Jogja Pasoepati, Eksistensi Solo Raya di Kota Pelajar
Pasoepati Jogja merupakan kumpulan anak-anak Solo dan sekitarnya yang berdomisili di Yogyakarta. Sebagian besar anggotanyamenuntut ilmu dan bekerja di kota pelajar tersebut.

Secara umum anak-anak pasoepati Jogja mempunyai pandangan dan hobi yang sama, yaitu akan selalu berusaha untuk mendukung perjuangan tim Persis Solo berlaga, baik kandang maupun tandang.
Korwil pasoepati Jogja berdiri secara resmi tahun 2006, di mana saat itu euforia sedang melanda masyarakat Solo dan sekitarnya seiring dengan prestasi tim Persis.
Animo kebangkitan Persis tersebut tentu saja direspon baik oleh temen-temen pasoepati yang tersebar di Yogyakarta. Akhirnya inisiatif untuk membentuk Korwil waktu itu segera terwujud, setelah beberapa mahasiswa dari wilayah Soloraya dan juga kota-kota lain waktu itu berkumpul dan berembug demi satu tujuan, mendukung bersama-sama perjuangan Persis Solo walaupun harus berada di kota Yogyakarta.

Bak gayung bersambut, inisiatif teman-teman tersebut direspon positif oleh pendiri pasoepati, Mayor Haristanto dan tentu saja didukung penuh oleh pengurus DPP pasoepati saat itu.
“Dengan semboyan Einigkeit in Vielfalt, bahwa Korwil pasoepati Jogja ini mempunyai tujuan yang sama, yaitu mewadahi dan memfasilitasi rekan-rekan mahasiswa dan pekerja yang tinggal dan menuntut ilmu di kota Yogyakarta untuk bisa bersama-sama mendukung perjuangan tim Persis Solo berlaga, baik kandang maupun tandang” jelas Fajar Ihsan Nugroho.
Uniknya, banyak anggota pasoepati Jogja yang tidak hanya berasal dari Solo dan sekitarnya, tetapi juga berasal dari kota-kota lainnya, seperti Jakarta, Kediri, Cilacap dan juga Makassar.
“Ya, keanekaragaman suku lebur jadi satu demi Pasoepati dan Persis Solo”, ujar Guru Bahasa Jerman salah satu SMA di Yogyakarta tersebut.
Satu hal yang istimewa dari Korwil Pasoepati Jogja yaitu, mempunyai beberapa suku dari universitas-universitas terkemuka di Yogyakarta, seperti suku UGM, suku UNY, suku UIN Sunan Kalijaga, suku Atmajaya, suku UII, suku UMY dan suku Sanata Dharma.
Masing-masing suku tersebut mempunyai puluhan anggota yang dikoordinir secara rutin oleh masing-masing ketua suku. Sampai saat ini, jumlah total anggota pasoepati Jogja yang terdata secara resmi sejumlah 200 orang.
“Mereka secara rutin 2 minggu sekali berkumpul untuk bersilaturahmi dan bertukar ide demi kemajuan pasoepati dan Persis Solo” Menurut Ketua Korwil pasoepati Jogja saat ini, Joko Warsito.

“Bahwa sampai saat ini pasoepati Jogja masih tetap eksis, di tengah-tengah maraknya suporter DIY, Brajamusti Jogja, Slemania Sleman dan Paserbumi Bantul” jelas Dwi Gemboel Utomo, Salah satu dedengkot,
Dengan prinsip: di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung, Korwil Pasoepati Jogja berusaha untuk selalu rendah hati menjadi bagian dari nama besar Pasoepati Solo.
Pendiri Korwil Pasoepati Jogja: Sukir Satria Jati, Fajar Ikhsan Nugroho, Henry Waran, Budi Cahyono, Veean, Bima Altmann dan Gareng Nurrochim.
Susunan Pengurus Jogja Pasoepati:
Ketua: Joko Warsito
Wakil: Anggara Wepe
Sekretaris: Edo Krisma
Humas: Rozak
Bendahara: Nining Suraningsih
Ketua Suku UGM: Dwi Gemboel Utomo
Ketua Suku UNY: Fariz Schwuli
Ketua Suku UIN Sunan Kalijaga: Arief Utomo
Ketua Suku Atmajaya: Petruk
Ketua Suku Sanata Dharma: Wawan Surajah
Ketua Suku UMY: Ozzy
Ketua Suku UII: Ayas.
Bagi teman-teman Pasoepati yang berada di Jogja baik yang kuliah maupun kerja dapat gabung bersama Jogja Pasoepati, informasi hubungi: 08562532547 (Gemboel) follow juga twitter @JogPas untuk mengetahui informasi terkini Jogja Pasoepati
Fajar/Edo














"Aku meminta Pasoepati tetap mendukung Persis dengan bentuk kreatifitas mereka seperti bernyanyi, berteriak, koreografi dan aksi apa saja asal jangan lagi melakukan lempar-lemparan ke dalam lapangan atau lemparan ke suporter lawan. Kalau memang suporter lawan yang memulai, ya kita harus berusaha jangan sampai terpancing. Apapun yang terjadi di dalam lapangan pertandingan, jangan ada lemparan dari luar. Suporter Pasoepati harus bisa menjadi contoh kalau sepak bola yang sesungguhnya itu ada di Solo, bukan di kota lain.”
Javier Roca, gelandang serang Persis Solo.




sipppp, angkat merahmu kawan
merah kami tak akan pernah mati atau berhenti… qt angkat merah bersama demi kejayaan PASOEPATI & SAMBER NYAWA..!
Forza PERSIS, JOGPAS YNWA.. hoho..
Dwi Gemboel Utomo, salah satu dedengkot.
wkwkwkk ampun gali……………………..
* gue kepret looOOO…!!!
Mantep tenan Pasoepati Jogja
broo
sacaya
wahahaaaa,,,,aku pasoepati monjali,,
monjali isine BM thok,,,,, maknyussss…. Monjali akeh wong wonogiri+boyolali+karanganyar+klaten….
aku juga tnggal d monjali…., tp g tkt dadi abang….., salam pasjog
Mon jali isih melu sleman…. ra mungkin wani BM macem2
tdk kmana mana PASOEPATI ada dmana mana

SACAYA
salute sama PASNET,setiap suku or korwil mulai dikupas satu persatu .itu yg dingini PASOEPATI n wrga Solo khususnya jdi mereka tahu oo ini korwil ini ketuanya,,.PASNET semakin maju ikutin aspirasi temen2 PASOEPATI, THANXZ PASNET
pasoepati cikarang hadir
mataram itu meraaahhhh
indons mengakui mataram itu jogaj bukan solo
wah, foto kapan iki…? Foto pas launching ngubengi manahan mana brur….?
alex vrteski sudah dikontrak persija
opo hoo??lha persis main nganggo kiper opo no,,msok nganggo kiper2 elek?
Tetep Jaya kawan…
wah hebat wani atribut pasoepati ng jogja
tetap merah di bumi biru!
1