Pantang Menyerah di Pertandingan Terakhir
Sore ini tim Persis Solo akan melakukan pertandingan terakhirnya di Stadion Manahan di musim ini. Pertandingan terakhir ini akan menjadi pertandingan yang sarat emosional bagi pemain Persis dan juga Pasoepati.
Senin (18/4) sore ini di Stadion Manahan akan dipertandingan pertandingan antara Persis Solo menjamu Mitra Kukar dalam lanjutan Liga Ti-Phone Divisi Utama. Pertandingan sore ini akan menjadi pertandingan yang terakhir bagi Persis di Stadion Manahan di musim ini. Ini akan menjadi pertandingan sulit karena Persis yang saat ini berposisi di juru kunci klasemen akan menantang lawannya yang justru tengah berada di puncak klasemen sementara. Terlebih lagi, Persis bakal dituntut menang dalam pertandingan terakhirnya ini.
Pelatih Persis Ahmad Sukisno, tetap optimis bahwa tetap ada peluang bagi timnya untuk bisa mengalahkan Mitra Kukar yang diasuh oleh pelatih Benny Dollo. Sukisno berkaca pada hasil buruk Mitra Kukar beberapa waktu lalu yang mengalami kekalahan 3-0 atas tuan rumah PPSM Magelang. Sukisno juga berharap anak asuhnya bisa menampilkan permainan terbaiknya di pertandingan nanti.
Tim Persis sendiri masih dirundung masalah dengan kemungkinan absennya beberapa pemain. Haryadi dan Masyhadi masih dibekap cedera. Bayu Pradana, Joko Rus dan Suparno juga sedang tidak fit kondisi kesehatannya. Sedangkan dari kubu tim tamu bakal turun dengan skuad terbaiknya, termasuk bermainnya Franco Hita yang mesti diwaspadai oleh kubu Persis.
Sementara itu, di pertandingan terakhir ini kelompok suporter Pasoepati dihimbau untuk bisa hadir memberikan dukungan langsung ke stadion. Pertandingan terakhir Persis di Stadion Manahan sore ini akan menjadi pertandingan krusial dan sarat emosi bagi para pemain Persis dan juga Pasoepati.















"Aku meminta Pasoepati tetap mendukung Persis dengan bentuk kreatifitas mereka seperti bernyanyi, berteriak, koreografi dan aksi apa saja asal jangan lagi melakukan lempar-lemparan ke dalam lapangan atau lemparan ke suporter lawan. Kalau memang suporter lawan yang memulai, ya kita harus berusaha jangan sampai terpancing. Apapun yang terjadi di dalam lapangan pertandingan, jangan ada lemparan dari luar. Suporter Pasoepati harus bisa menjadi contoh kalau sepak bola yang sesungguhnya itu ada di Solo, bukan di kota lain.”
Javier Roca, gelandang serang Persis Solo.




memerah lah, kalah menang tep bangga mbi merah,,
semangat!!!!!!!!!!!!!!!!!
semoga tidak rusuh dan rasis lagi…
SAETAMA,, tetep semangat!!
Semangat
YA TUHAN BRIKAN ANUGRAH TRINDAHMU SORE NANTI UNTUK TIM KBANGGAAN KAMI PERSIS SOLO…..
PASOEPATI DONGAMU MANJUR TENAN
DI NGIJABAI MRANG GUSTI PANGERAN
KYO NGENE RASANE DKUNG TIM SING ORA DUWE
DUWE PISAN DI ECE KARO TIM TONGGO KUTO DEWE….
KAUM MINORITAS BEBAS BRKREATIFITAS LOYALITAS TNPA BTAS!!!!!!!!!!!
_pasoepati etan wdux mlur.
Aq entuk teko neng manahan opo ora iki?
Merahkan tribun utara…
.by : pasoepati tawon ndas
@Pas 4ever: neng kandang singa wis akeh pengamene.
Tetep bangga dengan MERAH walau merantau di kandang singa
Ngax enex krjaan Ngamen ae yen.. Pe$!mis..
wajib 3 poin,, kudu menang!!!
Ayo, moga menang PERSIS SOLO . .
G ad kerjaan, mending nulis2 g jls aj wis.
Tetep MERAH.
haha..
1
??