Klarifikasi Permintaan Maaf Darius Sinathrya Kepada Pasoepati

Darius sinathrya, secara resmi meminta maaf pada pasoepati (foto: Detikcom)
Seperti yang sudah disaksikan bersama kekalahan timnas Indonesia atas Bahrain 0-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (Selasa, 6 September 2011). Ada hal lain yang membuat Pasoepati merasa sedikit terpukul. Yaitu komentar yang keluar dari presenter Darius Sinathrya.
Darius melakukan kesalahpahaman dengan menyebut Pasoepati seolah sebagai biang kericuhan yang terjadi pada pertandingan. Setelah siaran langsung tersebut Darius baru menyadarinya dan melalui akun twitternya mengungkapkan permintaan maaf kepada Pasoepati.
Darius menghubungi crew kami yang sedang bertugas di SUGBK via telefon untuk mengungkapkan permintaan maaf tersebut.
Berikut klarifikasi permintaan maaf dari Darius Sinathrya kepada Pasoepati melalui email redaksi Pasnet.
Salam hangat,
Selamat malam teman-teman Pasoepati. Bersamaan dengan email ini, saya Darius Sinathrya secara pribadi ingin menyampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya
atas kesalahan dalam menyampaikan informasi saat saya bertugas membawakan siaran langsung Indonesia vs Bahrain hari Selasa, tanggal 6 September 2011.
Dikarenakan waktu yang begitu cepat dan ucapan spontan atas apa yang saya saksikan di layar Tv. Saya salah menyebut seorang oknum suporter yang hadir di SUGBK sebagai suporter Pasoepati (saya melihat di tubuhnya terdapat tulisan pasoepati) yang pada saat tersorot kamera sedang berada dalam posisi turun dari pagar pembatas, dan saya memberikan informasi kurang lebih sebagai berikut “yak, seorang suporter… Pasoepati, melakukan aksi yang kurang patut dicontoh dengan menaiki pagar pembatas…”
Setelah selesai bertugas, saya baru menyadari kesalahan yang saya lakukan karena ada begitu banyak mention di akun twitter yang mempertanyakan maksud dari komentar saya tadi. Dan Admin Pasoepati memberi informasi bahwa oknum yang tertangkap kamera bukan merupakan anggota Pasoepati dan berasal dari luar kota Solo.
Untuk itu, secara khusus saya memohon maaf sebesar-besarnya atas kesalahan yang telah saya lakukan dan semoga seluruh unsur suporter Pasoepati mau berbesar hati menerima permintaan maaf saya.
Jika saya mengetahui kesalahan saat masih on air / bertugas. Maka saya akan langsung meralat dan segera menyampaikan permintaan maaf disaat yang bersamaan. Dikarenakan saya terlambat menyadari kesalahan, maka ijinkan saya menyampaikan permintaan maaf melalui akun twitter yang telah saya sampaikan langsung pada @Pasoepati @Pasoepatinet dan @Pesonasolo. Dan juga melalui media resmi Pasoepati atas info yang saya terima dari @Pasoepatinet.
Sekali lagi, saya minta maaf sebesar-besarnya kepada Pasoepati dan masyarakat Solo atas ketidaknyamanan yang terjadi karena kesalahan dalam memberikan informasi. Semoga tidak terjadi lagi di masa yang akan datang, dan kejadian ini dapat menjalin tali silaturahmi kita.
was.
Darius Sinathrya
Diharap setelah klarifikasi ini teman-teman Pasoepati dan warga Solo pada umumnya dapat memahami dan memaafkan kesalahan tersebut. Karena sesungguhnya hal tersebut tidak lebih dari khilaf seorang manusia biasa.
Sekaligus hal ini menjadi koreksi untuk kami Pasoepati bahwasanya pembelajaran tentang larangan petasan di dalam stadion dalam ajang laga internasonal.
Kami rombongan Pasoepati datang dari Solo ke Jakarta hanya untuk satu kata, INDONESIA. Kami tidak ada niatan untuk mengacaukan pertandingan dengan menyalakan petasan atau sejenisnya.
Hanya oknum yang tidak bertanggung jawab yang belum memahami peraturan tersebut ditegakkan untuk kepentingan bersama. Ya, kepentingan Timnas Indonesia. Sebagai pembelajaran untuk kami Pasoepati dan teman suporter di seluruh Indonesia. Mari kita dukung terus Timnas Indonesia!! Garuda Didadaku! #SatuIndonesia (Pasnet)














"Aku meminta Pasoepati tetap mendukung Persis dengan bentuk kreatifitas mereka seperti bernyanyi, berteriak, koreografi dan aksi apa saja asal jangan lagi melakukan lempar-lemparan ke dalam lapangan atau lemparan ke suporter lawan. Kalau memang suporter lawan yang memulai, ya kita harus berusaha jangan sampai terpancing. Apapun yang terjadi di dalam lapangan pertandingan, jangan ada lemparan dari luar. Suporter Pasoepati harus bisa menjadi contoh kalau sepak bola yang sesungguhnya itu ada di Solo, bukan di kota lain.”
Javier Roca, gelandang serang Persis Solo.




sg gendut mudun ko pager iku arek pasuruan bkan solo
sepertinya anda benar.
saluuut kang darius menyadari kesalahan lgsg minta ma’af… aku angkat topi karo mbah2 kae atas loyalitasnya…
Yo le Darius pancen kw ki yo salah,tak weki nggapuro.. Nanggeng jo dibaleni meneh yo le..!
ya ya ya . ,
Pasoèpati gitu lho
sip,bagus,
tp awas kalo nyebut pasoepati sbg biang kerok,
wong solo itu sopan, tapi kalu dikasari, tw sendiri.
jangankan kamu, belanda aja ga akan menginjakkan kaki di solo.
Saetama……………pasoepati edan mas darius,,,,tp mapan……..yuh ning solo yen pengen nonton bal balan……
mari rekan-rekan Pasoepati berbesar hati..
zo ms dariush tak maafken……………
pencemaran nama baik ki..tak maafke,ojo di baleni yo?..
pencemaran nama baik ki..tak maafke,ojo di baleni yo?
. ddnia ni ndak ad yg smpurna
. mri kta brmaapan ☺
yo tak maapke..
suwun wae lah,
matur nuwun.
case closed…
Mumpung isih suasana lebaran…
siiip!! case closed. Terima kasih kak Darius Sinathrya atas klarifikasi permintaan maaf langsung melalui kami redaksi Pasoepati.Net.
*bersalaman lalu berpelukan
itu bkan darius,
itu yg gendut bkan ank solo tpi golongane aregk pasuruan