Home / PERSIS SOLO

Rabu, 4 Mei 2011 - 13:54 WIB

Tarik Ulur Laga Solo FC vs Persebaya 1927 Berakhir

Asep Winarso dkk. dipastikan akan menjalani pertandingan kandangnya melawan Persebaya 1927 di kota Surabaya.

Keputusan laga Solo FC melawan Persebaya 1927 yang akan dilaksanakan di Surabaya memang terkesan tarik ulur. Sempat diberitakan ditolak oleh Polrestabes Surabaya, tapi pada akhirnya diputuskan lagi bahwa Polrestabes Surabaya memberikan ijin laga tersebut bisa digelar di stadion Gelora 10 November, Tambaksari. Hanya saja, pihak Polrestabes memberikan ijin jika laga yang sedianya digelar hari Minggu (8/5) itu bisa diundur menjadi hari Senin (9/5).

Keputusan awal dari pihak Polrestabes Surabaya adalah tidak memberikan ijin pada laga hari Minggu (8/5). Keputusan itu didasari karena pada hari yang sama, di Surabaya akan berlangsung karnaval HUT kota pahlawan dan diperkirakan akan terjadi penumpukan massa di pusat kota. Atas dasar itulah pihak Polrestabes tidak memberikan ijin keramaian di stadion Gelora 10 November.

Karena tak mendapatkan ijin, panpel Solo FC langsung memberikan laporan ke LPI Pusat di Jakarta. Selanjutnya, pihak LPI Pusat juga langsung menghubungi tim Bali Devata, PSM Makassar dan Manado United tentang kemungkinan pemindahan laga Solo FC melawan Persebaya 1927 ke salah satu kandang dari tiga tim tersebut. Bali Devata dan PSM Makassar ternyata mempunyai jadwal laga kandang di stadionnya masing-masing. Hanya pihak Manado United yang sebenarnya siap menerima “laga usiran” tersebut. Panpel Manado United menjamin bahwa perijinan di pihak Polresta Manado akan selesai pada hari Kamis (5/5) atau H-3 dari hari pertandingan.

Namun ketika tim panpel Solo FC sedang melakukan perjalanan pulang ke Solo dari Surabaya, ternyata pihak panpel Persebaya kembali mengadakan pertemuan lanjutan dengan Polrestabes Surabaya. Selama dalam perjalanan pulang itu pula, panpel Solo FC terus menjalin koordinasi dengan pihak LPI Pusat, panpel Persebaya dan juga panpel Manado United. Pihak panpel Solo FC yang diketuai oleh Roy Saputra akhirnya memberikan batas waktu kepada pihak panpel Persebaya hingga Selasa (3/5) pukul 6 sore untuk memberikan kepastian akhirnya.

Panpel Persebaya sendiri sebenarnya juga menemui kendala dalam koordinasinya dengan Polrestabes Surabaya. Mereka terus melakukan lobi-lobi kepada pihak kepolisian agar dapat mendapatkan ijin bertanding. Di sisi lain, dengan sendirinya panpel Solo FC pun juga sudah pasrah dan menyerahkan keputusan akhir kepada LPI Pusat selaku pengelola kompetisi.

Selama sehari kemarin, kantor LPI Pusat di Jakarta pun terpaksa kerja lembur karena harus terus berkoordinasi dengan pihak panpel di Surabaya. Hingga pada akhirnya, sekitar jam 7 malam panpel Persebaya menemukan kata sepakat dengan pihak Polrestabes Surabaya bahwasannya pihak kepolisian akan mengeluarkan ijin pertandingan dengan catatan jadwal pertandingan diundur menjadi hari Senin (9/5). Kesepakatan itu pun baru sebatas pernyataan lisan melalui hasil rapat dan belum ada berkas-berkas lanjutan yang harus dilakukan sesuai prosedur. Dan pagi tadi, akhirnya panpel Persebaya sudah menyatakan bahwa laga Solo FC melawan Persebaya 1927 akan digelar di stadion Gelora 10 November Surabaya dengan waktu kick off pukul 15.00 wib.

Keputusan nantinya pertandingan akan berlangsung dengan atau tanpa penonton, siang ini masih dirapatkan lagi oleh panpel. Namun info yang berkembang saat ini, laga tersebut kemungkinan akan tetap digelar dengan kehadiran penonton. Sementara terkait jumlah kuota yang akan diberikan panpel Persebaya kepada Pasepati, sejauh ini juga belum dapat dipastikan karena harus menunggu rapat panpel hari ini. Dan terkait kabar siaran langsung televisi, hingga saat ini pihak LPI Pusat juga belum bisa memberikan kepastian. Namun, jika laga tersebut akan disiarkan secara langsung oleh televisi, maka pihak Solo FC sudah merencanakan akan menggelar nonton bareng di kota Solo.

Sementara itu dalam konferensi persnya siang tadi, manager operasional Solo FC, Abraham EWT, meminta maaf kepada Pasoepati karena laga penuh gengsi melawan Persebaya 1927 tersebut gagal digelar di kandang sendiri. “Kami meminta maaf kepada semua pihak, terutama kepada Pasoepati karena laga melawan Persebaya 1927 tidak dapat dilaksanakan di Solo. Ini sudah menjadi keputusan dari Polresta dan kami harus mematuhinya. Kami juga tak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, apalagi terhadap warga pinggir rel kereta api,” ujar Bram di sesi temu pers di Graha Solo FC. (Edo & Adjiwae)


Warning: preg_split(): Unknown modifier 'p' in /home/pasoepat/public_html/wp-content/themes/Detak Terkini/functions.php on line 183

Share :

Baca Juga

PERSIS SOLO

PSM Makassar Pasang Target Menang di Solo

PERSIS SOLO

Persis Jr, Terimakasih Pasoepati

PERSIS SOLO

Revisi Jadwal Piala Indonesia 2012 : Persis Solo vs PPSM KN Magelang

PERSIS SOLO

Yudi Suryata Masih Berburu Penyerang

PERSIS SOLO

Widyantoro Resmi Nahkodai Persis Solo

PERSIS SOLO

Jadwal Piala AFF U-16 Di Solo

PERSIS SOLO

Kontrak Pemain Terkendala Batasan Anggaran

PERSIS SOLO

Agung Prasetyo Merapat ke PSS Sleman?