Ads

Curahan Hati Seorang Pasoepati #1

Kawan.. Saya sebagai Pasoepati “baru“, begitu merasa beruntung ketika bisa menginjakkan kaki di tanah mahesa jenar tiga kali dengan lancar tanpa ada perasaan was-was, dalam rangkaian tur pasoepati satu tahun lalu. Hari-hari itu saya begitu beruntung sekali, sebab siapa yang bisa menyangka kota yang dulu pernah saling serang itu kini begitu nyaman dan aman untuk dikunjungi, bahkan kenyataannya dalam tiga kesempatan tur itu, kawan-kawan pasoepati juga disambut hangat oleh warga dan suporter semarang.

Percayalah, dalam masa-masa itu, saya banyak sekali memikirkan tentang jasa-jasa Pasoepati “senior“, yang dengan luar biasa  berbesar hati dan bekerja ekstra keras demi terciptanya perdamaian Solo-Semarang, hingga akhirnya ikrar perdamaian itu terwujud. Saya begitu bersyukur dan berterimakasih sebab dari mereka-merekalah saya bisa menikmati buah dari perdamaian tersebut, dan pastinya saya berharap akan berlanujut ke generasi Pasoepati selanjutnya.

Pertandingan Aman Akan Semakin Menarik Kaum Hawa Untuk Datang Ke Stadion.

Bonek adalah saudara, terlepas dari kejadian-kejadian negatif antara Bonek-Pasoepati selama kurang lebih empat tahun ini, sekiranya ada kesempatan emas untuk membuat keadaan menjadi kondusif, kenapa tidak kita tindak lanjuti. Berdamai tidaklah harus menhitung untung rugi, karena pasti hal semacam itu akan tercapai dengan sendirinya.
mari berkaca pada kisah damai Solo-Semarang. Kalau dulu final liga Indonesia menjadi alas untuk pengikraran damai Solo-Semarang, tak ada salahnya jika kini giliran Liga Primer Indonesia yang akan menjadi saksi pengikatan kembali tali persaudaraan Bonek-Pasoepati

Sudah seharusnya Pasoepati berpikir luas dan positif, perdamaian sejati harus dilandasi rasa menerima dan memaafkan yang murni, siapa yang bisa menyangka ijin dari Pasoepati terhadap suporter Semarang untuk berdondong ke Manahan saat final liga Indonesia beberapa tahun lalu akhirnya berbalas dengan ijin dari warga Semarang untuk Pasoepati ke jatidiri dan citarum satu tahun lalu. Demikian juga saya yakin berlaku untuk Bonek, jika hari-hari ini kita begitu welcome kepada Bonek untuk sekedar lewat atau bahkan berkunjung Mei nanti. Pastilah suatu saat kita temui timbal balik yang tak kalah luar biasa.

Akhir kata mari berdamai dengan tulus dan ikhlas, kalau tahun lalu kita begitu nyaman dijamu warga Semarang, Siapa tahu suatu hari nanti, kawan-kawan pasoepati bisa kembali menjejakkan kaki di Tambaksari, atau bahkan menjadi suporter tamu yang bisa memerahkan gelora Bung Tomo, stadion megah kebanggaan saudara lama kita, Bonek mania.

Ayo berdamai… untuk semua Pasoepati, untuk masa depan!

*artikel kiriman dari Niko Andreyan

Berbagi Itu Indah

Berbagilah informasi yang kamu dapat dari artikel ini kepada teman-teman terdekat. Cukup klik saja sosial media kesukaanmu di sebelah ini

70 Respon

Beri Komentar
Halaman 1 dari 512345
  1. 31st Mar 2011 @ 17:29

    aku juga ikut jd saksi tour ke tambak sari thn 2000.. pas tour perdana ke surabaya itu pasoepati kompak banget,keren puol!!semua memuji pasoepati kala itu,bahkan warga solo raya semua cinta n bangga pasoepati!semoga pasoepati junior jg bisa kompak n santun seperti senior2nya

