Kalah Adu Pinalti, Persis Jr Gagal Juara
Hasil-hasil positif pertandingan Piala Suratin (KU-18) yang biasanya dipetik oleh Persis Junior, kini malah berakhir mengecewakan.

Di pertandingan penentuan juara babak final, Persis Junior harus dipaksa menanggung malu karena gagal merebut gelar juara setelah dibungkam Persiku Kudus Junior di kandang sendiri Stadion Manahan, Rabu (23/11) sore.
Kekalahan Persis terjadi melalui eksekusi adu tendangan penalti, setelah selama 2×45 menit ditambah dua kali perpanjangan waktu, skor masih tetap imbang 3-3.
Di babak pertama, kedua tim harus puas bermain imbang 1-1. Persis Junior berhasil lebih dulu memimpin melalui gol dari Rahman “Bebek” Purwanto di menit ke-1. Persiku berhasil membalas gol sekaligus menyeimbangkan skor melalui gol Hilmy Maulana di menit ke-43.
Babak kedua, tim tamu Persiku malah berhasil membalikkan keadaan dengan memimpin dengan skor 1-2 berkat torehan gol dari Welly Elmando dimenit ke-48.
Rahman Purwanto yang bermain gemilang sore tadi, berhasil mengukir gol keduanya di menit ke-63 sekaligus mengubah skor menjadi sama kuat, 2-2.
Masuknya penyerang Persis, Kito Chandra, dipertengahan babak kedua, membuat alur serangan Persis menjadi lebih hidup.
Di menit ke-77, Kito Chandra akhirnya mampu menjebol gawang Persiku untuk mengantarkan timnya mengungguli Persiku dengan skor sementara 3-2.
Petaka bagi Persis datang di menit ke-82 ketika sontekan Hilmy Maulana gagal dihalau oleh penjaga gawang Persis dan membuat bola melaju masuk ke dalam gawang. Skor pertandingan pun kembali imbang 3-3 sekaligus bertahan hingga pertandingan waktu normal usai.
Di babak perpanjangan waktu 2×15 menit. Sebenarnya kedua tim saling berjual beli serangan. Baik Persis dan Persiku sama-sama bermain terbuka, meski harus mengerahkan sisa-sisa tenaga dari pemain kedua tim.
Di babak perpanjangan waktu inipun satu gol pun gagal tercipta sehingga skor 3-3 tetap bertahan sehingga membuat pertandingan harus dilanjutkan dengan adu tendangan penalti.
Di babak adu penalti ini, Persis harus mengakui keunggulan dari Persiku. Pasalnya, dari tiga penendang pertama Persis kesemuanya gagal menceploskan bola ke gawang Persiku.
Sebaliknya, para penendang penalti dari Persiku malah berhasil tiga kali menjebol gawang Persis. Tiga penendang Persis yang gagal diantaranya Joel Gultom, Chandra Waskito dan Vicky Wahyu.
Pelatih Agung Setiabudi menilai bahwa permainan anak asuhnya sudah sangat bagus. Agung hanya kecewa dengan tidak ada keberuntungan bagi timnya di babak adu penalti.
“Permainan anak-anak sudah bagus dan maksimal, tapi kami hanya tidak beruntung saja di babak adu penalti,” katanya.
Atas kekalahan ini Persis harus menerima kenyataan menjadi juara kedua dari kompetisi Piala Suratin. Persis berhak menerima piala dan uang pembinaan sebesar 3 juta rupiah yang diberikan oleh Puthut Wibowo Adi, selaku Biro Kompetisi PSSI Pengprov Jateng.
Sedangkan kubu Persiku yang ditasbihkan sebagai pemenang, juga berhak mendapatkan piala juara sekaligus mendapatkan uang pembinaan sebesar 5 juta rupiah yang diberikan oleh Caesar Pajovit selaku pelatih timnas Indonesia U-19.














"Aku meminta Pasoepati tetap mendukung Persis dengan bentuk kreatifitas mereka seperti bernyanyi, berteriak, koreografi dan aksi apa saja asal jangan lagi melakukan lempar-lemparan ke dalam lapangan atau lemparan ke suporter lawan. Kalau memang suporter lawan yang memulai, ya kita harus berusaha jangan sampai terpancing. Apapun yang terjadi di dalam lapangan pertandingan, jangan ada lemparan dari luar. Suporter Pasoepati harus bisa menjadi contoh kalau sepak bola yang sesungguhnya itu ada di Solo, bukan di kota lain.”
Javier Roca, gelandang serang Persis Solo.




Tinggalkan korwil..tinggalkan suku..satu tekad jadi SATU PASOEPATI…!!
PERSIS JADI IKUT MNC CUP GAK ?
Runner up lolos putaran nasional??atau hanya juaranya saja??
Tetap smangad. .
Sing pnting PERSIS 1923 SOLO, ojo terpecah belah.
Satu Persis Solo satu.
beritane bal marai lungkrah kabeh, timnas kalah adu pinalti, persis kalah adu pinalti, persis malah [mungkin] terbelah.. hemmm… sabarr.. sabar…
pertamak
Absen msuk 10besar.hehehehe.
Kalah ra po2,seng penting junjung tinggi sportifitas,dan anggap kekalahan awal dri kemenangan.maju terus persis ku.
Pasoepati neng mburimu.hahahasyek
ojk sampe terpcah belah…saetama
persis solo sak modar’e,pasoepati nang mburimu..
Wlah pdho abange pdho klah adu pinaltine… Tp gpp klah mnang tu hal biasa yg pnting persis jr. dah brusha skuat tnaga.. Jgn mnxrah kwan krna kga”ln adlh kmenangn yg trtnda… Bgi kmi persis jr. adlh sang juara.. Salam opera… PASOEPATI PRANTAUAN SULAWEZI
Bagi kami kalian tetap Juaranya nak.,..
bwt Rahman”bebek”Purwanto, anda siap2 ikut om Cesar Payovic ke uruguay ya nak, bikin bangga Kota Solo.
PERSIS KEEP SPIRIT
kalah terhormat
tetaplah berjuang karena gk ada perjuangan yg sia2
Wah piye ki kok melu2 Timnas U-23.
Ra po2 maju trs pantng mundur