Home / PERSIS SOLO

Selasa, 15 Maret 2011 - 16:14 WIB

Selamat Datang Perdamaian Suporter Indonesia

Kawan …Permusuhan berkepanjangan antar suporter selalu diawali dengan gesekan yang tidak diselesaikan secara bijak. Gesekan yang kebanyakan diawali bukan karena saling ejek, melainkan karena tidak adanya fair play di lapangan atau ketidakpuasan suporter tuan rumah atas performa tim kebanggaannya yang berujung pada kekalahan di laga kandang. Diperparah lagi dengan kinerja panpel pertandingan yang kurang bisa berpihak netral terhadap kedua suporter.

Pasoepati Sudah Saatnya Tidak Menganut Faham Blok Suporter.

Pada era Arseto, Solo – Yogya sudah ada friksi, namun masih biasa terjadi saling kunjung suporter pada laga tandang. Sampai akhirnya terjadi peristiwa ketika puluhan ribu pasoepati nglurug ke yogya yang menyebabkan suporter tuan rumah tidak kebagian tempat duduk.

“Merasa terusir” dari rumah sendiri, BM melakukan aksi serangan dari luar stadion, dan pertandinganpun tidak dapat dilanjutkan karena pasoepati meski turun ke lapangan untuk menyelamatkan diri.

Pasoepati adalah suporter pertama yang berani masuk ke Tambaksari (Kandangnya Bonek). Hasil seri 2-2 membuat bonek kecewa atas performa tim-nya dan menjadikan pasoepati sebagai luapan kekecewaan sehingga meski tertahan di lapangan beberapa saat meski kedatangannya mendapat sambutan hangat.

Hingga akhirnya terjadi peristiwa sungguh tragis di final divisi I yang menyebabkan permusuhan bonek-pasoepati berkepanjangan. Atas berkat rohmat Alloh, perbaikan hubungan pasoepati – bonek sudah dimulai.

Insiden Manahan, ketika panser biru harus tertahan sekian lama di stadion adalah titik balik hubungan pasoepati-panser biru menjadi permusuhan berkepanjangan. Alhamdulillah sekarang sudah bisa membaik.

Pasoepati – Viking adalah permusuhan ikutan, bukan karena terjadinya gesekan antara pasopeati – viking secara langsung. Kesekawanan Viking – BM – Bonek menciptakan poros permusuhan dengan pasoepati yang sering diidentifikasi memiliki kesekawanan dengan the jack (seteru viking) dan aremania (seteru bonek).

Atas nama perbaikan prestasi sepak bola Indonesia, suporter bisa mengambil peran strategisnya dengan menciptakan perdamaian di sepak bola. Kreatifitas DPP dari setiap kelompok suporter untuk melakukan konsolidasi antar suporter dan melakukan pembinaan nir kekerasan pada anggota-anggotanya adalah unsur utama untuk mencipta perdamaian antar suporter.

Pasoepati sebagai kelompok suporter yang rajin melakukan tour untuk mendukung tim-nya dapat menjadi inisiator pembaharuan suporter. Yaitu, dengan mengembangkan sikap bijak dalam merespon setiap gesekan. Pasoepati tidak akan dikatakan BANCI apabila memiliki visi yang jelas untuk menebar anti-anarkisme, meskipun tidak meladeni setiap bentrokan yang diterimanya dari suporter lain.

Sebaliknya, Pasoepati akan semakin besar namanya….REVOLUSI MEMANG MEMBUTUHKAN PIHAK – PIHAK YANG RELA MENJADI BAMPER UNTUK MENGAWALI DAN MENGAWALNYA….

Selamat Datang Perdamaian Suporter Indonesia.. Salam Cinta Tanah Air! SAETAMA !!! artikel kiriman dari (bocah1928@yahoo.com)


Warning: preg_split(): Unknown modifier 'p' in /home/pasoepat/public_html/wp-content/themes/Detak Terkini/functions.php on line 183

Share :

Baca Juga

PERSIS SOLO

Kalahkan PSPS Riau, Persis Solo Pastikan Tiket 8 Besar

PERSIS SOLO

Wiwid: Wasit Menghancurkan Tim Kami

PERSIS SOLO

Panpel PERSIS Protes ke BLI

PERSIS SOLO

Full Time, Sriwijaya 3-2 Persis Solo

PERSIS SOLO

Posisi Roberto Kwateh di Persis Masih Belum Jelas

PERSIS SOLO

Bang Jun: Pemain Harus Fokus!!!

PERSIS SOLO

Divisi Utama Empat Wilayah?

PERSIS SOLO

Manado United Sesumbar Mencuri Poin