Secercah Asa untuk Soler dan Ndubuisi
Menjelang pertandingan kedua Liga Divisi Utama PSSI antara Persis Solo melawan tim PPSM Kartika Nusantara, Sabtu (14/1) nanti, secercah asa kini datang menaungi dua pemain asing Persis Solo, Fernando Soler dan Michael Ndubuisi.

Jika besok ITC Michael Ndubuisi bisa secepatnya selesai, maka pemain asing Persis ini akan bisa memulai debut karirnya bersama Persis Solo saat menghadapi PPSM di Magelang.
Seperti kita ketahui, kedua pemain asing tersebut saat ini tengah berharap-harap cemas menyusul proses ITCnya yang tak kunjung selesai. Ketiadaan ITC menyebabkan keduanya urung memulai debutnya bersama tim Persis musim ini.
Namun, dari kabar yang redaksi terima dari CEO PT. SIP, Kesit B. Handoyo, dikabarkan bahwa proses ITC kedua pemain asing tersebut telah menunjukkan kemajuan.
Masing-masing federasi negara yang menaungi klub yang sebelumnya diperkuat oleh kedua pemain asing Persis tersebut, telah menerima permintaan ITC dari federasi sepak bola Indonesia dalam hal ini PSSI.
“Untuk Fernando Soler, federasi Kosta Rika sudah menerima permintaan ITC dari Indonesia, namun sampai saat ini kami belum menerima konfirmasi balik dari sana. Sedangkan untuk Ndubuisi, siang tadi prosesnya selangkah lebih maju. Kemarin pengajuan kami sempat tertunda karena data-datanya tidak terekam pada Transfer Matching System (TMS) FIFA. Tapi siang tadi kami akhirnya bisa memproses pengisian ID Player untuk Ndubuisi sehingga dokumen pengajuan ITCnya sudah bisa masuk ke federasi Kanada. Jadi kini statusnya kami tinggal menunggu konfirmasi dari kedua federasi tersebut,” jelas Kesit kepada redaksi PasoepatiNet, Kamis (12/1) sore.
Meski belum diketahui kapan ITC Soler dan Ndubuisi akan didapatkan, namun Kesit mengaku lega karena proses pengajuan ITC untuk dua pemain asingnya sudah berjalan.
Dalam pengajuan ITC tersebut, Kesit mengaku bahwa ada beberapa kendala yang menyertainya, salah satunya data Michael Ndubuisi yang belum terekam pada data TMS FIFA.
“Yang bikin lega adalah proses ITC kedua pemain sudah sama-sama berhasil dijalankan. Prosedur TMS itu sangat ketat, tidak semua pemain sudah terekam pada TMS milik FIFA, contohnya kasus Ndubuisi. Kasus Ndubuisi ini sebenarnya malah menambah kerja baru lagi yakni kami harus melengkapi data-data di TMS untuk pendaftaran nama Ndubuisi. Beda dengan Soler dimana nama Soler itu di TMS sudah ada cukup banyak. Jadi kami tinggal mencari saja diantara nama-nama yang telah ada itu. Jika sudah ketemu dengan nama yang dimaksud, kami tinggal memasukkan dokumennya dengan lebih mudah,” sambung Kesit.
Kini, setelah segala pengajuan ITC telah dikirimkan, maka yang hanya bisa dilakukan oleh pihak Persis Solo adalah menunggu konfirmasi balasan dari federasi Kanada dan Kosta Rika. Paling tidak masih ada sedikit waktu untuk menunggu sebelum datangnya jadwal pertandingan di Sabtu (14/1) sore.
“Ya harapannya federasi kedua negara bisa menyetujui dan memberikan konfirmasi secepatnya sebelum pertandingan hari Sabtu nanti. Jika konfirmasi sudah kami terima, maka Soler dan Ndubuisi bisa turun bermain melawan PPSM,” pungkas Kesit.














"Aku meminta Pasoepati tetap mendukung Persis dengan bentuk kreatifitas mereka seperti bernyanyi, berteriak, koreografi dan aksi apa saja asal jangan lagi melakukan lempar-lemparan ke dalam lapangan atau lemparan ke suporter lawan. Kalau memang suporter lawan yang memulai, ya kita harus berusaha jangan sampai terpancing. Apapun yang terjadi di dalam lapangan pertandingan, jangan ada lemparan dari luar. Suporter Pasoepati harus bisa menjadi contoh kalau sepak bola yang sesungguhnya itu ada di Solo, bukan di kota lain.”
Javier Roca, gelandang serang Persis Solo.




dubuisì opo songko kanada to? kok awake ireng men ya. . .
Soler dan dubuisy akan menambah kesolitan permainan persis,,,
Bantai magelang
sambil nunggu itc tdk ada salahnya mat soler diet dulu..biar lebih gesit spt bung kesit
semoga ITCnya Soler & Ndubuisi cepat terselesaikan besok bisa langsung main
slalu semangat….
mudah”an solerr N nabuzi bisa segera maen melawan PPSM…
biar pasoepati tambah semangaat untuk mendukung PERSIS SOLO…
maju terus pantang mundur,,,
AKU NENG MBURIMU…….
mugo2 ITC ndang klar…. so iso tampil full tim. N mugo2 Kiat ESEMKA iso dadi mobnas tenan trus dadi sponsore PERSIS SOLO 1923. Joosssss!!!!
Kalo dilogika pas td ngirim email,waktu di ke-2 negara tsb msh dinihari,pasti gak lgsg dbales,nah ntar malem dsni(brarti dsna siang baru stafnya pada kerja) dan ITC pun sgera diapproved..SEMOGA
pertamak hanya untuk kaum tidak mampu


eh kuwalik denk
eh mbuh denk
Magelang
kibarkan bendera Pasoepati di Magelang

kok US flag…….
Trima kasih bung kesith, PasOepati slu brsamamu.
Sosok ndubuisi sngat tangguh dilini prtahanan, bgaikan tembok yg kokoh,
Sosok Soler diharapkn bsa mnjadi ujung tombak yg runcing,bomber yg haus gol. . Semoga. .
klub profesional tenan! bung Kesit josss tenan perjuangane, the real CEO!
*pemain2 asing yang main di klub2 PT. LI itu gimana ya ITCnya… eh mereka kan maen di liga ilegal ya pasti ilegal, jadi pemain asingnya itu IMIGRAN GELAP!
pertamax
pertamax
sorry bro klah cpet anda
PREMIUM!!!