Home / PERSIS SOLO

Minggu, 26 Januari 2014 - 07:53 WIB

Nasib Santos Tunggu Usai Laga Lawan Persikabo

Diego Santos

Penampilan cukup baik yang diperlihatkan gelandang plontos asal Brasil, Diego Santos saat Persis Solo beruji coba melawan Persela Lamongan, Jumat (24/1) sore di stadion Manahan nampaknya tak cukup membuat Pasoepati gembira.

Dalam polling yang diposting di twitter @PasoepatiNet, mayoritas responden menjawab duet pemain asing yang saat ini tengah menjalani seleksi, Roberto Kwateh dan Diego Santos adalah pemain yang harus dikoreksi penampilannya. Beberapa pemain lokal yang dinilai tidak memberikan kontribusi maksimal juga disorot untuk dipulangkan.

Santos yang meskipun temperamen dan penampilannya dianggap sudah mulai membaik nampaknya harus bekerja ekstra keras dalam seleksi agar bisa merebut hati suporter setia Persis Solo, Pasoepati.

Menanggapi respon yang diberikan suporter setianya, pelatih Persis Solo, Widyantoro berjanji akan mengevaluasi posisi pemain yang tidak bisa memberikan penampilan maksimal untuk tim.

“Semua pemain masih akan kita lihat progressnya saat menghadapi Persikabo, Minggu (2/2) mendatang,”ujar Widyantoro kepada PasoepatiNet, Sabtu (25/1) malam.

“Kemarin, lawan yang kita hadapi (Persela-red) tim yang sudah siap berkompetisi dan pemainnya pun kemampuannya merata di semua lini. Saya masih menunggu progress pemain sampai laga melawan Persikabo.” Pungkas Widyantoro.


Warning: preg_split(): Unknown modifier 'p' in /home/pasoepat/public_html/wp-content/themes/Detak Terkini/functions.php on line 183

Share :

Baca Juga

PERSIS SOLO

DPP Pasoepati Tidak Menggelar Tur ke Sleman

PERSIS SOLO

Solo FC Ditahan Imbang Persema FC

PERSIS SOLO

Junaidi Inginkan Pemain yang Siap Pakai

PERSIS SOLO

[Galeri Foto] Persis Solo vs PS Bangka (1)

PERSIS SOLO

Persis Solo vs Persibangga Purbalingga: Main Tanpa Beban, Semangat 45

PERSIS SOLO

The Jakmania, Pasoepati, Persikmania Semakin Bersahabat

PERSIS SOLO

Gol Orock dan Bruno Bawa PSS Ungguli Persis di Babak Pertama

PERSIS SOLO

Kekompakan Pemain dan Pasoepati, Sinyal Bahaya Bagi Para Pesaing