Moment Indahnya Kebersamaan Suporter di Solo
Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI sabtu (9/7) lalu menyisakan kenangan indah saat suporter dari berbagai daerah bisa duduk bersama dalam keadaan damai meramaikan salah satu hajatan terbesar PSSI tahun ini.

Presiden Pasoepati, Bimo Putranto, terjun langsung ke lapangan memimpin Pasoepati dalam menjaga kondusifnya kota Solo selama Kongres berlangsung. Pasoepati melakukan pengamanan pada suporter yang datang meramaikan KLB PSSI di kota Solo.

Komplek Stadion Manahan Solo menjadi salah satu titik Nonbar yang di sediakan oleh panitia Kongres. Di kawasan ini suporter bisa menikmati jalanya Kongres melalui televisi yang sengaja di pasang di Stadion Manahan.

Suporter dari wilayah Jawa Timur, Aremania, LA Mania, Persidmania nampak memadati kawasan selatan Velodrome Manahan Solo. Mereka nampak bercengkara penuh keakraban dan suasana damai.

Sementara suporter dari wilayah jawa tengah dan Jogjakarta yang nampak hadir adalah Paserbumi bantul, Simolodro Magelang, Slemania dan Snex Semarang.

Koordinator masing-masing suporter selalu melakukan komunikasi demi menghindari terjadinya provokasi yang bisa berujung pada tindakan anarkisme suporter.

Jalanan di kawasan Gladag nampak memerah oleh banyaknya Pasoepati yang hadir mendengarkan Orasi Suporter yang di pimpin oleh Andi Peci dan Maryadi Gondrong. Panasnya sengatan sinar matahari tidak menghalangi semangat pasoepati.
Tidak hanya Pasoepati yang hadir di kawasan Gladag, nampak Bonekmania, Panserbiru, kabomania juga ikut dalam orasi suporter sabtu (9/7) siang di kawasan Gladag.

# foto – foto hasil jepretan lensa kamera @angga_1923 dan @asepzo














"Aku meminta Pasoepati tetap mendukung Persis dengan bentuk kreatifitas mereka seperti bernyanyi, berteriak, koreografi dan aksi apa saja asal jangan lagi melakukan lempar-lemparan ke dalam lapangan atau lemparan ke suporter lawan. Kalau memang suporter lawan yang memulai, ya kita harus berusaha jangan sampai terpancing. Apapun yang terjadi di dalam lapangan pertandingan, jangan ada lemparan dari luar. Suporter Pasoepati harus bisa menjadi contoh kalau sepak bola yang sesungguhnya itu ada di Solo, bukan di kota lain.”
Javier Roca, gelandang serang Persis Solo.




sejarah sepak bola indonesia telahir dikota budaya wayang yang ramah tamah semoga sepak bola indonesia lebih ke depan dan dapat di kenal seluruh dunia dan semua seporter bisa bercermin dengan sukses kongres yang di selenggarakan di kota solo>>>>>
berbeda2 tetap satu jua untuk memajukan sepak bola indonesia……
BRAVO SOLO DAN BRAVO SEPORTER INDONESI
Siip…luweh siip maneh yen wingi sing nyang Gladak di campur karo sing nyang Manahan, sekalian damaike bonek karo aremania n la mania…
Solo menyisakan potensi luar biasa
siip jepret2an’ne.. mugo2 liga ne ora amburadul meneh, timnas’e yo isoh tambah joss..
salut buat kota solo….bangga jadi pasoepati….
Happy, wingi isoh melu konvoi keliling kota.
Sejarah baru tercipta di kota solo.
Bangkitnya sepak bola indonesia & awal perdamaian suporter indonesia.
,LA biru kidul sik cdak k0k malah rnek benek e nengdi y0?
,salute t0 s0l0
Salut Buat kota ku. . .!!
Solo Bumi Pasoepati
Joss Tuenan
Moco sik..,8-)
3
sip tnan
Joooosssssssss
Raiso coment
joz