Pernyataan Sikap DPP Pasoepati
Sebagai bagian dari komponen masyarakat, Pasoepati berkeinginan agar situasi Solo tetap dalam kondisi kondusif. Kota Solo yang pernah sukses menggelar Kongres PSSI pada bulan Juli 2011 lalu, harus melanjutkan tradisi menjadi pionir menjaga kondusifitas berlangsungnya liga resmi PSSI di masa mendatang.

Namun, melihat perkembangan persepakbolaan di Kota Solo saat ini, khususnya soal keputusan dari sejumlah pihak agar PERSIS Solo ikut dalam kompetisi sepak bola amatir (PT Liga Indonesia) di luar PSSI, sangat disayangkan.
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PASOEPATI merasa prihatin terhadap kelangsungan Persis Solo di masa yang akan datang.
Untuk itu, DPP Pasoepati perlu menyampaikan pernyataan sikap terhadap keputusan yang telah melenceng dari kebijakan organisasi PSSI hasil Kongres Solo, yakni:
- Pasoepati, dengan tegas tidak setuju jika PERSIS Solo ikut bermain dalam kompetisi sepakbola amatir (PT Liga Indonesia), yang jelas-jelas ilegal dan tidak sesuai dengan keputusan organsiasi PSSI.
- Pasoepati menyayangkan sikap klub-klub yang baru bermunculan dan secara tiba-tiba dan mengklaim sebagai pemilik sah yang membuat putusan keliru. Yang jadi pertanyaan, adalah kenapa mereka tidak dari dulu ikut memikirkan PERSIS disaat Menajemen PERSIS tidak bisa membayar pemain dan dalam kondisi terpuruk.
- Pasoepati akan secara resmi mengadukan keputusan dari sejumlah pengurus Persis ke PSSI Pusat, lantaran membawa Persis Solo ke kompetisi illegal. Pasalnya, kepengurusan sudah dalam posisi demisioner, karena masa bhakti mereka hanya sampai tanggal 10 Desember 2011 sedangkan keputusan dibuat pada tanggal 11 Desember 2011.
- Pasoepati tetap akan melakukan aksi dan kegiatan atraktif, untuk melawan arogansi segelintir pengurus Persis yang sudah demisioner namun berani mengambil putusan dan kebijakan.
Solo, 12 Desember 2011
Dewan Pimpinan Pusat PASOEPATI














"Aku meminta Pasoepati tetap mendukung Persis dengan bentuk kreatifitas mereka seperti bernyanyi, berteriak, koreografi dan aksi apa saja asal jangan lagi melakukan lempar-lemparan ke dalam lapangan atau lemparan ke suporter lawan. Kalau memang suporter lawan yang memulai, ya kita harus berusaha jangan sampai terpancing. Apapun yang terjadi di dalam lapangan pertandingan, jangan ada lemparan dari luar. Suporter Pasoepati harus bisa menjadi contoh kalau sepak bola yang sesungguhnya itu ada di Solo, bukan di kota lain.”
Javier Roca, gelandang serang Persis Solo.




GARIS DEPAN PASOEPATI UNTUK PERSIS BERLAGA DI KOMPETISI RESMI
jane bang jun ki daftar neng lpi po divisi utama to… ax malah dadi mumet
oalah jebul BRENGOS jek neng mburine kisruh iki to, tiwas wingi tak jempoli…..wes salah jempoli saiki tak wenehi silit weh….
MUGO2 CANGKEME BRENGOS PEROT KENO STROKE……
K26+Paulus,tak dongakne koe do entuk duit akeh bar kui do loro kabeh…..njuk entek duite mlarat wes keno ukum alam…..
ORA RESMI ORA !!!
Brengos adalah biang dari permasalahan ini..kalo dia nggak ngijinin PAULUS berangkat ke Surabaya nggak bakalan ada dualisme..
LAWAN SENGKUNI_SENGKUNI SEPAK BOLA SOLO
Min tolong kalo bisa publikasikan nama nama orang2 dari kelompok 26…. paling lak wong baj***an kabeh….