Home / Artikel Pembaca

Kamis, 31 Maret 2011 - 15:54 WIB

Curahan Hati Seorang Pasoepati #1

Kawan.. Saya sebagai Pasoepati “baru“, begitu merasa beruntung ketika bisa menginjakkan kaki di tanah mahesa jenar tiga kali dengan lancar tanpa ada perasaan was-was, dalam rangkaian tur pasoepati satu tahun lalu. Hari-hari itu saya begitu beruntung sekali, sebab siapa yang bisa menyangka kota yang dulu pernah saling serang itu kini begitu nyaman dan aman untuk dikunjungi, bahkan kenyataannya dalam tiga kesempatan tur itu, kawan-kawan pasoepati juga disambut hangat oleh warga dan suporter semarang.

Percayalah, dalam masa-masa itu, saya banyak sekali memikirkan tentang jasa-jasa Pasoepati “senior“, yang dengan luar biasa  berbesar hati dan bekerja ekstra keras demi terciptanya perdamaian Solo-Semarang, hingga akhirnya ikrar perdamaian itu terwujud. Saya begitu bersyukur dan berterimakasih sebab dari mereka-merekalah saya bisa menikmati buah dari perdamaian tersebut, dan pastinya saya berharap akan berlanujut ke generasi Pasoepati selanjutnya.

Pertandingan Aman Akan Semakin Menarik Kaum Hawa Untuk Datang Ke Stadion.

Bonek adalah saudara, terlepas dari kejadian-kejadian negatif antara Bonek-Pasoepati selama kurang lebih empat tahun ini, sekiranya ada kesempatan emas untuk membuat keadaan menjadi kondusif, kenapa tidak kita tindak lanjuti. Berdamai tidaklah harus menhitung untung rugi, karena pasti hal semacam itu akan tercapai dengan sendirinya.
mari berkaca pada kisah damai Solo-Semarang. Kalau dulu final liga Indonesia menjadi alas untuk pengikraran damai Solo-Semarang, tak ada salahnya jika kini giliran Liga Primer Indonesia yang akan menjadi saksi pengikatan kembali tali persaudaraan Bonek-Pasoepati

Sudah seharusnya Pasoepati berpikir luas dan positif, perdamaian sejati harus dilandasi rasa menerima dan memaafkan yang murni, siapa yang bisa menyangka ijin dari Pasoepati terhadap suporter Semarang untuk berdondong ke Manahan saat final liga Indonesia beberapa tahun lalu akhirnya berbalas dengan ijin dari warga Semarang untuk Pasoepati ke jatidiri dan citarum satu tahun lalu. Demikian juga saya yakin berlaku untuk Bonek, jika hari-hari ini kita begitu welcome kepada Bonek untuk sekedar lewat atau bahkan berkunjung Mei nanti. Pastilah suatu saat kita temui timbal balik yang tak kalah luar biasa.

Akhir kata mari berdamai dengan tulus dan ikhlas, kalau tahun lalu kita begitu nyaman dijamu warga Semarang, Siapa tahu suatu hari nanti, kawan-kawan pasoepati bisa kembali menjejakkan kaki di Tambaksari, atau bahkan menjadi suporter tamu yang bisa memerahkan gelora Bung Tomo, stadion megah kebanggaan saudara lama kita, Bonek mania.

Ayo berdamai… untuk semua Pasoepati, untuk masa depan!

*artikel kiriman dari Niko Andreyan


Warning: preg_split(): Unknown modifier 'p' in /home/pasoepat/public_html/wp-content/themes/Detak Terkini/functions.php on line 183

Share :

Baca Juga

Artikel Pembaca

[Artikel Pembaca] Persis Solo, Sebuah Candu Dalam Hidup Saya

Artikel Pembaca

Airmata Seorang Pasoepati Jakarta

Artikel Pembaca

Sampai Kapan Kami Harus Menunggu ?

Artikel Pembaca

[Artikel Pembaca] Passion, Fanatisme dan Kegilaan

Artikel Pembaca

SELALU HADIR DI LAGA PERSIS SOLO TAHUN 2017, CHRIS MOENCROT INGIN ULANGI DI TAHUN 2018

Artikel Pembaca

“Menikmati Sepakbola, Menikmati Hidup”

Artikel Pembaca

Turnamen PJS di Solo, Jakmania Kulonuwun ke Pasoepati

Artikel Pembaca

[Catatan Redaksi] Menarik Minat Penonton Wanita ke Stadion, Masih Sulit?