Pulang Kampung, Junaidi Berharap Bisa Melatih Persis Lagi
Kompetisi Liga Divisi Utama 2011/2012 telah usai. Pun demikian dengan pagelaran turnamen Piala Indonesia 2012 juga tak lagi diikuti oleh tim Persis Solo. Selesainya kedua ajang tersebut, turut pula menyelesaikan semua kewajiban yang selama diemban tim pelatih dan seluruh skuad armada Persis Solo musim ini. Kini, hanya tersisa kewajiban dari awak manajemen tim Persis untuk membayarkan tunggakan gaji yang selama ini menjadi hak dari para pelatih dan pemain Persis.
FOTO : Senyum terakhir Junaidi di kantor redaksi PasoepatiNet. Semoga di musim kompetisi mendatang, senyum Junaidi ini masih bisa dinikmati oleh Pasoepati.
Dengan selesainya kompetisi dan sudah adanya kejelasan pembayaran gaji, membuat para awak pemain Persis sedikit lega. Mereka pun mulai meninggalkan kota Solo untuk pulang kampung kembali ke daerah asalnya masing-masing. Tak terkecuali dengan pelatih Junaidi dan asistennya, Husein Al Kadir. Kedua pelatih asal Balikpapan ini juga langsung bergegas pulang setelah mendapatkan kepastian pelunasan gaji dari pihak manajemen Persis.
Malam sebelum hari kepulangannya, atau tepatnya pada hari Kamis (7/6) malam, Junaidi beserta asistennya Husein Al Kadir menyempatkan diri bertamu ke kantor redaksi Pasoepati.Net di jalan Kalitan no. 3 Solo. Kedatangan Junaidi dan Husein Al Kadir ke kantor redaksi PasoepatiNet memiliki maksud untuk berpamitan sekaligus juga menitipkan salamnya untuk suporter Pasoepati.
Dalam obrolannya bersama redaksi malam itu, Junaidi mengakui kegagalannya menangani Persis musim ini. Namun, pelatih bertubuh tambun ini tak memberikan penilaian buruk bagi kinerja timnya selama semusim. Sebaliknya, Junaidi memberikan apresiasinya tersendiri terhadap permainan Persis yang dinilainya sangat atraktif dan banyak menghibur suporter. Masih menurut Junaidi, salah satu penyebab kegagalan Persis mencapai targetnya di musim ini adalah karena faktor tidak kondusifnya manajemen tim dalam memenuhi hak pemain. Polemik ketidakjelasan kapan pembayaran gaji membuat konsentrasi pemain menjadi pecah. Hal itu pula yang turut membuat kondisi psikis pemain dalam bertanding menjadi turun.
“Persis memang gagal mencapai target tapi kita bisa bermain cantik dan taktis. Dibanding dengan tim-tim lain seperti Persepar pun, tim kita tetap paling atraktif dalam melakukan passing dan serangan. Jadi hal ini enak ditonton,” kata Junaidi kepada redaksi.
“Memang setelah kondisi itu (tertundanya pembayaran gaji), mental psikis anak-anak jadi berbeda. Permainan jadi sedikit terganggu karena emosi atau mental semangat bertanding yang mulai menurun. Itu yang perlu dikoreksi oleh kami dan pihak manajemen,” sambungnya.
Selain membicarakan kondisi Persis Solo dalam semusim kompetisi, Junaidi turut pula menyinggung peran suporter Pasoepati yang membuat dirinya sangat betah berada di Solo sekaligus membuatnya tetap loyal menangani Persis meski berbagai persolan tim yang pernah ada, sempat membuat dirinya terpikir untuk mundur sebagai pelatih.
FOTO : Janji dan harapan Junaidi yang ia tulis dalam secarik kertas. Ia berharap di kompetisi musim depan bisa melatih lagi di Persis Solo.
Junaidi memang luar biasa sebagai pelatih Persis Solo musim ini. Meski tidak berasal dari Solo seperti halnya pelatih Persis di musim-musim sebelumnya, namun Junaidi memiliki kedekatan yang sangat intim dengan Pasoepati. Tak ayal, karena sifat kedekatannya dengan Pasoepati itulah, Junaidi tetap dielu-elukan bak pahlawan meski dalam kenyataannya ia gagal membawa Persis berprestasi di kompetisi musim ini.
“Pasoepati itu hebat, kota Solo memiliki potensi yang bagus di bidang sepak bola. Aku seneng dengan dukungan Pasoepati yang ada dimana-mana, bahkan sampai ke Palangkaraya juga ada. Tapi pesan aku, Pasoepati jangan anarkis,” ujar Junaidi.
