Panpel Persis Solo Serahkan Dana Sosial Dari Tiket Kepada PMI Solo
Panitia Pelaksana Pertandingan Persis Solo Divisi Utama Liga Prima Indonesia Sportindo pada setiap pertandingan Kandang Persis Solo mulai dengan Pertandingan Persis Solo Versus PSS Sleman telah menyisihkan dari pendapatan penjualan tiket sebesar Rp 500,-.per tiket.

Dari nilai uang sebesar Rp 500,- per tiket ini akan digunakan untuk sumbangan kegiatan sosial dengan pembagian Rp 100,- untuk sosial berupa Sumbangan Kemanusian PMI, Rp 200,- untuk membantu pembinaan SSB (Sekolah Sepak Bola), Rp 200,- untuk Sumbangan Aksi Sosial lainnya.
Menurut ketua Panpel pertandingan kandang Persis Solo versi LPIS, Roy Saputra kegiatan ini akan diberlakukan disetiap pertandingan Kandang Persis Solo seterusnya.
Dan pada hari jum’at (27/1), Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Persis Solo DU LPIS Roy Saputra didampingi Security Officer Persis Solo Krisna Murti menyambangi kantor PMI Solo untuk menyerahkan hasil yang telah disisihkan dari Pertandingan Persis Solo melawan PSS Sleman.
“Kepada PMI kali ini untuk pertandingan Persis Solo melawan PSS Sleman kemarin kami menyerahkan bantuan senilai Rp 1.520.500,-” lanjut Roy.
“Dari awal kami Persis Solo Divisi Utama Liga Prima Indonesia Sportindo mempunyai komitmen yang kuat untuk selalu berbuat untuk Kemanusiaan salah satu caranya adalah melalui sumbangan dana sosial ini melalui PMI. Dan ini juga merupakan wujud dari kepedulian kami terhadap sesama,” imbuh Roy disela-sela kegiatan penyerahan sumbangan ke PMI di Kantor PMI Solo.
Dalam penyerahan sumbangan dari Panpel Persis Solo DU LPIS ini diterima oleh satu dari anggota pengurus dari PMI Solo Farid Sunarto didampingi Agus Setyo Utomo dan pada kesempatan itu memberikan apresiasinya.
“Saya mewakili Pengurus PMI Surakarta mengucapkan terima kasih memberikan penghargaan yang luar biasa atas inisiatifnya kepada Panitia Pelaksana Persis Solo yang sudah jauh berpikir dan berkomitmen untuk Kemanusiaan dan Sosial” ujar Farid Sunarto. (Pasnet/*Farid MO)














"Aku meminta Pasoepati tetap mendukung Persis dengan bentuk kreatifitas mereka seperti bernyanyi, berteriak, koreografi dan aksi apa saja asal jangan lagi melakukan lempar-lemparan ke dalam lapangan atau lemparan ke suporter lawan. Kalau memang suporter lawan yang memulai, ya kita harus berusaha jangan sampai terpancing. Apapun yang terjadi di dalam lapangan pertandingan, jangan ada lemparan dari luar. Suporter Pasoepati harus bisa menjadi contoh kalau sepak bola yang sesungguhnya itu ada di Solo, bukan di kota lain.”
Javier Roca, gelandang serang Persis Solo.




forza persis solo…!!!
ora persis ora, gelar juara, dermawan sisan…
wktu pertandingan persis v pss kemaren saya merintis dengar salah stu oknum pasoepati yg memprovokatori untuk merusak gerbang masuk stadion lantaran mereka gag punya uang wat bli tiket…. masa pasoepati merusak kandang sendiri,,, gag dewasa blas klo sampe terjadi….
tolong hindari nyanyian rasis dan tindakan anarki… solo kota kita, manahan itu kandang kita… milik si setan merah pasoepati dan persis solo, jd bagi sodara2 kami jgn skali2 memprovokotori atopun menghasut untuk memusuhi apa yg jd musuh kalian…. musuhmu itu sodaraku, sodaramu juga sodaraku… karena kami pasoepati cinta damai…
S1NYAL kuat SAEDTAMA!!!
Calone dhwur qlo nki lhe mz… Wkwkwkkk
ga ada Calo ga rame om
semoga menang,3 point,
dan untuk laga kandang berikutnya semoga tidak ada lagi CALO!
#nga ad calo? mungkin ora yo?
ho o raeneg ki wae lingguhe gowo dingklik dwe og min

pasoegank : inggih leres mas ..
Lulusan taun ndek ingi ndek ingine neh kui taun piro ya mas
kami bangga jadi pasoepati bukan karena untuk mendapat pujian tapi karena ketulusan hati ingin berbagi
insya allah 3 poin di palangkaraya
,.pasoepati demangan mehh bakti sosial ngresik,i kampung,wae
mas VIP MERAH..jenengan mbiyen apa SMU 6..lulus tahun pinten…??
PERSIS wis komplit..berlatih,beramal,berdo’a..tinggal bsk bermain utk menang
PERSIS MENANG…
moga menjadi berkah buat Persis…
AMIN
yo genah
Isih sesuk sore tho. Walah..walah.. Dadi uisin tenan aku.yo wis matur nuwun mas2e sing neng nduwurku