PSSI! Tolong Jangan Solo Lagi!
Persis Solo yang jadi pesakitan, Stadion Manahan di gunakan untuk pesta tim lain
Minggu 22 Mei 2011 ketika untuk sekian kalinya penulis memasuki stadion manahan sebagai jurnalis untuk meliput secara langsung partai semifinal liga divisi utama PSSI 2010/2011 antara Persidafon vs Persiba, ada perasaan yang aneh direlung hati ketika melihat betapa seluruh tribun dipenuhi warna merah, merah yang tidak seperti biasa penulis lihat selama ini.
Sebelumnya sempat ada perasaan bangga didalam dada ini melihat Solo dalam hal ini Stadion Manahan kembali dipercaya oleh PSSI untuk menggelar gelaran tertinggi divisi utama, berarti menurut kesimpulan penulis, Solo selama ini selalu berhasil menggelar hajatan besar sepak bola Nasional.
Namun hati ini juga seketika miris ketika tersadar bahwa lautan merah yang ada dihadapan penulis saat itu bukanlah sang merah penghuni asli manahan, mereka adalah merah yang lain, merah dari daerah selatan pulau jawa. Seketika penulis teringat klub asli Solo yang saat ini telah resmi tereliminasi dari kasta kedua kompetisi sepak bola Indonesia, klub yang selama ini menjadi idola si merah penghuni tetap manahan.
Dada ini mendadak sesak menghadapi kenyataan bahwa partai puncak divisi utama ini kembali digelar dikota Solo, Kota yang mana Persis 1923 juga ikut berlaga didalamnya! Apa yang melatarbelakangi PSSI untuk menggelar laga puncak 2 tahun berturut-turut di Kota Solo?! Kota dimana klubnya selalu menjadi langganan juru kunci dan bahkan akhirnya saat ini terdegradasi! Apa PSSI tidak memikirkan bagaimana perasaan pecinta sepakbola Solo ketika gelaran puncak divisi utama tersebut terus digelar di Solo? Ibaratnya disaat orang lain sekarat, didepannya malah digunakan orang untuk berpesta pora!
Semoga tahun ini adalah tahun terakhir digelarnya even-even besar sepakbola di Kota Solo. PSSI juga harus memikirkan bagaimana kondisi psikologis warga Solo yang saat ini sangat merindukan prestasi klubnya yang sedang terpuruk. PSSI jangan hanya memikirkan aspek kemudahan yang ada di Solo, baik prasarana, akomodasi maupun transportasi serta keamanan. PSSI jangan hanya ingin meraup untung dari suksesnya setiap gelaran sepakbola di Solo tanpa memikirkan bagaimana perasaan penghuni asli manahan yang mungkin hanya bisa tersenyum kecut dengan hati teriris menyambut suporter lain daerah yang datang langsung ke Solo*.
*Penulis adalah pemerhati sepakbola Solo, sekarang bekerja sebagai jurnalis di luar Solo.




















ironis..hampir 2 musim Persis sering dikuyo2 PSSI lewat bonekanya yang bernama wasit,tapi 2 musim itu pula PSSI memanfaatkan Stadionnya untuk pestanya PSSI dan tim luar solo.Seharusnya 2 kali penunjukkan solo sbg tuan rumah mampu membuka mata pengambil kebijakan di kota kita ini betapa adalah sebuah kebanggaan ketika kotanya punya tim sepakbola yang hebat..Tapi nyatanya tidak….
Cry for Persis..
boikot wae!!!
saya sangat sedih karena prestasi sepak bola solo terpuruk…..tolonglah para manajeman dan pengurus PERSIS DAN SOLO FC berikan yg terbaik buat pecinta sepak bola solo khususnya PASOEPATI yg tak henti hentinya mendukung dua klub solo itu ,, “semoga warna merah itu adlh warna kita bukan warna lainya” by; PASOEPATI 1923 SAEDTAMA
Itu imbalan buat Rudi yang mau menjilat pantat Agum Gumelar ..
amin
PERSIS SOLO.
harga diri dan harga mati . Terpatri di dalam hati .
Ale Persis ale
miris
penulis ndeso…org dipercaya ya bagus lah biar memacu team persis dan solo fc untuk bs lebih meningkatkan kemampuan mereka supaya tahun2 depan pada waktu final diadakan persis atau solo fc bs ada dan ikut serta…..lha ini kok malah jgn lagi ??????????????????????????????????yg kena psikologinya tu kamu mas…kita butuh melihat pertandingan bola yg bermutu dan enak dinikmati…solo rindu itu…..
jadikan motivasi aj. jangan di ambil sisi negativnya.
mugo2 raenek degradasi meneh
Pasoepati jadilah teladan bg stiap suporter di indonesia, wlaupun prestasi klub kbanggan anda lagi surut, tapi tetap jadilah suporter sejati. Hindari rasis, stop anarkis..
Glory Glory Solo
Menyimak
Setuju…
sampai kapan pun gak akan nonton pertandingan d manahan kalau gak PERSIS SOLO & SOLO fc yg berlaga
Panpel solo hanya memikirkan UANG bukan memikirkan Hati PASOEPATI.
pertamax
pSSI jancok………………fuck PSSI……
1 kah…?