Permainan Persis Belum Memuaskan
Pertandingan uji coba antara Persis Solo melawan PS AD, Kamis (31/3) sore, memang dimenangkan oleh tim Persis dengan skor akhir 4-0. Meski menang telak, permainan Persis sendiri masih jauh dari kata memuaskan. Organisasi permainan yang ditunjukkan oleh anak-anak Sambernyawa belum terlihat begitu padu.

Meski menang dalam pertandingan uji coba, permainan Persis dinilai belumlah cukup memuaskan.
Hal ini yang tentu saja bakal menjadi pekerjaan rumah bagi duet pelatih Ahamad Sukisno dan Abdul Hafid Djamado menjelang pertandingan resmi Divisi Utama melawan Persemalra Tual, hari Senin (4/4) mendatang.
Menurut Sukisno, permainan anak asuhnya belum begitu memuaskan. Pergerakan para pemainnya di lapangan masih terlihat mengecewakan. “Pergerakan pemain baik ketika membawa bola maupun pergerakan tanpa bola masih belum terlihat bagus. Para pemain seperti bermain dengan jalannya sendiri,” ungkapnya.

Bersama pelatih Abdul Hafid Djamado, Sukisno pun juga berjanji akan segera membenahi timnya agar siap bertanding dan mendapatkan poin di pertandingan resmi nanti. “Di tim ini ada banyak kelemahan. Tapi kami akan selalu berusaha untuk bisa membenahi kelemahan-kelemahan tersebut. Di sisa waktu ini, kami akan terus melatih anak-anak dengan latihan pergerakan tersebut,” sambungnya.
Sementara itu dalam pertandingan Kamis sore, keempat gol Persis Solo yang bersarang ke gawang PS AD dicetak oleh empat pemain. Masing-masing melalui Budi Arianto, Diego Benowo, Riva Budianto dan diakhiri oleh gol Zainul Hidayat. Meski permainan masih belum memuaskan, pelatih Sukisno juga merasa bersyukur karena timnya dapat mencetak banyak gol. Paling tidak, dengan keberhasilannya mencetak gol para pemain Persis mempunyai tambahan kepercayaan diri. (adjiwae)
Foto : Angga Deki Prasetiyo














"Aku meminta Pasoepati tetap mendukung Persis dengan bentuk kreatifitas mereka seperti bernyanyi, berteriak, koreografi dan aksi apa saja asal jangan lagi melakukan lempar-lemparan ke dalam lapangan atau lemparan ke suporter lawan. Kalau memang suporter lawan yang memulai, ya kita harus berusaha jangan sampai terpancing. Apapun yang terjadi di dalam lapangan pertandingan, jangan ada lemparan dari luar. Suporter Pasoepati harus bisa menjadi contoh kalau sepak bola yang sesungguhnya itu ada di Solo, bukan di kota lain.”
Javier Roca, gelandang serang Persis Solo.




Tetap semangat!
wasyem…….. ora pertamax
djamado….
dulu solo menjadi kiblat sepak bola indonesia, tapi sekarang..?
10 besarrrrrrr
semangat om jamado,,,,,beri kami menang, beri kami senang, agar kami bisa seperti mereka, agar kami bisa seperti dulu kembali, seperti hidup kembali
joss
walaupun kurang j0zz,kami tetap setia. .
PERSIS tetap yang terbaik di hatiku….
bangkitlah hai para kesatria samber nyawa
kami di sini masih setia mendukungmu.
Kali ini tdk joss
super extra
ya begitulah…love persis
MENYIMAK
bravo jamado……. ayo bangkitkan persis yg sdg tidur panjang