Home / Artikel Pembaca

Senin, 5 Januari 2015 - 09:43 WIB

[Artikel Pembaca] Unek-Unek Seorang Pasoepati

Suporter terbaik, pantaskah Pasoepati menyandang predikat itu? Saya rasa belum, karena menurut saya masih ada beberapa hal yang menjadi kekurangan dari suporter klub yang berdiri dari tahun 1923 ini, seperti :

A. Kedewasaan dalam menerima hasil

Apakah pantas ketika para sesepuh Pasoepati menyematkan slogan “Pasoepati penyebar virus perdamaian” sedangkan di akar rumpun Pasoepati sendiri masih akrab dengan kekerasan dengan kelompok suporter lain? Pasoepati belum dewasa dalam menyikapi hasil pertandingan, siap menang tapi belum siap seri dan kalah. Emosi selalu meledak ketika hasil yang diharapkan tidak tercapai, hal itu bisa dimaklumi karena itu manusiawi, tapi tentu tidak bisa menjadi pembenaran untuk tindakan negatif yang dilakukan setelah itu.

Ambil contoh ketika Persis Solo ditahan imbang oleh Martapura FC, bentrokan dengan polisi tidak terelakkan karena suporter mencoba menyerang tim lawan, bahkan hingga mengakibatkan meninggalnya 1 korban jiwa dari pihak suporter, beredar kabar di akar rumpun Pasoepati bahwa korban meninggal karena terkena peluru nyasar dari polisi, sedangkan dari pihak polisi korban meninggal karena luka tusukan, diluar itu, sebenarnya hal itu takkan terjadi bila bentrokan sore itu tidak terjadi, bukan? Andai sore itu tak terjadi bentrok dengan polisi mungkin kita takkan kehilangan saudara kita itu, mari renungkan

B. Pasoepati masih terpecah

Anggapan bahwa anggota Pasoepati tribun selatan stadion Manahan pro bonek – viking, dan anggota Pasoepati tribun utara stadion Manahan pro aremania – the jack sudah lama terdengar. Dan memang seperti itu realitanya. Ketika ada suporter “salah masuk” pasti akan mendapat intimidasi, terutama kalau salah masuk ketika Pasoepati sedang touring seperti yang terjadi ketika mendukung Persis Jr kemarin disidoarjo, tidak perlu saya jelaskan rincianya karena menurut saya terlalu sensitif. Hal ini memang sensitif untuk dibicarakan, bahkan cenderung dihindari untuk dibahas, tapi hal ini sangat penting untuk dibahas agar Pasoepati bisa 1 suara.

Tidak ada lagi pro dan anti dengan kelompok suporter yang berbeda. Ayolah kawan, jangan kau pelihara terus aroma permusuhan itu disaat kawan kita yang lain sudah menjalin persaudaraan, beranilah bicara “Maaf saudaraku, musuhmu bukan musuhku”

C. Brand Pasoepati

Pasoepati adalah nama yang sangat menjual, bertebaran distro dan toko yang menjual pernak – pernik Pasoepati dan Persis Solo adalah buktinya. Oleh karena itu, harusnya Pasoepati sebagai Organisasi bisa memanfaatkan hal itu. Bukan malah membiarkan oknum” mengeruk keuntungan dari nama Pasoepati dan Persis Solo.

Saya pribadi gerah melihat Pasoepati dan Persis Solo dikomersialkan oleh individu dan kelompok untuk mengeruk keuntungan pribadi. Lihatlah saudaramu PSS sleman dengan PSS store yang dikelola oleh suporter dan semua kentungan masuk ke kas klub, dan mereka tidak membiarkan ada oknum” mencetak pernak – pernik klub tanpa izin mereka. Ini patut dicontoh dan jangan malu belajar. Pasoepati sebagai organisasi mematenkan nama Pasoepati dan membangun satu – satunya usaha yang menyediakan pernak – pernik Pasoepati dan Persis Solo dan semua keuntungan masuk ke kas klub, bukankah ide bagus?

Mungkin harapan saya ini takkan terwujud dalam waktu dekat, atau malah takkan terwujud selamanya? Saya cuma mencurahkan harapan dan hanya bisa berdo’a agar terjadi keajaiban, Amien.

“PJ”

Penulis adalah Mahasiswa
Universitas Widya Dharma Klaten


Warning: preg_split(): Unknown modifier 'p' in /home/pasoepat/public_html/wp-content/themes/Detak Terkini/functions.php on line 183

Share :

Baca Juga

Artikel Pembaca

[Artikel Pambaca] Saya Pilih Persis Solo

Artikel Pembaca

[Artikel Pembaca] Persis Solo, Sebuah Candu Dalam Hidup Saya

Artikel Pembaca

[Artikel Pembaca] Persis Solo Atau Pasoepati?

Artikel Pembaca

Antara Prinsip dan Loyalitas

Artikel Pembaca

Menilik Peluang Aris Budi Bertahan di Persis Solo

Artikel Pembaca

Crowdfunding Dinamika Satu Dekade Pasoepati

Artikel Pembaca

Ketika Cinta Terbentur Permusuhan Suporter

Artikel Pembaca

Oleh-Oleh Ciamis, Sebuah Cerita dari Tim Statistik Persis Solo