Home / Artikel Pembaca

Kamis, 16 Mei 2013 - 14:14 WIB

[Artikel Pembaca] Kami di Belakangmu!

Persis Solo 2013

Hari ini, tepat satu bulan semenjak pemain melakoni laga perdana Divisi Utama LPIS. Kemenangan demi kemenangan diraih. Total dari 5 laga yang sudah dilakoni, Laskar Sambernyawa berhasil menang di 4 laga kandang, dan hanya mengalami sekali kekalahan saat laga away melawan Persenga Nganjuk.

Jika laga melawan PPSM lalu dianggap menang WO dengan kemenangan 3-0 untuk Persis Solo, maka total poin yang diraih oleh Persis Solo adalah 15, dan menempati pucuk atas klasemen sementara grup 2 Divisi Utama LPIS. Hasil yang baik dan diharapkan oleh suporter.

Tak sala jika kita memberikan aplaus kepada perjuangan pemain di lapangan. Dan tentunya kita semua berharap, perjuangan pemain kebanggaan kita dilapangan juga diikuti oleh lancarnya gaji dari manajemen kepada pemain. Mereka yang ada di tim ini bisa dikatakan adalah pemain profesioanal, yang artinya pendapatan mereka untuk menafkahi anggota keluarganya adalah berasal dari tetesan keringat mereka di lapangan. Mereka mengabdikan diri di sepakbola, dan juga hidup dari sepakbola. Sudah sepantasnyalah manajemen membayarkan gaji mereka tepat waktu.

Sebagai suporter, kita semua tentu merasa sedih jika melihat pemain yang kita dukung dilapangan tidak mendapatkan apa yang menjadi haknya. Memang Tugas suporter hanyalah mendukung dan membeli tiket masuk ke stadion, tetapi jiwa dan hati yang menyatu ke pemain, membuat apa yang dirasakan pemain juga pasti akan dirasakan oleh suporter.

Seperti saat pemain bersuka cita atas kemenangan kesebelasan, suporter juga akan merasa bahagia. Kondusifnya tim, adalah karena adanya keselarasan antara manajemen, pemain, dan suporter. Manajemen bekerja profesional, pemain mendapatkan haknya, dan suporter akan dengan senang hati membantu memudahkan tugas pemain dan manajemen dari pinggir lapangan.

Sebenarnya Persis Solo bukanlah tim yang punya kekuatan finansial kuat. Bahkan bisa dibilang, kekuatan finansial Persis Solo musim ini hanya berasal dari tiket pertandingan kandang. Lepas dari ini semua, menjadi tugas manajemen untuk membayarkan gaji pemain tepat pada waktunya.

Jika dihitung mundur, seharusnya tepat hari ini, pemain mendapatkan haknya dari tetes keringat di lapangan. Sebagai suporter, saya hanya bisa berharap manajemen tidak lupa dengan tanggung jawabnya, jangan sampai tim ini mengikuti jejak tim tim lain yang sudah mengundurkan diri di tengah kompetisi.

Suporter cinta tim ini, suporter mencintai pemain-pemain yang ada di tim ini. Suka duka pemain adalah suka duka suporter. Love Is Persis! Semangat Kito, semangat Ferry, semangat Ndok, kami dibelakangmu.

*) Inung Hari Setyawan

Share :

Baca Juga

Artikel Pembaca

[Artikel Pambaca] Saya Pilih Persis Solo

Artikel Pembaca

16 Besar Divisi Utama, Apa Kabar Persis Solo?

Artikel Pembaca

Ketika Cinta Terbentur Permusuhan Suporter

Artikel Pembaca

Rasis Itu Penyakit, Bukan Seni

Artikel Pembaca

Crowdfunding Dinamika Satu Dekade Pasoepati

Artikel Pembaca

Curahan Hati Seorang Pasoepati #1

Artikel Pembaca

[Artikel Pembaca] Unek-Unek Seorang Pasoepati

Artikel Pembaca

[Artikel Pembaca] Persis Solo, Sebuah Candu Dalam Hidup Saya