Persis Solo Tertahan
Trend positif Persis Solo gagal berlanjut di pertandingan melawan PSCS Cilacap, Rabu (9/3) sore. Kemenangan atas Persikab Kabupaten Bandung beberapa hari lalu, tak menular di pertandingan hari ini. Skor imbang 0-0 menutup laga antara Persis Solo dan PSCS Cilacap di stadion Manahan.
Di babak pertama, sebenarnya Persis bermain baik. Tekanan demi tekanan terus digulirkan anak-anak Samber Nyawa ke lini belakang PSCS yang dikomando oleh Guy Harve Mahop. Duet Robi Fajar dan Ibrahim Ibnu di lini serang Persis terbukti mampu beberapa kali membahayakan pertahanan tim tamu. Sebaliknya bagi PSCS, tim berjuluk laskar Nusa Kambangan ini beberapa kali menerapkan serangan balik. Namun berjalannya 45 menit di babak pertama,kedua tim masih saja gagal mengukir gol.
Pada babak kedua, pertandingan terpaksa dilangsungkan di bawah guyuran hujan deras. Pertandingan pun berlangsung menjadi sangat berat untuk kedua tim. Seharusnya Persis bisa saja unggul melalui tendangan bebas dari Bayu Pradana. Namun sayang, tendangan terarahnya berhasil diblok oleh kiper PSCS, Handoyo. Hingga pertandingan berakhir, skor kaca mata menutup laga sore tadi.
Asisten pelatih PSCS Cilacap M. Yahya, menilai bahwa pertandingan dirusak oleh hujan yang turun sangat deras. Namun ketika diminya komentarnya tentang jalannya pertandingan, ia mengakui bahwa PSCS kalah di lini tengah. “Hanya saja pertandingan tidak jadi indah karena cuaca hujan. Dan kami sangat menyayangkan dengan keputusan wasit yang terlalu obral kartu, terutama kartu merah kepada pemain kami. Persis Solo juga bermain bagus dan kami kalah di sektor gelandang. Pemain gelandang Persis bermain sangat bagus dalam pertandingan ini,” ujar M. Yahya seusai pertandingan.
Sementara itu asisten Manajer Persis Solo Sapto JP, juga mengomentari tentang cuaca buruk yang mewarnai pertandingan sore tadi. “Anak-anak sudah bekerja maksimal meski target 3 poin gagal terwujudkan. Permainan anak-anak menjadi kurang berkembang karena cuaca hujan,” ujarnya.














"Aku meminta Pasoepati tetap mendukung Persis dengan bentuk kreatifitas mereka seperti bernyanyi, berteriak, koreografi dan aksi apa saja asal jangan lagi melakukan lempar-lemparan ke dalam lapangan atau lemparan ke suporter lawan. Kalau memang suporter lawan yang memulai, ya kita harus berusaha jangan sampai terpancing. Apapun yang terjadi di dalam lapangan pertandingan, jangan ada lemparan dari luar. Suporter Pasoepati harus bisa menjadi contoh kalau sepak bola yang sesungguhnya itu ada di Solo, bukan di kota lain.”
Javier Roca, gelandang serang Persis Solo.




@mas broww: kmenangn tu bukan krna kbruntungan, tpi krna krja kras & smangat juang yg tnggi para pmain smpe menit2 akhir..
suporter sblahku mau tibo.
genah mendem petangkrian ng pager lunyu sisan.
tibo, sikile keseleo
Striker egois marai males
web e dikuasai armada band

menang pisan w wes macet meneh..keberuntungan tox ketok.e menange wingi
Sepi men kie. . Ayo aq dikancani
gpp imbang,, tak rewangi udan2 je dhekmau,,tp maen e apik,, yo nggur sayap kanan e gak mutu tenan. . .
Penting ora kalah. Pemain wis berusaha semaksimal.
Perlu evaluasi pd pnyelesaian akhir yg kurang tenang.
moco sik wae ahh.
penting jek pejwan
armada mantra ne opo ki
waaaaaaaa … rasido pertamax -,-
moco sek
ra p02. .
hattrick 3 kali berturut2 aq pertamax. .
1
jos