Solo FC Tanpa Pitono Di Gelora 10 November

Dua Dirijen OVJ Pasoepati Dalam Salah Satu Aksinya Memerangi Rasisme.
Pemain andalan Solo FC, Singgih Pitono dipastikan tidak dapat memperkuat timnya saat menghadapi Persebaya 1927 pada laga lanjutan Liga Primer Indonesia (LPI) di Stadion Gelora 10 November Surabaya, Senin (9/5). Pemain yang menempati posisi belakang tersebut absen menghadapi Persebaya, karena dia mengalami cedera dan harus istirahat selama dua pekan, kata Direktur Operasional Solo FC, Abraham EW. Turangan, di Solo, Kamis (5/5).
Menurut dia, dengan absen Pitono dalam lawatannya ke Surabaya tentunya akan mempengaruhi lini belakang timnya. Tetapi, Pelatih Solo FC Branko Babic sudah mempersiapkan pemain penggantinya khusus menghadapi Persebaya. Ia menjelaskan, dengan absen Pitono, maka Solo FC yang akan membawa 18 pemainnya ke Surabaya, pada Sabtu (7/5), dan mereka mencoba lapangan sehari sebelum bertanding.
Hal tersebut, kata dia, untuk memberikan motivasi pemain agar lebih bersemangat dalam menghadapi lawan setiap pertandingan. Menurut dia, target tersebut dinilai cukup realistis, karena tim lawan salah satu pemain pilarnya yang berbahaya, yaitu Andik Firmansyah bakal absen. Andik absen karena mengikuti seleksi pemain Timnas U-23 di Jakarta. Oleh karena itu, timnya akan memanfaatkan absennya pemain andalan yang mengisi posisi depan Persebaya tersebut. Sehingga, pemain barisan belakang Solo FC sedikit lebih aman.
Asisten Pelatih Solo FC, Hong Widodo mengatakan, Pitono mengalami cedera saat melakukan game 11 ketika latihan di Stadion Sriwedari Solo. Selain itu, kata dia, saat latihan kondisi lapangan becek akibat diguyur hujan, sehingga membuat para pemainnya rawan cedera. Namun, lima pemain asingnya, yakni Staven Racic (depan), Zarko Lazetic (depan), Sergey Litvinov (belakang), Aleksander Vrteski (kiper), David Micevski (tengah) kondisinya fit dan siap tempur menghadapi Persebaya. (Ant/OL-2/MI/Crew)














"Aku meminta Pasoepati tetap mendukung Persis dengan bentuk kreatifitas mereka seperti bernyanyi, berteriak, koreografi dan aksi apa saja asal jangan lagi melakukan lempar-lemparan ke dalam lapangan atau lemparan ke suporter lawan. Kalau memang suporter lawan yang memulai, ya kita harus berusaha jangan sampai terpancing. Apapun yang terjadi di dalam lapangan pertandingan, jangan ada lemparan dari luar. Suporter Pasoepati harus bisa menjadi contoh kalau sepak bola yang sesungguhnya itu ada di Solo, bukan di kota lain.”
Javier Roca, gelandang serang Persis Solo.




ada info kah kuota untuk Pasoepati,….??
ada tour resmi kah untuk brangkt brsama ke Surabaya,….??
@ NAEEV
koen mangkat gak rekkk…??? :%
Walopun berat Tp! Ttp semangat n Optimiz Raih po!n penuh.. Jngn pernah Menyerah n sll smngat kawand krn Pasoepati kan sll bersamamu d manapun kamu berLaga.. PasOepati tdx kmana mana tp ada dmana mana..
*pengen ngerti DOOLY kwi koyo ngopo…
tenang wae solo fc tetep menang…..
mari kita berdoa bersama untuk kemenangan solo fc……..

rasah cengengsan koe mas erik

Sayap’e tnpa pitono krg menggigit!
pertamak mundak jare
kalah gesit…
solo pasti juaranya…………….
WASEM TELAT
pasti menang……….ora wedi dadi abang
i’m comin g suruboyo
1