Sudah tak bisa ditutupi lagi, kedekatannya dengan Pasoepati turut membuat Junaidi merasa nyaman tinggal di kota Solo. Kepada redaksi PasoepatiNet, Junaidi pun berkenan menuliskan dalam secarik kertas terkait harapannya untuk bisa melatih lagi di Persis Solo pada kompetisi musim depan. Bukan sekedar melatih, tapi tekad mewujudkan ambisinya membawa Persis Solo berprestasi setelah di musim pertamanya bersama Persis ia masih gagal memenuhi ambisinya tersebut.
“Intinya, semoga kita bisa berjodoh lagi musim depan. Bertemu dan aku bisa melatih Persis Solo lagi untuk Pasoepati,” pungkasnya.
Terima kasih, bang Jun. Terima kasih untuk satu musim kompetisi yang sangat menyenangkan bersamamu. Sampai jumpa lagi di kompetisi musim depan!






















main cantik??? hasilnya gmn?? peringkat 8…
ga peduli main cantik, main bahenol.. yang penting hasil akhir bung..
slama manajemen masih dipegang para kunyuk2 tetep aja persis gitu2 doang…slamanya terpuruk di divisi utama..
profesional cman di mulut doang..
weee admine nesu comentku dua2nya didelete..padahal gak provokatrok loh..ayo semua pasoepati sak nusantara rapatkan barisan..satu pasoepati satu…satu persis solo satu..
Yang mana kk? (⌒.⌒)
mugo2 walikota solo yg akan datang pengusaha besar dan cinta n gila bola..purun ngragati persis solo…mesti pasoepati iso koyo pasoepati era persijatim n pelita solo.atraktif.kreatif n manahan ful trus…opo pak arifin panigoro po bakri gelem dadi walikota solo ya
selamat jalan bang jun!
tetep cemungud pokoke…
TAK TUNGGU BALIMU with SERAA hahaha
Terima kasih untuk semuanya. Tahun depan PERSIS harus promosi
bang jun pulang kampung liat euro dulu mantap!sampai ketemu abang kesayangan persis
salah satu sosok pelatih hebat di negeri ini, anda layak jadi pelatih TIMNAS.
Namun saya punya harapan sendiri yaitu Anda tetap melatih PERSIS.
PERSIS besar buka karena manajemen, bukan karena pemain, buka karena pelatih dan bukan karena suporter.
“PERSIS BESAR KARENA MEREKA SEMUA”
semoga tahun depan bisa kembali di persis bang jun, goyan iwak peyek lagi ya…hahahhaaa goyangnya asyik juga.
semoga juga ada investor yg mau membeli saham persis.
NAMUN HARAPAN SAYA JUGA BAHWA JANGAN ADA 1 RUPIAH PUN DANA APBD DI PERSIS SENGAN ALASAN APAPUN.
JAYA PERSIS
JAYA PASOEPATI
JAYA KOTAKU TERCINTA “SOLO BERSERI”
totalitas tanpa batas
PERSIS SOLO&PASOEPATI 1923
SAK MODARE
bang jun jangan kalau bisa jangan pergi, menurut saya pelatih yang paling sukses memimpin tim samber nyawa dari 3 taun terakir adalah bang jun. Maka dari itu kami berharap untuk musim depan bang jun masih bersama tim persis solo, dan bisa membawa persis lebih jaya lagi. Selamat berlibur bang jun, kami nanti kedatanganmu….#PASOEPATI
.smga aj bsa ktmu lgi ban jun
terima kasih pakde jun..mugo2 persis solo tetap berkompetisi..pelatihnya tetap pakde jun..moga jg ada pengusaha daerah dan pemimpin solo walikotane seneng bola jadi ngragati persis solo versi PSS.amin.
smga semua saling intropeksi diri baik manajemen maupun pasoepati demi persis solo dan nama baik solo raya
kalau aku sih harus obyektif dan proporsional,fanatismeku tidak membabi buta..bang jun ono apike yo ono eleke,manajemen yo ono apike yo ono eleke. wong faktane di saat semua tim IPL dan ISL belum gajian,mereka gak cengeng…bahkan ancaman mogok main APPI pun tidak jadi di laksanakan.Prestasi tidak berbanding lurus dengan gaji telat. sing penting kabeh memperbaiki diri.pelatih yo memotivasi tim nya,manajemen yo pinter2e ngemong pelatih,suporter yo obyektif.tanpa manajemen yo klub gak jalan.pemain dan pelatih kan punya kontrak yg berkekuatan hukum. Rasah kakehan bengak bengok…yen ora sesuai kontrak…tuntut….barrrr
Terima kasih bang Jun……… Keluarga di ajak pindah ke Kota solo saja………Solo kota yang menyejukan hati……
Selamat jalan bang Jun.,slm bt keluarga dari Pasoepati.
“TAK TUNGGU BALUMU”