Ketum Persis Solo Jadi Kandidat Ketum PSSI ??
Ketua Umum Persis Solo FX Hadi ‘Rudy’ Rudyatmo dikabarkan terpilih menjadi anggota Komisi Normalisasi Indonesia-FIFA yang diketuai Agum Gumelar. Selain Rudy, ada nama Ketua Pengprov PSSI Jateng Sukawi Sutarip yang masuk dalam anggota Komisi Normalisasi itu. Komisi Normalisasi itu akan bertugas menyeleksi bakal calon ketum PSSI.
Dimana poin yang juga digaris bawahi adalah keempat calon ketum PSSI sebelumnya ( Nurdin Halid, George Toisutta, Nirwan Bakrie dan Arifin Panigoro ) tidak boleh mencalonkan diri. Maka akan ada calon baru untuk mengisi kursi panas ketum PSSI. Pak Rudy sendiri mengaku telah mengantongi sejumlah kriteria bagi calon ketua umum PSSI.
Tugas yang akan diemban oleh komisi normalisasi FIFA di antaranya adalah:
1. Menyelenggarakan pemilihan Komite Eksekutif PSSI 2011-2015 yang terdiri dari ketua umum, wakil ketua umum, dan sembilan anggota berdasarkan Peraturan Tata Cara Pemilihan (Electoral Code) FIFA dan Statuta PSSI selambat-lambatnya 21 Mei 2011.
2. Mengontrol Liga Primer Indonesia. Jika PSSI dianggap tidak bisa mengontrol LPI, maka FIFA akan menghentikan Liga yang digagas pengusaha Arifin Panigoro itu secepat mungkin.
3. Melaksanakan tugas harian PSSI dengan semangat rekonsiliasi untuk kebaikan persepakbolaan Indonesia.
Secara hitam di atas putih dan resminya Rudi mengaku belum menerima surat permintaan untuk menjadi anggota, tapi seandainya memang diminta bergabung ke komisi itu Rudi menyatakan siap membantu untuk membentuk komisi pemilihan (KP) dan komisi banding (KB).
Kriteria Rudy terhadap seseorang yang ingin maju menjadi ketua umum PSSI adalah seorang ketum yang memiliki komitmen terhadap sepak bola nasional. Target prestasi pun harus dimiliki dan harus tercapai juga. Maka Rudy menyambut baik dengan sudah munculnya nama Komisi Normalisasi Indonesia-FIFA sejak saat ini. Menurut dia hal itu lebih baik karena sebelum 21 Mei mendatang, kongres sudah harus digelar.
Rudy meminta kepada empat calon ketum PSSI yang sempat maju untuk tidak maju kembali ke pemilihan. Begitu pula dengan Komisi Penyelamat Persepakbolaan Nasional (KPPN) yang berencana akan menggelar kongres dalam waktu dekat ini agar juga legawa untuk menahan diri.
Adapun poin lain yang dituliskan FIFA yaitu, semua anggota Komisi Normalisasi tidak dapat mencalonkan diri menjadi ketum PSSI maupun menjabat di kepengurusan PSSI. Maka Agum Gumelar yang dulu pernah menjabat menjadi ketum PSSI dipastikan tidak dapat mencalonkan dirinya. Begitu pula dengan ketum Persis Solo FX Hadi “Rudy” Rudyatmo jika sudah resmi menjadi anggota Komisi Normalisasi Indonesia-FIFA. (SN/EK)













"Aku meminta Pasoepati tetap mendukung Persis dengan bentuk kreatifitas mereka seperti bernyanyi, berteriak, koreografi dan aksi apa saja asal jangan lagi melakukan lempar-lemparan ke dalam lapangan atau lemparan ke suporter lawan. Kalau memang suporter lawan yang memulai, ya kita harus berusaha jangan sampai terpancing. Apapun yang terjadi di dalam lapangan pertandingan, jangan ada lemparan dari luar. Suporter Pasoepati harus bisa menjadi contoh kalau sepak bola yang sesungguhnya itu ada di Solo, bukan di kota lain.”
Javier Roca, gelandang serang Persis Solo.




INFO : seluruh anggota Komisi Normalisasi, tidak dapat di calonkan menjadi ketum PSSI. Begitu pula dengan Agum Gumelar sebagai ketua Komisi Normalisasi.
urusen persis sek ben berprestasi
nah nek wes ngono lg ngurusi persepakbolaan nasional…
rasah muluk2 sek pak
Prestasine opo to?
Mantafff Bravo !!!
Joss. .m0co sek.
BENAHI DULU PERSIS SOLO PAK
OJOPETAKILAN TEKAN NDI NDI
LHA NGURUSI PERSIS MBI SOLO FC WE WIS AMBUR ADUL AREP NGURUSI SAK CLUB INDONESIA..MASIH MERAGUKAN@
TENANAN ORA!!!!!!
ORA MEYAKINKAN OE PAK..
ALHAMDULILAH
5 besar kah
3
bravo solo
COLA…
FANTA…
CIU…