Kompetisi Profesional, Bagaimana Nasib Klub Asal Solo?

Workshop sepak bola Indonesia yang dihadiri oleh perwakilan Asian Football Confederatiion (AFC) Suzuki Tokuaki, Rabu (3/8) di Hotel Sahid Jaya, Jakarta yang membahas format kompetisi gabungan yang rencananya akan membetuk kompetisi baru.
Kompetisi baru ini akan melibatkan klub-klub yang layak dimasukkan dalam kompetisi tersebut yang diperoleh dari tahap seleksi dari Liga Super Indonesia (LSI) dan Liga Primer Indonesia (LPI).
PSSI akan merombak total kompetisi musim depan, dan membagi menjadi dua kompetisi: Profesional dan Amatir.
Antara Profesional dan Amatir akan ditentukan lewat sejumlah persyaratan, aspek legalitas, finansial, infrastruktur, personel dan sporting (pembinaan usia muda, perangkat pertandingan dan yang lain).
Berikut Kompetisi Profesional yang di rencanakan PSSI, yang di sesuaikan dengan kemampuan finasial masing-masing klub.
Kompetisi Profesional Level 1:
Setiap tim di kompetisi level 1 diwajibkan memiliki badan hukum berbentuk perusahaan terbatas (PT) yang bersifat komersial.
Dana deposit untuk partisipasi Rp 5 miliar, budgeting cap (pengeluaran selama satu musim) mencapai Rp 15 miliar. Syarat itu juga mengatur gaji maksimal untuk pemain lokal adalah Rp 500 juta/musim dengan durasi kontrak minimal 3 tahun.
Kuota pemain asing juga berubah yaitu 3 (non Asia) + 1 (Asia), ditambah 1 Marquee player lokal atau asing diperbolehkan bergabung tanpa batasan gaji.
Kompetisi Profesional Level 2:
Semua klub yang memilih level 2 harus memiliki badan hukum berbentuk perusahaan terbatas (PT) yang bersifat komersial.
Nilai deposit partisipasi klub sebesar Rp 2 miliar, dengan budgeting cap Rp 8 miliar. Gaji pemain lokal maksimum Rp 350 juta/musim dengan kontrak minimum 3 tahun.
Anggota Komite Eksekutif yang menangani bidang kompetisi, Sihar Sitorus, menjelaskan, klub dari Liga Super hingga Divisi II, juga dari Liga Primer Indonesia boleh ikut mendaftar verifikasi.
Persis Solo yang sudah beberapa musim mengalami krisis finansial nampaknya akan kesulitan jika mengacu pada persyaratan yang di ajukan PSSI.
Namun, Nasib Persis Solo bisa saja berubah positif jika wacana merger dengan Solo FC bisa menghasilkan kesepakatan yang positif demi menjaga eksistensi sepakbola di kota Solo di kompetisi profesional Indonesia. (Pasnet/Asepzo/inilah.com)














"Aku meminta Pasoepati tetap mendukung Persis dengan bentuk kreatifitas mereka seperti bernyanyi, berteriak, koreografi dan aksi apa saja asal jangan lagi melakukan lempar-lemparan ke dalam lapangan atau lemparan ke suporter lawan. Kalau memang suporter lawan yang memulai, ya kita harus berusaha jangan sampai terpancing. Apapun yang terjadi di dalam lapangan pertandingan, jangan ada lemparan dari luar. Suporter Pasoepati harus bisa menjadi contoh kalau sepak bola yang sesungguhnya itu ada di Solo, bukan di kota lain.”
Javier Roca, gelandang serang Persis Solo.




Di approve min komengku
Merger ae
merger aja biar solo punya klub yg masuk verifikaasi liga profesional…
dari pada berjuaang sndiri2 mending bersatu membawa nama kota solo..
saatnya pengurus beersikap deewasa dan mementingkan kemajuan sepakbola di kota solo..
suporternya aja bisa jadi satu, masa klubnya ga bisa..
salut buat pasoepati yg slalu bisa brsikap dewasa.. salam edan tapi mapan!
kelebihan (nilai plus)
Persis :
- nilai historis
- youth development
- sudah terdaftar sebagai anggota PSSI
Solo fc :
- aspek keuangan
- manajemen yg profesional dan transparan
- aspek legalitas, solo fc sudah berbentuk PT
Kesamaan :
- sama-sama didukung pasoepati dan masy solo
- sama-sama berhome base di stadion manahan, solo
kalo dilihat secara seksama apa yg ada di persis tdk ada di solo fc, begitu pula sebaliknya apa yg ada di solo fc tdk ada di persis, monggo pasoepati ikut mendorong supaya pak rudy dan bung kesit bisa duduk bersama memikirkan solusi terbaik untuk sepakbola solo, podo solo ne ayo dirembug sing apik
Wkwkwkwk..
pak rudi dan pak bram mending persis solo ma solo fc segera marger demi menyelamatkan solo…dari pada persis berada di liga amatir…kalo solo fc yang berada di liga profesional pasti akan ditolak banyak pihak dari div utama dan ISL…solo punya segalanya untuk berada di liga profesional….suporter fanatik, stadion yang layak..dan alangkah lengkap lagi jika solo fc dan persis marger sehingga akan menjadi kekuatan baru yang kuat…mohon pak rudi agar memirkirkan nasib solo agar bisa tampil si liga profesional…semua warga solo raya pasti berharap agar solo bisa masuk ke liga profesional….
merger saja persis solo dengan solo fc
mari berdiskusi, saat ini nasib sepakbola kota solo sedang mendung gelap
Merger! saatnya profesional…
Hanya bisa Berdo’a. . . . . .xixixixie
walah kok rumit, tpi tidak juga denk, itu kan di awal kalo uda di jalani pasti nanti akan terbiasa
semuga persis isa hidup kembali
mau merger atau berdiri sendiri saya selalu mendukung apapun yang memakai nama KOTA SOLO
SMOGA PERSIS SOLO Dapat Sponsor n TETAP EXIS. . . .hehehe
haiaoh,,,mumet ndase….pie persis ku..???
Saiki pasnet sepi
pertamax
??