Persis Solo Gagal Taklukkan Pro Duta
Persis Solo benar-benar mendapatkan lawan yang seimbang di pertandingan uji cobanya selama menjalani TC di Jakarta.

Tampil kurang maksimal di laga melawan Pro Duta FC, Javier Roca gagal mengeksekusi tendangan penalti bagi Persis Solo.
Tim asal kota bengawan ini harus puas berbagi hasil imbang tanpa gol di pertandingan uji cobanya yang kedua, ketika harus meladeni lawannya Pro Duta FC, Selasa (6/12) sore di stadion Bea Cukai, Rawamangun, Jakarta Timur.
Jalannya pertandingan di babak pertama berlangsung cukup berimbang untuk kedua tim. Baik Persis maupun Pro Duta saling terlibat jual beli serangan di 45 menit pertama.
Pada menit ke-20 Persis Solo seharusnya bisa membuka skor setelah wasit memberikan tendangan penalti bagi Persis. Namun sayang, Javier Roca yang ditunjuk sebagai eksekutor tendangan penalti ternyata gagal memaksimalkan peluang.
Bola hasil tedangan Roca hanya melenceng di samping kanan gawang Pro Duta. Skor pun tidak berubah hingga berakhirnya pertandingan di babak pertama.
Di babak kedua, permainan Persis sendiri masih tetap stabil seperti di babak pertama. Beberapa pemain dimasukkan pelatih Junaedi yakni diantaranya Ganda Syahputra, Dian Fachrudin dan Roby Fajar.
Sebagai gantinya Junaedi menarik keluar Hariadi, Ilham Hasan dan gelandang Javier Roca yang tampil kurang maksimal. Namun pergantian sejumlah pemain yang dilakukan Persis, belumlah cukup untuk menggedor lini belakang Pro Duta FC. Sejumlah peluang yang ada masih saja gagal dimaksimalkan oleh kedua tim dan skor kaca mata tetap tertahan hingga pertandingan usai.
Pelatih Junaedi menilai bahwa permainan anak asuhnya sudah cukup baik. Namun Junaedi juga tidak dapat menutupi bahwa anak asuhnya masih terlihat tampil grogi di lapangan.
“Secara keseluruhan tim bermain bagus sore ini, hanya saja rasa grogi pemain masih ada. Ya itu wajar karena anak-anak lebih banyak mendapatkan tekanan dari pada di pertandingan uji coba sebelumnya. Kami juga bermain sangat hati-hati, beberapa pemain juga kami simpan termasuk Fernando Soler yang tidak dimainkan. Kami menghindari cedera pemain dan tidak ingin kondisi fisik pemain drop,” tutur Junaedi ketika dihubungi redaksi PasoepatiNet seusai pertandingan berakhir.
Meski Junaedi menilai permainan timnya sudah membaik, namun berbagai kelemahan tim masih terlihat di pertandingan tersebut.
“Soal kelemahan tim, tentu saja masih banyak yang perlu diperbaiki, terutama di sektor belakang. Tapi nanti kami akan mengevaluasi tim secara menyeluruh setibanya kami di Solo,” sambungnya.
Sementara itu, atas hasil yang kurang maksimal bagi Persis Solo di pertandingan sore tadi, Sekretaris tim Persis Solo, Heri PR yang menemani tim Persis Solo bertanding, secara khusus menyampaikan permintaan maafnya kepada Pasoepati. “Kami meminta maaf kepada Pasoepati karena belum bisa memberikan hasil yang maksimal di pertandingan hari ini,” ujar Heri PR.














"Aku meminta Pasoepati tetap mendukung Persis dengan bentuk kreatifitas mereka seperti bernyanyi, berteriak, koreografi dan aksi apa saja asal jangan lagi melakukan lempar-lemparan ke dalam lapangan atau lemparan ke suporter lawan. Kalau memang suporter lawan yang memulai, ya kita harus berusaha jangan sampai terpancing. Apapun yang terjadi di dalam lapangan pertandingan, jangan ada lemparan dari luar. Suporter Pasoepati harus bisa menjadi contoh kalau sepak bola yang sesungguhnya itu ada di Solo, bukan di kota lain.”
Javier Roca, gelandang serang Persis Solo.




kok gur imbang.i pye?
Alhamdulillah ternyata cerdas jg PSSI menyikapi adanya liga tandingan…jossss…PASOEPATI makin bersorak krn hny mendukung PERSIS SOLO yg berlaga di jalur resmi PSSI…pny visi,misi,dana…tdk hny bs blg akan dpt subsidi 500juta…subsidi dr mana dr hongkong hahahahahahahaha
yang penting main bagus dan berusaha keras…HASIL adalah HADIAH dari sebuah perjuangan karena yang menentukan adalah penguasa jagat raya.
ISL menunggu pembubarannya saja hahahahahahaaaa.
semangat……!!!!!!!!!!!!!!!
merahkan manahan……
Apike ujicoba karo persis BLI
asyik soh nnt0n persis,soale jadwal e wez drbh,ora zdo hri krja.. mantab…maen e dn0 prei krj
piye maine kok isoh imbang
PT LI telah dilaporkan PSSI ke ranah hukum dan kita
tinggal menunggu detik-detik akhir kematian ISL
bersama para provokatornya seperti DD, ADT, NB, dkk.
Nah, sekali lagi terbukti bahwa PSSI Itu Cerdas !
ISL : Indonesia Suap League……………..Dyyyaarrrr ra kowe….ajur2…sisan klub sing maen yo keno sangsi ben ra mbangkang
hasil ujicoba sangat positif agar skuad persis bisa mendapatkan pelajaran. Tiga poin wajib hukumnya dipartai tandang pertama.
uno