Persis Solo Perpanjang Rekor Kalah
Tim Persis Solo kembali meradang ketika melawat ke kota Cirebon. Dalam mengarungi lanjutan kompetisi Liga Ti-Phone wilayah II, Persis Solo kembali memperpanjang rekor buruknya. Alih-alih ingin memenuhi target mencuri poin satu, Laskar Sambernyawa malah harus menerima gelontoran dua gol dari Persikab kabupaten Bandung.

Aksi Saparno (15) ketika melawan Perseman beberapa waktu lalu. Pelanggarannya di menit ke-13 ketika melawan Persikab sore tadi, berbuah penalti bagi tim tamu.
Bertanding di stadion Bima Cirebon, Persikab yang berstatus sebagai tuan rumah langsung membuka skor ketika pertandingan baru berjalan di menit ke-14. Pelanggaran di dalam kotak penalti yang dilakukan oleh pemain belakang Persis Saparno kepada pemain Persikab, akhirnya berbuntut penalti buat tim tuan rumah.
Legiun asing Persikab Rodrigo Santoni, yang ditunjukkan sebagai eksekutor sukses melaksanakan tugasnya dengan menceploskan bola ke gawang Persis tanpa sanggup ditangkap oleh penjaga gawang Dian Rompi.
Di babak kedua, Rodrigo Santoni kembali menjadi biang kerok bagi tim Persis. Tepatnya pada menit ke-89, Rodrigo kembali mencetak gol dan membuat Persikab memimpin dengan skor 2-0. Berawal dari sebuah serangan balik cepat, pemain asal Argentina ini berhasil menusuk ke jantung pertahanan Persis sebelum akhirnya sukses menjebol gawang Persis untuk kedua kalinya. Skor 2-0 untuk kemenangan Persikab akhirnya bertahan hingga wasit meniup peluitnya tanpa berakhirnya pertandingan.
Dengan tambahan tiga poin ini, Persikab melenggang ke posisi 5 klasemen sementara wilayah II. Sebaliknya bagi Persis, tim kebanggaan kota bengawan justru semakin awet di dasar klasemen sementara.
Persis tak pernah sekalipun berhasil meraih poin tiga dari sembilan laga yang telah dijalaninya. Rekor kekalahan ketika tandang pun kembali menjadi panjang. Tak hanya itu, kekalahan Persis sore tadi juga menjadi hattrick kekalahan beruntun dalam tiga pertandingan terakhir. Sebelumnya, bertempat di stadion Manahan, Persis dipecundangi oleh Persik Kediri dan PPSM Magelang. (A. Onengisme)














"Aku meminta Pasoepati tetap mendukung Persis dengan bentuk kreatifitas mereka seperti bernyanyi, berteriak, koreografi dan aksi apa saja asal jangan lagi melakukan lempar-lemparan ke dalam lapangan atau lemparan ke suporter lawan. Kalau memang suporter lawan yang memulai, ya kita harus berusaha jangan sampai terpancing. Apapun yang terjadi di dalam lapangan pertandingan, jangan ada lemparan dari luar. Suporter Pasoepati harus bisa menjadi contoh kalau sepak bola yang sesungguhnya itu ada di Solo, bukan di kota lain.”
Javier Roca, gelandang serang Persis Solo.




piye kie kok klh trus,lini depan e mlempem,mbok tuku striker sing wenak
Sakkarepmuuhhhh
Semakin akrab dg kekalahan,yowis arep dikapakné meneh kbh wis do mumet…!
wis podo taun wingi, kalah terus tapi ra ndang dibenahi……
bukan salah Inyong
tapi salahe manajemen sing koyo keong
Pasoepati kecewaaaaa
Pasoepati kecewaaaa
oooo ooooo oooooooo
maju truz. .
ngarep..blux buri blux..kipere..blux..remux..blux2kan..
rekor bagus
ra tahu menang ki pie
tidak kaget..
90
Pemaine persis enom2 kabeh belum punya pengalaman. Pemaine enom2 do nyuap menejemen persis. Kapan solo maju nex seleksi persis pakek suap terus.
piro ki?
kpn kah persis solo menang?
Tetap semangat PERSIS 1923 badai pasti brLaLu…
Sbtule td maenne bguz.. Biaza kLah ws!t suapp..
No 1