Pasoepati.Net Digital Magazine Edisi 11 Bulan Januari 2012
Tahun 2011 telah berlalu. Di tahun yang baru, telah dimulai pula kompetisi sepak bola yang baru. Meski prahara dualisme tim Persis Solo tak kunjung selesai, namun dengan bukti keikutsertaan tim Persis Solo di kancah liga sepak bola resmi di bawah naungan PSSI, sudah menjadi hal pelega bagi pecinta sepak bola di kota Solo. Kini, musim bola pun telah menyeruak di kota Solo. Keinginan agar Persis Solo bisa lebih berprestasi di musim ini, tentunya menjadi harapan besar Pasoepati.
***
Akhirnya, majalah digital PasoepatiNet edisi ke-11 telah terbit. Di edisi kali ini, kami akan memberikan topik bahasan seputar tim Persis Solo yang mengikuti kompetisi resmi PSSI. Selain akan ada bahasan profil pemain dan review pertandingan, di edisi kali ini juga akan menjadi pameran foto-foto eksklusif yang terekam sangat menarik sepanjang bulan Januari.
Dari kolom Pasoepati, edisi ini akan kembali menceritakan heroiknya tur Pasoepati ke kota Magelang. Di agenda tur perdananya musim ini, tur ke kota Magelang terbilang sangat sukses. Selain tur berjalan aman, Persis Solo pun pulang meraup kemenangan. Selain itu, kami juga menampilkan foto-foto eksklusif adu kreatifitas antara Pasoepati dengan kelompok suporter PSS Sleman yang terjadi beberapa waktu yang lalu.
So, kami mengucapkan terima kasih kepada para pembaca karena telah berkenan menunggu hadirnya edisi ke-11 ini. Semoga sajian dari kami akan memberikan tambahan pengetahuan dan juga wawasan bagi pembacanya. Akhir kata, kami ucapkan selamat membaca.
Salam, Redaksi.
DOWNLOAD >> Pasoepati.Net Digital Magazine #11















"Aku meminta Pasoepati tetap mendukung Persis dengan bentuk kreatifitas mereka seperti bernyanyi, berteriak, koreografi dan aksi apa saja asal jangan lagi melakukan lempar-lemparan ke dalam lapangan atau lemparan ke suporter lawan. Kalau memang suporter lawan yang memulai, ya kita harus berusaha jangan sampai terpancing. Apapun yang terjadi di dalam lapangan pertandingan, jangan ada lemparan dari luar. Suporter Pasoepati harus bisa menjadi contoh kalau sepak bola yang sesungguhnya itu ada di Solo, bukan di kota lain.”
Javier Roca, gelandang serang Persis Solo.




Siip…siap membaca…
bayar 3.000 ki mas
aku mocone nent warnet og
KOWAWA \(´▽`)/
majalahe gratissss nek ora donlod yo kowawane kebanjetan kui
ora ndue laptop..
diwoco lwt hape yo raisoh
.oke.oke.
siaaapp dibaca artikelnya
thanks
alhamdulillah DM’a dah terbit…..yg dah tak tunggu dari kmrin2….hehehe

mkch admin
Semangat Siang
KOWAWA