Siapkah Persis Solo Tanpa APBD Musim Depan
pasoepati, aset berharga Persis Solo dalam mengarungi kompetisi musim depan
Mulai tahun 2012 Pemerintah Daerah di larang untuk memberikan subsidi dana APBD kepada tim Sepakbola profesional. Aturan ini tentu saja bagai petir di panasnya siang hari bagi klub yang selama ini menggantungkan pembiayaan klub pada dana hibah APBD.
Siapkah Persis Solo dengan kondisi ini? Dua musim tanpa APBD sudah di jalani tim kebanggan wong Solo ini, namun hasilnya mengecewakan. Selama dua musim berkompetisi tanpa APBD tim Persis Solo menjadi juru kunci selama dua musim berturut-turut.
Namun torehan dua musim menjadi juru kunci itu di dapat dalam kompetisi saat tim yang menjadi lawan Persis Solo masih mendapatkan suntikan APBD dari pemerintah daerahnya.
Bagaimana musim depan?
Musim depan (jika Persis Solo benar tidak terdegradasi ke divisi satu) bisa jadi lain ceritanya jika semua tim bertanding dalam keadaan sama-sama tidak mendapatkan dana hibah dari APBD pemerintah daerah.
Problem finansial bisa jadi akan merembet ke banyak tim mulai musim depan saat APBD benar-benar di larang, bukan hanya Persis Solo saja yang mengalami krisis finansial.
Terlepas dari polemik di hentikannya APBD untuk klub sepakbola profesional, Suporter dan manajemen tim perlu duduk bersama untuk mensiasati problem yang akan di hadapi di kompetisi mendatang.
Suporter harus di libatkan oleh manajemen dalam pemecahan masalah finansial tim karena bagaimanapun mereka (suporter) adalah aset terbesar yang di miliki klub dalam sepakbola profesional.
Selain itu manajemen juga harus bisa menggandeng sponsor yang bisa menjadi partner dalam membiayai Persis Solo berkompetisi. Hal yang tidak mudah mengingat dua musim terakhir sulit sekali mendapatkan sponsor untuk laskar Sambernyawa.
” Kami ingin prestasi yang lebih baik, dengan prestasi mungkin dukungan kami selama ini serasa di hargai” jelas sigit omponx.
Tidak mudah mengelola sebuah tim sepakbola profesional yang punya suporter super fanatik seperti pasoepati. Tuntutan klub bisa berprestasi dalam keadaan finansial yang bermasalah tentu bukan hal yang mudah di atasi.
Namun apapun itu, Pasoepati berhak mendapatkan prestasi terbaik dari klub yang di dukungnya karena sudah berjuang allout memberikan dukungan. (AN)











"Aku meminta Pasoepati tetap mendukung Persis dengan bentuk kreatifitas mereka seperti bernyanyi, berteriak, koreografi dan aksi apa saja asal jangan lagi melakukan lempar-lemparan ke dalam lapangan atau lemparan ke suporter lawan. Kalau memang suporter lawan yang memulai, ya kita harus berusaha jangan sampai terpancing. Apapun yang terjadi di dalam lapangan pertandingan, jangan ada lemparan dari luar. Suporter Pasoepati harus bisa menjadi contoh kalau sepak bola yang sesungguhnya itu ada di Solo, bukan di kota lain.”
Javier Roca, gelandang serang Persis Solo.




Manajemen diganti ! trus golek sponsor koyo SRITEX, AIR MANCUR, KONIMEX, trus kan bulan Juni Bank Pasar meh ganti jeneng dadi BANK SOLO, lha kui dinggo sponsor sisan nggo promosi Bank Solo ! nuwun
ayo ayo ayo wog sugih ragati persis solo…. ayo ayo suponsor ragati persis solo……..
Jika ingin profesional, seharusnya PERSIS SOLO Sudah berada dibawah naungan sebuah PT..
insyallah BISA!!!!!
mugo2 tak terdegradasi ke devisi 2.
BERSAMA KITA BISA
pasti bisa
save our persis
malah persis tu tim yang paling siap di banding tim yang lain mas admin…seharusnya judulnya beranikah tim sepakbola mengikuti langkah persis solo tanpa APBD
pasoepati kan slalu mendukungmu dimanapun kau berada…
PASOEPATI SATU HATI BELA PERSIS SOLO DAN SOLO FC..
.siap lah.
.maju persis solo
bisa
pejwan
1 .
Piro kie