC 1

Babak kedua

Ainudin Jadi Pembeda

Pergantian bagi Persis, Wowot keluar digantikan Ainudin. Lagi lagi, Ainudin menjadi pemain pembeda bagi Persis. Ia menjalankan peran sama persis seperti yang dilakukannya pada pertandingan melawan PSPS. 3 gol persis ke gawang Pekanbaru dibabak kedua terjadi setelah Ia masuk. Perannya menjadi striker lubang cukup berarti saat Ia sanggup menjadi jembatan antara gelandang dan striker. Gerakan rajinnya untuk mundur menjemput bola memudahkan persis untuk membangun serangan. Terlebih pergerakan tanpa bolanya yang sanggup memecah pertahanan lawan. Hal ini juga yg dilakukannya saat melawan PSGC. 1 gol diciptakan Persis juga setelah Ia masuk. Pergerakannya mampu menarik bek Ciamis. Sebuah bola through-pass Dwi Joko mampu disusul Yanuar lalu mengirim umpan ke Bayu yang bebas berdiri di sisi sebelah kiri. Skema ini hampir jarang terjadi di babak pertama. Pertahanan yg digalang rapi sejak babak pertama berhasil dibongkar, PSGC kecolongan.

Baca Juga   Akbar Riansyah Resmi Berlabuh di Cilegon United

Kredit juga harus diberikan kepada pemain gaek, Dwi Joko. Umpan brilian yang di tujukan diantara 2 pemain belakang PSGC sangat terukur itu patut diacungi jempol. Melengkapi permainan apiknya selama babak kedua. Tercatat 3 intersep dan 7 sapuan (sampai menit 70-an) dilakukannya.

Pertandingan akhirnya berakhir imbang dengan skor 1-1. Persis sementara ada di puncak klasemen disusul PS Bangka dan PSPS di posisi 3.

Final Third PSGC 2

*Karena ada insiden kecil di tempat kami mencatat statistik pertandingan, kami gagal mencatat keseluruhannya dan terpaksa menghentikan kegiatan ini dipertengahan babak kedua karena situasi sudah tidak memungkinkan. Kami mendapat perlakuan yg kurang menyenangkan sehingga kami diamankan oleh pihak berwajib dan harus turun dari tribun. Hal ini bisa kami maklumi, karena mungkin beberapa pendukung Ciamis merasa emosi saat tahu kami berasal dari kubu Solo dan ingin menghakimi karena kami telah mencuri. Beruntung barang ‘curian’ itu telah aman dan bisa di bawa pulang. 1 poin.

 *Statistik oleh tim @persisstats

Share :

Baca Juga

Statistik Persis Solo

[Statistik] Menilik Kekuatan Baru Persis Solo

Statistik Persis Solo

[Statistik] Kurang Fokus, Persis Dihukum Dua Gol Persiku

Statistik Persis Solo

[Statistik] Kemenangan Yang Hambar

Statistik Persis Solo

[Statistik] Hadapi PSIR, Persis Solo Berani Bermain Terbuka dan Disiplin

Statistik Persis Solo

[Statistik] Persis Solo vs Psis Semarang, Dihukum Tendangan Bebas (lagi)

Statistik Persis Solo

[Statistik] Meski Menang, Persis Miskin Determinasi

Statistik Persis Solo

[Statistik] Disiplin di Tengah, Kunci Sukses Persis Taklukan Persipur

Statistik Persis Solo

[Statistik] Pemain Minim Determinasi, Liswanto Tampil Paling Konsisten