    Balas!
  2. 31st Mar 2011 @ 17:28

    joss,,, pasoepati selalu ramah dimana2 saat kandang maupun tandang :D

    Balas!
  3. Hasnan
    31st Mar 2011 @ 17:26

    Menyimak dahulu =))…damai itu indah..:D

    Balas!
  4. 31st Mar 2011 @ 17:19

    Setuju, bien aku melu nyerang bonek tp saiki tobat tjah ngelingi neg sok tour diserang genti. Pasoepati non blok Semua warna adalah saudara

    Balas!
  5. 31st Mar 2011 @ 16:40

    INTINYA SEMUA ITU PERLU PROSES DAN WAKTU YG AKAN MENJAWABNYA.

    Balas!
  6. -------lg prihatin
    31st Mar 2011 @ 16:35

    Yen ora duwe musuh iso dukung tim nggn ngendi wae iso nyaman… lak yo ngono to bos?

    Balas!
  7. 31st Mar 2011 @ 16:31

    Thanks buat mas niko,
    salut…
    MARI KITA CIPTAKAN PERDAMAIAN.
    PASOEPATI BONEK BERSATU.
    Saetama – S 1 Nyal.

    Balas!
  8. 31st Mar 2011 @ 16:30

    dadi kelingan maem sego pecel nang jobo stadion jati diri.
    dadi kelingan nang suroboyo muntah2 nang bis.

    nyaman tenan tour yen pas damai, ora ono pikiran was2 keno watu nang dalan. smoga perdamaian segera terwujud.

    Balas!
  9. Semar Mendem
    31st Mar 2011 @ 16:28

    Coment dikit.
    Sebagai suporter Solo sejak era Arseto sampe skrg, jelas saya 100% mengukung prdamaian dg Bonek. Cuma menurut saya, ada sedikit perbedaan antara perseteruan Pasoepati-Panser-Snex (masa lalu), dg Pasoepati-Bonek.
    Bentrok Solo-Semarang dulu murni bentrok antar suporter di Manahan. Sedangkan Pasoepati-Bonek melibatkan wrg pinggir rel yg dulu rmhny sering dilempari.Jd menurut sy bth wktu yg lebih utk mewjdkn prdamaian. Mgkn ada Pasoepati yg pinggir rel, & kita tdk prnh mrskn apa yg mereka alami.

    Balas!
  10. 31st Mar 2011 @ 16:15

    JOOOOSSSSSSS

    Balas!
  11. 31st Mar 2011 @ 16:09

    BONEK-PASOEPATI DAMAI.

    DAMAI ITU INDAH

    Balas!
  12. 31st Mar 2011 @ 16:07

    gagal pertamax yang penting pejwan :D

    Balas!
  13. 31st Mar 2011 @ 16:07

    akhirnya pertamax juga.xixixixi

    pertamax

    Balas!
  14. 31st Mar 2011 @ 16:05

    joss

    Balas!
  15. 31st Mar 2011 @ 16:05

    moco sex…

    Balas!
Halaman 1 dari 512345

Tinggalkan Balasan

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Form yang harus diisi ditantai dengan *

*

  • PasoepatiNet Digital Magazine #13

    PasoepatiNet Digital Magazine #13

    Download!
  • Klasemen Sementara

    Ptd Pts
    1 Persekap 5 15
    2 PSS 6 15
    3 Persibangga 7 13
    4 PERSIS 5 12
    5 Persifa 6 7
    Baca Selengkapnya
  • Last Match Report

    Persis Solo vs Persewon Wondama
    4 Ferrianto 3', Tri Handoko 46', Kito Chandra 86', Tinton 89'
    0 -
    14(10)Shoot(On)16(11)
    9 Cross(On)5
    4 Corners4
    10 Fouls11
    22 Clearance11
    50% Possesion50%