Home / Artikel Pembaca / PERSIS SOLO

Selasa, 19 Agustus 2014 - 08:16 WIB

16 Besar Divisi Utama, Apa Kabar Persis Solo?

SALAM PASOEPATI, Katanya bola kita rusuh, katanya bola tak bermutu, Pasoepati berjanji akan selalu setia mendukung bola negeri ini, politik berkelahi saling caci maki bagi kami Persis Solo nomer satu.

Perkenalkan dulu sebelumnya, saya dari pasoepati ngapak, mungkin organisasi kita kecil dan belum secara resmi berada di daftar dpp pasoepati, tetapi kita selalu ada di saat persis main di kandang atau di luar kandang, tetapi suporter lanus banyumas, viking satria, aremania purwokerto, jak purwokerto, bcs sleman dll tau kalau pasoepati ada di sini.Organisasi kecil yang kita dirikan memang tak sebesar dan se tenar organisasi dulur-dulur yang lain.

Tapi jangan ragukan kecintaan kami terhadap PERSIS SOLO. Terimaksih buat teman-teman pasoepati ngapak yang sudah 4tahun ini organisasi kita masih berjalan walaupun tinggal segelintir anggota. Selalu jaga nama baik pasoepati di manapun anda berada. Terimaksih juga karena kalian sampai saat ini masih aktif untuk mendukung Persis Solo.

Respect buat mas lukas yang jauh-jauh dari kartasura yang tujuanya menuntut ilmu di purwokerto sampai sekarang masih bergelut dengan tugas akhir, dan yang mempunyai visi “Enyong langka wedine karo dosen, enyong Do ra masalah, enyong kelangan gelar sarjana hukum ra masalah, sing penting enyong ora kelangan Persis solo” sekali lagi makasih mas sudah mengajarkan semua apa arti loyalitas, sudah mengajarkan semua arti persahabatan bagi organisasi kecil kita. Saat kata-kata itu keluar dari mulutmu, kita semua merinding mas. Respect.

Ada Apa dengan PERSIS SOLO KITA?

Manajemen ohh manajemen, bagaimana kabarmu? Semoga kau selalu sehat dan selalu dalam lindunganNya. Semoga kau memang menjadi manajemen yang bertanggung jawab untuk tim ini, semoga kau tidak mencari hidup di Persis solo, akan tetapi kau bisa menghidupi Persis solo kembali meraih kejayaanya seperti era galatama, memang saya tidak paham bener masa-masa kejayaan persis akan tetapi saya tau kalau persis solo ini tim besar yang di segani lawan-lawanya.

Memang saya bukan orang asli solo yang dari kecil mengikuti perkembangan persis solo, saya suka sama persis solo justru mulai tahun 2006/2007 di mana saya membaca surat kabar yang isi beritanya gaji pemain persis solo selalu belum di bayarkan oleh manajemen, dan selalu simpatik sama pendukung setianya Pasoepati yang selalu ada untuk Persis solo bahkan pada tahun 2007 yang sudah pasti persis solo harus di degradasi tapi pasoepati masih saja mendukung Nova Zaenal dkk di tangerang. Respect.

Pak manajemen, sudah beberapa tahun terakhir ini mengapa di jersay kembangaan Persis tidak ada satupun logo sponsor yang melekatnya, apakah mencari sponsor tim sebesar persis solo ini susah, atau karena bapak tidak bisa all out dalam mengurus tim ini, saya malah curiga kalau manajemen memang setengah dalam mengelolanya. Kalau bapak tidak bisa mengurus tim ini, bapak legowo saja serahkan ke yang mampu mengurus tim ini, kalau hanya berjanji berjani dan berjanji saja semua orang juga bisa.

Saya membaca surat kabar akhir-akhir ini saya semakin geram, mengapa bapak menyatakan kalau tiket isl susah kita dapatkan, 16 besar sudah di dapat, tinggal selangkah lagi mimpi kita, mimpi pasoepati mimpi orang solo akan segera terwujud, rasa optimisnya dimana pak, apa jangan-jangan di babak 16 besar nanti malah tidak serius untuk meraih mimpi itu, bahkan apa juga malah persis solo di suruh mengalah atau di jual untuk mendanai kompetisi musim depan, moga aja tidak begitu, moga aja bapak masih punya rasa nasionalisme dan bertanggung jawab. Apa bapak takut kalau Persis masuk isl biaya transport dan akomodasi pemain semakin besar, kalau begitu bapak sangat mendzolimi semuanya.

Pak manajemen, bapak tau siapa sponsor utama musim ini? PASOEPATI sponsor utama musim ini, apa bapak mau menyakiti PASOEPATI untuk yang sekian kalinya. Kebanggan tersendiri menjadi bagian dari pasoepati. Di indonesia bahkan di dunia hanya Persis solo yang mempunyai sponsor utamanya adalah suporternya. Pak manajemen salah apa kita ke bapak, kita semua sudah bekerja memberikan dukungan penuh, bahkan tenaga, waktu, uang dan darah kita berikan, itu semua semata-mata hanya ingin melihat tim kebangaan kota surakarta kembali berjaya seperti dulu. Semoga bapak masih sayang ke tim ini dan masih mempunya tujuan visi dan misi yang sama.

Pak manajemen, jangan kau doktrin pelatih dan pemain untuk melepaskan tiket ISL. Pemain, Pasoepati dan pelatih sudah all out untuk tim persis solo ini. Mari kita semua saatnya duduk bersama-sama untuk membahas permasalahan yang ada. Dengan kita satukan tekat visi dan misi untuk tim ini, kita yakin mimpi kita selangkah lagi akan terwujud. Perjuangan kita baru akan di mulai di babak 16 besar. Masih ada waktu untuk menyelesaikan semua masalah yang ada.

Terus berjuang para pemain dan pelatih, terimakasih atas perjuanganmu dan rasa kecintaanmu terhadap tim ini. Kami semua bangga dengan hasil yang belum terkalahkan yang kau capai, walaupun gaji-gajimu masih belum dibayarkan secara penuh, tetap positif kepada pasoepati yang selalu ada untuk kamu, di manapun kamu berlaga teriakan teriakan tanpa henti di pinggir lapangan akan selalu menemanimu. Jadi main lah dari hati untuk kami semua. Terimakasih saya ucapakan yang sebesar-besarnya. PERSIS SOLO KAMU TIDAK SENDIRIAN!!!

Dari : Zaenal Musthofa PASOEPATI_NGAPAK


Warning: preg_split(): Unknown modifier 'p' in /home/pasoepat/public_html/wp-content/themes/Detak Terkini/functions.php on line 183

Share :

Baca Juga

PERSIS SOLO

Perang Bintang Divisi II Persis Solo : Tim A Menangi Pertandingan

PERSIS SOLO

Seri di Semarang, Persis Solo Masih Belum Terkalahkan

PERSIS SOLO

Manajemen Akhirnya Pulangkan Sofyan Morhan dan Modestus

PERSIS SOLO

[Statistik] Mbom julien, Lemah di Akurasi Shooting

PERSIS SOLO

Diterpa Berita Mundurnya PPSM, Persis Tetap Fokus Persiapkan Tim

PERSIS SOLO

Pasoepati Gelar Corteo, Kapan Tim Persis Solo Dibentuk?

PERSIS SOLO

[Preview] Persis Solo vs Persip Pekalongan: Hanya Satu Kata, Menang!

PERSIS SOLO

Play Off Semakin Santer, Kita Butuh Kreatifitas