Terima Kasih Wasit, Terima Kasih ANTV

Persis Solo semakin terjerembab di zona degradasi setelah kemarin sore (4/4) kalah 0-5 (WO) dari tim tamu persemalra Langur di Stadion Manahan Solo. Dengan kekalahan ini Laskar Sambernyawa semakin terpuruk di posisi juru kunci.
Kekecewaan pasoepati pada performa tim seolah terobati dengan penampilan para pemain yang semakin membaik. Dengan semua persoalan yang ada, para pemain persis Solo tampil penuh semangat untuk meraih kemenangan laga kandang.
Persemalra sendiri juga bermain lugas sehingga tersaji permainan berimbang yang lumayan enak di tonton. Hanya saja kepemimpinan wasit dan asisten-nya terlihat masih tidak kompromi untuk merugikan kubu Persis Solo.
Satu gol di anulir dan dua gol kontroversial Persemalra praktis menjadi buah bibir di kalangan pecinta Persis Solo, tak terkecuali di para penonton yang menyaksikan pertandingan lewat siaran langsung ANTV.
Seperti menjadi gunung es yang semakin meruncing, berbagai kasus kepemimpinan wasit yang sering di tuding miring, kemarin sore seolah menjadi titik puncak bukti wasit di Liga Indonesia memang banyak yang bermasalah.
Karena pertandingan Persis Solo melawan Persemalra di siarkan langsung oleh ANTV maka penggemar sepakbola di Indonesia (yang melihat) menjadi saksi hidup atas apa yang di alami Persis Solo selama ini.
” Semoga pasoepati bisa mengerti kondisi tim (Persis-red) memang sering di kerjai oleh wasit ketika laga tandang dan kandang. Kami minta maaf jika hasilnya selama ini kurang maksimal namun salah satu faktornya adalah wasit yang memang sering mengerjai kami ” jelas salah seorang pemain Persis yang enggan di sebut namanya.
Tidak hanya itu, sebagian suporter Persis Solo malah terlihat ada yang bahagia bercampur marah atas perlakuan wasit sore kemarin.
” Setidaknya seluruh Indonesia tahu siapa yang berlaku tidak Fair sore kemarin, itu bukti salah satu merosotnya prestasi Persis Solo musim ini selain faktor lain yang menyelimuti tim ini. Terima Kasih ANTV atas siaran langsungnya yang membuat seluruh indonesia tahu” jelas seorang Pasoepati.














"Aku meminta Pasoepati tetap mendukung Persis dengan bentuk kreatifitas mereka seperti bernyanyi, berteriak, koreografi dan aksi apa saja asal jangan lagi melakukan lempar-lemparan ke dalam lapangan atau lemparan ke suporter lawan. Kalau memang suporter lawan yang memulai, ya kita harus berusaha jangan sampai terpancing. Apapun yang terjadi di dalam lapangan pertandingan, jangan ada lemparan dari luar. Suporter Pasoepati harus bisa menjadi contoh kalau sepak bola yang sesungguhnya itu ada di Solo, bukan di kota lain.”
Javier Roca, gelandang serang Persis Solo.




i love pasoepati…
ayo masih 2 pertandingan kandang buat PERSIS..
JGN RIBUT LAGI YAAAH…
maju terus
Salam anti rasis.
_saras_
PASOEPATI ADALAH SUPORTER YANG PATUT DI ARUNGI,,DI CONTH,,DI JADIKAN PEDOMAN ATAS LOYALILASNYA TERHADAP TIM YANG DIDUKUNGNYA
I LOVE PASOEPATI
arichel.. Sera mania live ndelok udel
wasite wis disuap nurdin yg menginginkan sepakbola solo jadi hancur
lha hasilnya protes dah keluar masbro??????? Mugo2 ada partai ulang/minimal dilanjutkan
No ultras no party
Salam prihatin
ultras 1923, selama anda membawa cita2 mulia..maju terus kawan, masyarakat ada dibelakang kalian……lo spirito non molare
Wasit n hkm grse Ancoook tenan. Mosok tuan rumah dikerjain jan kebangetan.
SAEDTAMA
wah bisa jadi alasan nih gak akan berangkat laga ke papua nih. padahal sebenarnya juga gak ada dana, hmmmm
saya kaget dgn pasoepati yg dulu terkenal santun. tp kini ……, kalo pasoepati tidak minta maaf sama saya maka pasoepati akan kena bala terus ,akan sial teruss….
semangat kawan!!!yakin hari esok lebih indah
bisa buat buka kedok kebrobrokan wasit2 BLI